Part 1

72 4 5
                                        

"Apalagi sih?!!"

"Val, mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini??"

"Maksud kamu apa Jo??!!"

"Kamu terus menghindari aku. Di kampus, dirumah. Kamu seakan-akan tidak punya waktu buat aku!!"

"Ckkk. Trus mau kamu apa Jo?"

"Aku maunya, kamu jangan cuekin aku, hindari aku. Aku ada salah apa Val??"

"Kamu mau tahu apa salah kamu? Kamu setiap hari minta ditemani kesana lah, ke bar lah, ke Gym lah. Aku capek Jo.... aku capek!! Aku juga butuh waktu sendiri!! Kamu ngerti nggak sih??!!"

"Kenapa? Kamu kan pacar aku Val!! Wajar donk aku minta kamu nemenin aku kemana aja!!"

"Pacar bukan berarti aku harus ngikutin kamu kemana aja Jo!!!"

"Aku ngajakin kamu, supaya kamu nggak mengurung diri terus dirumah dan mikirin mendiang papa kamu terus Val!!"

"Papa baru aja meninggalku Jo...!! Apa aku nggak boleh memikirkan itu semua??!!  Stop... Jo...  Stop kamu berteriak-teriak didekatku dan mengikutiku!!"

"Kamu.....-"

"Klo kamu nggak suka aku seperti ini, kamu sebaiknya cari pacar lain aja Jo.."

"Val...,Kamu.... bicara apa? Oke,sebaiknya kamu tenangin diri kamu!! Nanti aku akan menelponmu." Pria itu pun meninggalkan gadis itu sendirian dipinggir taman dekat kampus.

"Kamu tidak usah menelponku!! aku tidak akan mengangkat telp dari kamu!!" Teriak si gadis, karena si pria sudah pergi menjauh darinya.

"Arrrgggghhhhh."Teriak gadis itu, kemudian melanjutkan langkahnya menyusuri taman.

Kaleana yg tanpa sengaja melihat pertengkaran itu pun, memutuskan melanjutkan langkahnya menyusuri taman. Saat Kaleana berdiri, tiba-tiba ada yg menabraknya dari belakang.

Kaleana ditabrak oleh gadis yg dilihatnya bertengkar tadi. Gadis itupun sempat melirik Kaleana tanpa mengucapkan maaf. Gadis itu terus berjalan hingga menemukan bangku taman. Gadis itu adalah Val. Valerie lebih tepatnya.

Valerie memutuskan duduk dibangku taman yg muat untuk 3 hingga 4 orang. Ia pun akhirnya menangis karena pertengkarannya dengan Jo.

Kaleana memutuskan mengikuti langkah Valerie di belakangnya. Hingga kaleana duduk dibangku yg sama, Valerie belum juga menyadarinya.

"Are you oke?" Kaleana mengawali bertanya.

Valerie agak terkejut. Karena tiba-tiba ada orang yg menanyai keadaannya.

"I'm good." Balas Valerie seraya menunduk menghapus air matanya dipipi.

"Bertengkar dengan pacar?" Tanya kaleana lagi.

Valerie menoleh kearah Kaleana.

"Tadi tak sengaja, saya melihat pertengkaran kalian." Lanjut kaleana.

"Aku nggak ngerti dengan jalan pikiran cowok. Cowok semaunya sendiri, suka memaksa, nggak mau ngerti apa mau ceweknya. Hiks...hiks...hiks....!!!" Jelas Valerie sambil tersedu.

"Hey... sstttt sssttt ssttt!!" kaleana mendekatkan diri memberi pelukan untuk menenangkan Valerie yg menangis tersedu-sedu. "Apa anda menginginkan sesuatu?"

Valerie yg tadinya merasa nyaman dipeluk kaleana, tiba-tiba memberi jarak saat mendengar pertanyaan Kaleana. Seraya menjawab "Alone... I need....alone!!"

