Dari sebuah negeri bernama Altheas Kings, hiduplah seorang lelaki muda bernama Alexander. Dan dari sebuah negeri bernama Yunanis, hiduplah seorang lelaki muda bernama Rello. Mereka mencintai satu sama lain, walaupun kodrat tidak merestui. Mereka mel...
Pada zaman dahulu kala, di tahun 3000 sebelum masehi. Berdirilah sebuah negeri yang memiliki kekuasaan luar biasa. Kekuasaan nya hampir meliputi keseluruhan daratan bumi. Dari ujung Utara bumi ke ujung selatan bumi, dari ujung timur bumi ke ujung barat bumi. Kehidupan di negeri itu sangatlah makmur, dengan pemandangan yang indah nya luar biasa. Orang-orang pada masa itu menyebutnya, surga yang diturunkan ke bumi untuk manusia dari rasa cinta nya Tuhan kepada hamba-hamba-Nya. Dan, negeri itu telah berdiri seribu tahun lamanya tanpa sama sekali ada peperangan antara negeri-negeri lain di penjuru bumi lain. Negeri itu bernama ALTHEAS KINGS!
Pada tahun 3500 sebelum masehi, atau 500 tahun kekuasaan nya Altheas Kings ini. Ada seorang pemuda yang merupakan pewaris tahta nya kerajaan Altheas Kings ini. Pada tahun itu, dirinya baru berusia 14 tahun. Dia tumbuh menjadi seorang anak lelaki tampan dengan bentuk tubuh yang indah sekali. Lelaki itu bernama, Sofiel.
Di suatu pagi yang dingin dikarenakan cuaca mendung pada hari itu. Di pusat kota nya Altheas Kings, ada sebuah bangunan paling megah, berwarna putih yang terbuat dari tanah liat langka. Bangunan itu, merupakan bangunan paling tinggi, paling megah, paling indah, dan paling besar. Bangunan itu merupakan istana kerajaan Altheas Kings.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
gambar hanya ilustrasi source : pinterest
Seperti di pagi hari pada umumnya, setiap penghuni istana Altheas Kings. Pasti pergi ke ruang makan untuk sarapan. Di ruang makan tersebut, sudah ada meja makan yang panjang sekali. Jika di hitung, tersedia 52 kursi di meja makan tersebut. Lalu, di setiap sudut ruangan ini. Sudah tersedia seperti kitchen set yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman yang enak-enak. Kemudian, di setiap sudut ruangan ini. Ada tujuh puluh lima wanita pelayan yang siap untuk membantu mempermudah para bangsawan untuk menyiapkan sarapan nya.
Tidak seperti di hari-hari sebelumnya, negeri Altheas Kings dilanda cuaca dingin dan mendung yang menusuk tulang. Bahkan, ketika para bangsawan memasuki ruang makan yang luas ini. Mereka kebanyakan menggunakan pakaian yang tebal-tebal. Begitupun dengan para pelayan-pelayan yang berada di ruangan ini, yang sama-sama menggunakan pakaian tebal agar tidak kedinginan.
Raja dari Altheas Kings atau ayah dari sofiel. Datang ke ruang makan ini, dengan muka cemas sekali. Ketika baru di depan pintu masuk, raja berdiri sembari melihat jendela yang terbuka itu.
Lalu, ada seorang pelayan wanita yang menghampiri raja dengan penuh sopan santun. Pelayan wanita itu berkata sembari menundukkan pandangan nya dari sang raja. "Pagi tuan ku, mau kah aku menyediakan satu tempat duduk untuk mu di pagi hari ini? Atau aku perlu membawakan susu cokelat hangat untuk menghangatkan tubuh mu, tuan ku?"
Sang raja tidak sama sekali memandangi pelayan wanita itu yang masih menundukkan pandangan nya dari diri nya. Pandangan sang raja, masih berfokus pada cuaca diluar istana yang terlihat mendung. Seakan-akan badai hujan akan datang di siang hari nanti.
Raja pun berkata kepada pelayan wanitaitu sembari meninggalkan pelayan wanita itu tanpa menengoknya sedikit pun. "Sediakan saja untuk ku tiga kursi yang berdekatan. Untuk ku, istri ku, dan Sofiel. Lalu, sediakan kami bertiga susu stroberi hangat. Dan, untuk menu sarapan nya seperti kemarin-kemarin saja."
Ketika raja sudah meninggalkan pelayan wanita yang masih saja tertunduk patuh. Pelayan wanita itu, berkata. "Baiklah, akan saya sediakan dengan sepenuh hati, wahai raja ku."
