bab 1

22.6K 484 7
                                        


Happy Reading

---

"Del, bangun! Lo nggak sekolah?" ujar Oniel sambil menggoyangkan tubuh Adel ke kanan dan kiri. Namun, sang empunya kasur hanya menggeliat malas.

"Enghh, Kak... lima menit lagi, ya. Aku masih ngantuk," gumam Adel, membenamkan wajahnya ke bantal.

Oniel mendesah. "Yah, kalau lo nggak mau bangun, gue berangkat duluan, ya. Bye, Adel!"

Mata Adel langsung terbuka. "Ihh, Kak! Tungguin aku! Isshh!" protesnya sambil menahan lengan Oniel yang sudah hendak keluar kamar.

Kamar itu penuh dengan sisa makanan dari semalam. Mereka berdua baru saja begadang mabar bersama teman-teman, tapi tak ada yang sempat membereskan bekas camilan yang berserakan.

"Yaudah, buruan! Anak-anak udah nunggu di bawah dari tadi," ucap Oniel, yang sudah berdiri di ambang pintu.

Adel buru-buru turun dari kasur dan bersiap secepat mungkin. Ia memang yang paling kecil di antara teman-temannya di JMT. Bisa dibilang, dia adalah si bungsu yang selalu dilindungi. Meskipun usianya jauh lebih muda, tak satu pun dari mereka mempermasalahkannya.

Semua orang di JMT sudah tahu bahwa Adel diusir oleh keluarganya. Sejak itu, ia berpindah-pindah tempat tinggal, menumpang di rumah teman-temannya. Tapi bagi mereka, Adel sudah seperti adik sendiri—dan tak ada seorang pun yang keberatan dengan keberadaannya.

---

Antareo School

Di sekolah, setelah bel istirahat berbunyi, Mira—yang paling tua di JMT—menatap Adel serius.

"Del, nanti jangan ke mana-mana pas istirahat. Tetap di kelas aja, kita bakal nyamperin lo," ucapnya tegas.

"Loh? Kenapa emangnya, Kak Mira?" tanya Adel polos, menatap dengan puppy eyes khasnya.

"Pokoknya jangan pergi ke mana-mana sebelum kita datang, paham?" timpal Flora, si anak pendiam yang selalu pasang badan kalau urusannya Adel.

"Iya, iya, aku bakal nurut, kok, Kak Mplorr," ujar Adel sambil meledek Flora.

Flora hanya meliriknya sekilas tanpa membalas. Dia memang tak pernah berbicara kasar di depan Adel. Takut si kecil ini ikut-ikutan.

"Yaudah, sana masuk kelas. Kita ke kelas dulu," ucap Oniel sebelum mereka semua pergi.

---

Di Kantin

"Del, lo mau makan apa? Nanti gue sama Olla yang pesenin," ujar Mira.

"Nasi goreng aja deh, Kak. Aku belum sarapan tadi pagi," jawab Adel sambil mengusap perutnya yang keroncongan.

"Yaudah, kita pesen yang sama aja. Tadi pagi kita juga belum makan," kata Olla.

Suasana kantin tiba-tiba heboh.

"Ahhh, Zee! Aku padamu, sayanggg!"
"Zee, terima cintaku!"
"Alay lo, segender aja bangga."
"Bacot! Walaupun segender, gue tetap maju!"

Lulu, si paling kocak di JMT, mendengus. "Apaan sih? Berisik banget."

Oniel ikut memperhatikan. "Katanya itu pemilik sekolah yang terkenal itu." Sambil bicara, tangannya gemas mencubit pipi Adel yang chubby.

Adel hanya pasrah.

Tiba-tiba, seseorang mendekat dan langsung duduk di sebelahnya.

"Hey, kamu yang namanya Reva Fidela Hapsari?"

Adel menoleh, terkejut. "Mmm... iya, Kak. Kenapa ya?" tanyanya gugup. Tangannya refleks mencengkeram jari Oniel. Panic attack-nya kambuh.