Kaleana pun menatap Valerie lekat. Yang ditatap balik oleh Valerie selama 2 detik.
"Oke, sorry!!" Kata kaleana seraya beranjak dari kursi taman.

Belum sempat melangkah, pergelangan tangan kiri kaleana ditarik Valerie secara tiba-tiba.
"Wait..!"

Kaleana pun melihat kearah tangannya yg ditarik.
"Sorry...!" Lirih Valerie seraya melepas genggaman tangannya.
"Terima kasih sudah menanyakan keadaanku. Aku tidak bermaksud mengusir!"

Kaleana pun tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya, dan memutuskan duduk kembali dibangku yg sama.
Setelahnya, hening pun melanda diantara mereka berdua. Mereka sama-sama menatap kearah depan.

Kaleana menoleh kearah Valerie dan mengamati penampilan Valerie.
"Pakaian anda bagus." Kata kaleana untuk memecah keheningan.

Valerie pun melihat penampilannya dan menoleh kearah Kaleana serta melihat penampilan lawan bicaranya, Sambil berkata, "aku pikir kamu  cantik, ini multi gaya. hehehe" tawanya pelan.

"Pakaian saya biasa saja. Karena saya belum mampu membeli pakaian sebagus anda."balas Kaleana tersenyum.

"Bagaimanapun, uang terlalu dibesar-besarkan." Balas Valerie.

"Apakahanda tidak peduli dengan uang?" Tanya Kaleana. 

Valerie menggelengkan kepalanya "tidak sama sekali"ucapnya sebagai jawaban dan menatap kearah depan lagi. Hingga hening kembali terjadi diantara mereka.


"Klo gitu serahkan semua barang anda!!" Todong Kaleana kepada Valerie secara tiba-tiba dengan wajah yg serius. Dan itu cukup membuat Valerie terkejut. Dan menatap Kaleana dengan wajah tegang.

Selang beberapa detik dari ketegangan itu, Kaleana pun tertawa karena melihat wajah tegang Valerie.

"Hiks...hiks... hiks!!" Dan Valerie menangis.

"Hey...jangan menangis... saya cuma bercanda." Seru kaleana pelan sambil memeluk Valerie untuk menenangkannya. Setelah merasa tenang, Valerie mengangkat kepalanya dari lengan Kaleana dan tertawa pelan karena merasa konyol akan kelakuan Kaleana.

Setelah tawanya reda, "Valerie!!" Serunya pelan memperkenalkan diri dan mengangkat tangan kanannya agar dijabat.

"Kaleana." Jawab kaleana sambil menerima jabat tangan Valerie. Dan mereka pun tertawa bersama.

"Thank you"

"Untuk?"

"Atas perhatian kamu dan sudah menghibur ku" balas Valerie.

Kaleana pun tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.

"Kale...! Aku boleh panggil kamu Kale?" Tanya Valerie.

"Kamu orang pertama yg memanggilku Kale. Keluarga, bahkan teman-temanku memanggilku Lea." Balas Kaleana.

"Kenapa? Kamu nggak suka ya?" Tanya Valerie memastikan.

"Nggak kok. Klo dipikir-pikir, bagus juga panggilan itu." Balas Kale tersenyum.
Valerie pun tersenyum lebar mendengar jawaban Kale alias Lea a.k Kaleana.

Hp Valerie pun berdering, menandakan panggilan masuk. "Aku sudah dijemput. Aku balik duluan ya Kale!" Seru Valerie dan berdiri dari duduknya.

"Oke, silakan." Balas Kale dan berdiri.
Sebelum melangkah pergi, Valerie pun memeluk Kale sebagai tanda perpisahan.
Kale pun balas memeluk Valerie. "Nyaman!" Batin Valerie.

Mereka pun berpisah menyusuri jalan taman dengan arah yg berlawanan. Kale harus balik ke kafe tempat dia bekerja. Sedangkan Val, harus segera menemui supirnya untuk balik kerumah.

Kaleana (Love Between Women )Stories to obsess over. Discover now