Awal

383 28 4
                                        

"Net masuklah segera ke dalam mobil, kita harus segera kembali ke Apartemenmu, kau harus istirahat." Net orang yang disuruh masuk tadi kemudian bergegas masuk ke dalam mobil, sebelum Net menutup pintu mobil ia kembali menoleh kearah orang yang menyuruhnya untuk masuk yang tak lain adalah temannya yang bernama Boss.

"Ya ini aku sudah masuk.. tapi aku ingin katakan sesuatu, ayolah hanya kau temanku, mengertilah."

Boss tersenyum mendengar permohonan Net, "Baiklah, katakan apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin kosongkan jadwalku selama dua minggu, aku ingin ke villa pribadiku dan menenangkan pikiranku."

.

.

Di tempat tinggal Net, Boss dan Noeul. Terlihat Noeul sedang membuat minuman.

"Eh, Net kau sudah pulang."

"Iya, Eul itu karena aku ingin membahas jadwal liburan kita."

"Dia yang mau, aku hanya mendengarkan keinginannya Eul." Sela Boss

Noeul yang mendengar itu terkejut, lalu ia menatap Net dengan khawatir. "Liburan? Apa kau sedang stres Net, ah aku mohon jangan stress."

"Tidak, dia baik² saja. Dia hanya ingin istirahatkan pikirannya saja." Boss mengatakan dengan senyuman yang sulit di artikan.

Noeul mengabaikan senyuman Bos padanya, "Baiklah, kalau begitu aku akan kosongkan jadwalnya selama yang kau inginkan."

"Eul kau memang asisten terbaikku, aku mencintaimu teman." Dengan memberikan love di kepala.

.

.

Esoknya, mereka bertiga siap untuk pergi. Mereka pun berangkat. Mereka pergi ke vila milik keluarga Net di daerah perbukitan. Tempat itu jadi vila yang terindah.

Mereka sampai di vila Net dan mereka disambut oleh adik Net.

"Halo Semua. Em Phi, aku kesini bersama pacarku."

"Boss, Eul itu adiku Tutor. Dia juga sering kesini."

"Hai Tutor." Sapa Boss.

"Hay Tutor, aku Noeul." Kemuadian Noeul menyapa setelah Boss menyapa.

"Aku Tutor adik Phi Net, kalian masuklah..aku sudah siapkan kamar kalian."

.

.

"Net, kenapa kamarku di sebelah kamarmu?" Tanya Noeul.

"Kenapa? kau tidak suka? Boss juga di sebelahku, kamarku di tengah kalian." Setelah mengatakan itu Net kembali meliat Noeul dengan pandangan menggoda.

"Atau kau mau sekamar denganku, Eul. Yak kau ini ya.."

Noeul tertawa mendengar godaan Net, "Bodoh kau Net, sudah aku mau masuk ke kamarku."

Noeul pun bergegas masuk, dan ia berdiri di balik pintu, entah kenapa perasaannya sedikit tidak tenang karena Net. "Astaga, dia memang selalu bisa membuatku semakin menyukainya." Gumam Noeul dengan wajah yang terlihat sedih.

Disisi lain Net juga akhirnya masuk ke kamarnya, ia berbaring dan mengistirahatkan tubuhnya. Net yang tadinya ingin tidur tiba² melihat sebuah cahaya yang bergerak di langit.

"Astaga, siapa yang bermain dengan cahaya itu. Mengganggu sekali." Net mengintip di balik kaca besar kamarnya dan ternyata di seberang vilanya ada rumah seseorang. Dan yang memainkan cahaya itu adalah seseorang yang berkilauan di malam ia begitu cantik.

Net tanpa sadar terus menatap seseorang itu dan salah satu tangannya menopang dagu dan pipinya untuk bersandar.

"Dia siapa? Dia Cantik, luar biasa, senyumannya. Apa aku menyapanya ya? Aku ingin mengetahui namanya." Net keluar melalui balkon kamarnya dan ternyata dari balkon, dia tampak lebih cantik dari dekat.

"Haayyy, Halo aku Net kau siapa?" Sapa Net.

Kemudian seseorang itu menoleh ke arah suara Net, "Apa ada yang berbicara denganku?"

"Apa? Kenapa dia tidak memandangku, kenapa dia memandang ke kiri." Batin Net.

"Aku di depanmu, aku Net, namamu siapa?"

"Oh iya, maaf aku tidak bisa memandangmu, aku buta."

Net kemudian langsung reflek menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Ah..maafkan aku, aku tidak tau kalau kau tidak bisa melihat, namamu siapa?

"Panggil saya James, oh ya aku harus masuk, selamat malam ya."

"Ya, padahal aku ingin kenalan denganmu. Baiklah selamat malam James." Terdengar nada kecewa Net sehingga membuat James tertawa.

"Astaga, oke, oke, lain kali kau boleh temui aku, sampai jumpa."

.

.

Net kembali ke kamarnya, ia bersiap siap untuk tidur kembali, "Aku harus tau siapa dia, astaga..dia cantik tapi aku kasian padanya karena dia buta."

Kemudian Net membaringkan tubuhnya.

"Aku akan minpi indah."

"Apa Net sudah tidur ya, awal sekali atau mungkin dia capek." Belum berselang lama ada yang memeluk Noeul dari belakang.

"Taaadaaa."

"Net lepas dulu, kau ini ya.." tolak Noeul dengan senyuman.

"Heyy ini aku Boss bukan Net." Kata Boss tidak terima.

Noeul mendengar itu merubah raut wajahnya dan menatap Boss dengan tajam "Yaaak kau, jangan berani memelukku lagi." Noeul pun pergi dari hadapan Boss.

"Kenapa dia tidak pernah bersikap manis sekali saja padaku.. apa dia tidak tertarik padaku?" Boss masih berdiri di tempatnya dan masih memandang ke arah perginya Noeul.

Secret Night

150523

Secret NightStories to obsess over. Discover now