Jika Aku Selangkah Lebih Cepat

24 6 0
                                        

Pagi buta, terdengar suara jeritan ibu Cinta dari bawah, "ACINTYA BANGUN" hingga membuat Cinta terperanjat dari tempat tidur. Seperti biasa, ia hanya membasuh wajah dan stater motornya.

"Mamah aku kesekolah!" Teriak Cinta.

"Sarapan dulu!" Sahut ibunya dari dapur.

Lagi dan lagi Cinta lupa sarapan. Perjalanan menuju sekolah SMA 99 Jakarta pun macet, sehingga saat sampai, ia langsung parkir motornya dan lari menuju kelas 11-1. Ia mengambil topi dan siap-siap menerima penghargaan saat upacara. Acintya Sadhewa, seorang anak yang ambis, berprestasi, dan setiap kompetisi, ia selalu menduduki peringkat pertama, namun ia hanya bergaul dengan teman pilihannya.

"Gila, tadi jalanan macet banget, hampir aja gua ditegur kesiswaan lagi." Kata Cinta dengan raut wajah khawatir.

Cinta meletakkan tasnya di kursi dan mencari catatan kecil yang hilang sejak tiba. Dari pintu kelas terdengar hentakkan sepatu milik Gamar. Tiba-tiba, catatan kecil itu ditemukan tepat di bawah sepatu Gamar.

"Lo ngapain sih?" Tanya Cinta dengan nada tegas.

Baru pertama kali Cinta berbicara padanya.

"Sorry Cinta" Gamar menyeringai dan mengambil catatan yang menempel di sepatunya.

Gamar Raharja, jagoan kelas, berbadan tegap, friendly, namun bodoh. Sudah masuk semester 2 tapi Cinta dan Gamar tidak pernah berdamai. Dari perspektif Cinta, Gamar hanyalah anak yang tidak menonjol secara akademis dan hanya dikenal kaya dari uang orang tuanya. Kesimpulannya, Gamar adalah anak yang manja. Dari perspektif Gamar, Cinta adalah anak yang sok ambisius, sok galak dan pilih-pilih teman.

"Temen-temen, minggu depan kita ada lomba imlek ya, dan seperti biasa kita harus juara dekor kelas. Hari ini saya minta bantuan dari ketua kelas yaitu Cinta dan tim dekor untuk beli dekor ya? " Kata Bu Widi.

Bel sekolah berbunyi menandakan waktunya pulang. Cinta segera beres-beres barangnya dan mengambil uang kas untuk beli dekor. Di kelas 11-1 hanya tersisa anak design, Cinta dan Gamar.

"Ta, nanti gue kirim bahan yang diperlukan buat dekor di Whatsapp ya." Ucap Sekar

"Gue baru inget gue gak bawa motor, kira-kira lu pada ada yang bawa motor atau mobil ga?" Tanya Cinta.

Suara gesekan barang dari ujung kelas terdengar. Semua orang menatap Gamar yang sibuk menata barangnya.

"Kayaknya Gamar bawa tuh" Kata Sekar.

"Kenapa? Lo mau gue anterin?" Tanya Gamar kepada Cinta.

"Gak perlu kok, gue kesana aja sendiri." Kata Cinta sambil berjalan keluar kelas.

Semua orang di ruangan memberikan kode pada Gamar untuk memaksa Cinta agar mau diantar. Gamar pun turun ke lobi sambil memanggil nama Cinta agar dia berhenti melangkah lebih jauh.

"Ta! Cinta! Udah sini gue anterin!" Ucap Gamar sambil ter ngah-ngah

"Gak usah, serius gua." Kata Cinta

"Lo pasti gak mau ngecewain Bu Widi kan? Udah cepet ayo." Kata Gamar

"Yaudah, asalkan nanti lo traktir gue kopi" Pinta Cinta.

Akhirnya, Cinta mau dibonceng Gamar dan permasalahan pun dimulai.

Sejak hari itu, Gamar jatuh cinta padanya. Setiap pagi, ia selalu membawakan Kopi untuk Cinta, bahkan saat valentines, Gamar rela merangkai bunga berbentuk hati yang menjadi bingkai untuk coklat rasa kopi seberat 1kg. Gamar selalu melakukan hal-hal kecil seperti, membukakan pintu, memberikan minum, menarik kursinya, sampai mengantarkannya pulang, walaupun terlihat sangat jelas raut wajah Cinta terpaksa menerima kebaikan dari Gamar. Sudah satu minggu Cinta diusik oleh Gamar. 7 kali Gamar menembak Cinta dan 7 kali Cinta menolak.

Kring kring alarm handphone Cinta berbunyi.

"Kamu gak sekolah?" Tanya ibunya.

***

Acintya

Hah? Udah jam segini aja? Nanti ribet bikin SP, mana gue belum belajar biologi banget lagi... Apa gak usah masuk ya? Tapi nanti orang-orang mikir gue lari dari ujian mulu. Beasiswa gue dicabut gak ya?

***

"Engga mah, aku agak pusing." Kata Cinta.

Dari dulu Cinta sudah terbiasa untuk kabur dari ujian karena takut nilainya tidak maksimal.

"Yaudah mamah izinin, kamu hari ini istirahat biar besok ga bolos dari ujian" Ibunya mencium kening Cinta dan pergi ke kantor.

Jika Aku Selangkah Lebih CepatStories to obsess over. Discover now