Adel memang punya gangguan kecemasan. Dia bisa tiba-tiba merasa panik dan terancam, apalagi jika ada orang asing yang mendekatinya tanpa peringatan.

"Hei, kamu nggak perlu takut sama aku," ucap orang itu santai.

Namanya Zeeandra Putra Harlan.

"A-aku nggak kenal k-kamu, t-tapi k-kamu kenal aku?" ucap Adel terbata, semakin erat menggenggam tangan Oniel.

Dari tadi, Flora, Oniel, dan Lulu hanya diam. Mereka tahu, kalau mereka melawan Zee, Adel bisa saja dibawa kabur olehnya.

"Kamu mau ikut aku? Kita ke apartemenku," ucap Zee santai, tangannya tiba-tiba melingkar di pinggang Adel.

BRAK!

Flora dan Oniel langsung menggebrak meja.

"Heh! Jangan asal megang-megang adik bungsu kita!" bentak Oniel.

"Jangan mentang-mentang lo pemilik sekolah terus seenaknya sama kita!" seru Lulu dengan berani.

Flora segera menarik tangan Adel, mungkin terlalu kasar, karena si kecil itu meringis kesakitan.

"Hey, jangan tarik kekasih saya kasar begitu!" ucap Zee lantang.

Seisi kantin langsung terdiam.

"Ini nggak salah? Zee suka sama si culun itu?"
"Zee bilang ke aku kalau ini cuma bercanda!"
"Kok lo mau sih, Zee, sama anak culun?"

Bisik-bisik tak enak terdengar dari berbagai sudut.

Zee menatap tajam. "Kemarikan kekasihku, atau kalian akan tahu akibatnya!"

Tanpa banyak bicara, dia langsung menarik Adel dan membawanya ke mobil yang terparkir tak jauh dari kantin.

Bodyguard Zee dengan sigap membubarkan kerumunan.

"Kalian semua bubar!" perintah mereka. Siswa-siswi lain langsung mundur, meskipun masih penasaran.

Tapi tidak dengan JMT.

Mira dan Olla yang baru datang langsung panik. "Adel mana?!" tanya Mira dengan nada tinggi.

Oniel menunduk, wajahnya dipenuhi rasa bersalah. "Maafin gue, Mir... gue nggak bisa jagain Reva."

Lulu dan Flora sudah menangis. Mereka merasa gagal melindungi adik kecil mereka.

---

Di Dalam Mobil Zee

Perjalanan menuju mansion Zee memakan waktu berjam-jam. Adel hanya diam, menatap keluar jendela. Mobil mewah itu sunyi.

Zee meliriknya, lalu menghentikan mobil di pinggir jalan. Tanpa peringatan, dia menarik Adel ke pangkuannya.

BRAK!

Gas kembali diinjak, mobil melaju lebih cepat.

"A-aku... kenapa d-dipangku?" tanya Adel dengan suara kecil, menunduk dalam ketakutan.

Zee menyeringai, tangannya mengangkat dagu Adel, memaksanya menatap lurus ke matanya.

"Hey, baby, kenapa menunduk? Hmm? Kamu takut sama aku?" bisiknya lembut.

Adel memejamkan mata, menahan napas.

Dan…













---

Aku revisi biar alurnya lebih mengalir, kata-katanya lebih rapi, dan emosinya lebih terasa.

Hehe maaf yah thor gantung dlu

Hehe maaf bngett yah
Maaf kalo ada salah kata dan ada typo

Mwehehe

Kalo soal cerita zeedel perjodohan paksa itu gk dilanjutin

Udh ahh segitu dlu yah cintaa

Thor mau menghilang dlu jangn lupa VOTE nembus 100 VOTE
Lanjut

SUGAR MOMMY [ZEEDEL] (HIATUS) Stories to obsess over. Discover now