Kemudian, wanita itu bergegas untuk segera menyediakan apa yang raja nya inginkan.
Sang raja berjalan mendekati jendela yang terbuka lebar di ruangan makan ini. Padahal, jika dirinya sudah berdiri di depan pintu masuk. Ia pasti langsung duduk manis menikmati sarapan nya bersama bangsawan lainnya. Namun, tidak dengan di pagi hari ini.
Ketika raja sudah berada di depan jendela, raut wajah nya semakin cemas. Seakan-akan bakal ada sesuatu yang menimpa kerajaan ini.
Tidak lama kemudian, ratu Altheas Kings datang ke ruangan makan ini dengan pakaian yang tebal. Ia yang baru saja berdiri di depan pintu masuk, langsung terkejut dengan suami nya yang tidak biasanya berdiri di depan jendela begitu lama, tanpa sepatah kata apapun.
Kemudian, wanita pelayan tadi yang mendekati sang raja. Kini kembali mendekati sang ratu, dengan penuh kata yang lemah lembut. "Pagi ratu ku. Aku sudah menyediakan tiga kursi dan tiga susu stroberi hangat untuk mu, sang raja ku, dan Sofiel. Mau aku antar sampai tempat duduk mu?"
Sang ratu yang sama sekali tidak menoleh ke pelayan wanita itu, hanya bisa berkata beberapa kata saja. "Tidak perlu, kecuali jika Sofiel datang. Antar dia ke tempat duduk nya..."
Kemudian, ratu langsung meninggalkan wanita pelayan itu. Ia bergegas menghampiri suami nya yang begitu lama berdiri di depan jendela.
Si pelayan wanita itu, hanya bisa mengangguk. Lalu kembali ke tempat ia berdiri, sebelumnya.
Dari belakang sang raja, sang ratu menyahut nya dengan nada khawatir. "Sayang, tumben sekali kamu berdiri di depan jendela seperti ini? Biasanya, kamu langsung duduk dan menikmati sarapan mu. Apakah karena cuaca pagi hari yang mendung dan dingin ini, kau jadi memilih untuk berlama-lama berdiri di depan jendela ini? Atau ada sesuatu lain?"
Lalu, sang raja menoleh ke sang ratu yang sejak tadi menatap sang raja dengan wajah khawatir. "Cinta, apakah kau ingat dengan ucapan kakek ku?"
Sang ratu berusaha mengingat ucapan kakek dari suami nya itu. "Ucapan apa ya? Aku hampir tidak mengingat nya sama sekali."
Kemudian, sang raja berjalan mendekati kursi nya sembari berkata kepada sang ratu dengan nada pelan namun pasti. "Sang Iblis Shadam!"
Kedua mata sang ratu terbelalak mendapati ucapan sang raja yang begitu mengejutkan hati. Dan akhirnya, sang ratu baru teringat dengan ucapan dari kakek suami nya itu. "Iblis Shadam yang akan menghancurkan negeri ini? Kamu betul bahwa, dengan cuaca mendung dan dingin yang datang secara tiba-tiba ini merupakan tanda-tanda kedatangan nya. Tapi, siapa tahu ini hanya cuaca mendung nan dingin yang biasa saja, kan..."
Datanglah Sofiel dengan perasaan yang bahagia sekali, ia terlihat manis dengan pakaian tebal yang memenuhi tubuh dan kepalanya. Sembari berdiri tegap di depan pintu, ia berbicara dengan lantang kepada seluruh orang-orang yang ada di ruang makan ini. "Selamat pagi semua nya. Wow, hari ini begitu dingin dan mendung. Tetaplah menggunakan pakaian tebal kalian ya, jangan sampai sakit karena ini."
Ketika Sofiel datang, sang raja langsung menatap Sofiel dengan perasaan yang sama cemas nya. "Sofiel adalah mangsanya..."
Sang ratu yang berjalan menghampiri sang raja, mengungkapkan. "Mangsa dari Iblis Shadam, maksud mu?"
Lalu, sekarang yang di tatap penuh wajah cemas oleh sang raja adalah istrinya sendiri. "Benar, karena Shadam senang dengan anak lelaki!"
Kemudian, sang ratu terbelalak dengan pandangan yang terarah ke Sofiel. "Ah Sofiel ku, tidak mungkin!"
Sang ratu pun pingsan secara tiba-tiba, ini membuat satu ruangan panik dan terkejut.