Hallo perkenalkan namaku adalah Bintang aku berusia 20 tahun aku sedang hamil tua. Aku adalah guru olahraga sekaligus pelatih sepakbola di sebuah SMA swasta . Sedangkan kekasih sekaligus ayah dari bayiku adalah muridku sendiri yang masih berusia 15 tahun dia merupakan kapten sepakbola namanya adalah Revin. Aku dan Revin tinggal bersama di sebuah villa yang jauh dari kota kira-kira butuh waktu 3 jam untuk bisa sampai kesekolah.
Sekarang aku sedang makan bersama Revin di ruangan pribadiku. Revin juga membawa baju ganti karena setelah jam istirahat waktunya kelas Revin olahraga. Setelah makan Revin sedang duduk dipangkuanku sambil menyusu padaku dan mengelus perutku. Setelah beberapa lama Revin berhenti menyusu.
"Mas bukannya harusnya mas sudah melahirkan dari 4 bulan lalu yaa? Apa masih belum ada tanda tanda mau melahirkan?" Tanya Revin sambil mengelus perutku yang besar. "Belum love. Love nanti kita ada latihan sepakbola kalau mas nggak ikut kamu gapapa?" Aku berbohong pada Revin sebenarnya perutku sudah mulai mulas dari pagi tadi. "Hmmm nggak mau kalau bukan mas pelatihnya aku nggak mau ikut. " Revin cemberut imut sekali. "Kok gitu sih love kan kamu kaptennya. " Aku mengelus sayang rambut Revin. "Pokoknya nggak mau mas. Maunya sama mas.." Mata Revin mulai berkaca-kaca. "Iya iya love mas janji akan ikut latihan nanti. Yaudah yuuk siap siap bentar lagi waktunya olahraga. " Aku mencium bibir Revin sekilas.
Kelas olahraga pun dimulai aku mengajar di kelas Revin materinya Roll depan, Roll belakang, pull up dan lompat jauh. Aku memberi contoh di masing masing materi.Beberapa kali perutku terasa mulas hingga aku terkadang mengelus perutku. Setelah selesai saat jam bebas beberapa anak bermain sepakbola dan basket. Revin mengajakku untuk bermain sepakbola bersama. Saat jam selesai aku meminta Revin untuk membantuku membereskan alat alat olahraga yang dipakai.
Skip cerita sekarang 2 jam terakhir menuju pulang. Perutku sudah terasa semakin mulas. Terakhir kali aku mengecek keadaanku di kamar mandi ternyata sudah bukaan 3. Untungnya sekarang jam kosong karena banyaknya anak kelas yang kuajar mengikuti rapat osis. Saat aku berjalan menuju ruanganku aku mampir dulu kekelas Revin untuk meminta Revin datang keruanganku dan membawa buku esay olahraga karena Revin adalah ketua kelas di kelasnya.
Begitu tiba di ruanganku ada yang mengetuk pintuku aku kira Revin ternyata Orlando dia memintaku untuk mengajarinya Roll depan, belakang, pull up dan beberapa materi lain tentu aku tidak menolaknya karena itu tugasku sebagai guru. Sialnya saat aku mau membereskan matras aku tersandung dan jatuh menimpa Orlando dan sialnya lagi bibirku mengenai bibirnya. Tepat saat itu Revin membuka pintu kelasku dia menjatuhkan buku buku yang dia bawa. "Maaf sepertinya aku datang diwaktu yang salah. Maaf sudah mengganggu. " Revin langsung menutup pintu dan berlari keluar sambil membawa tasnya.
Aku langsung bangkit dan meminta maaf pada Orlando dia juga minta maaf. Lalu dia segera pergi dari ruanganku. Aku segera membereskan buku yang berserakan lalu aku berlari mengejar Revin menuju rooftop. Di rooftop Revin sedang duduk sambil menangis. Aku memeluknya dari belakang. "Hiks hiks hiks mas jahat hiks hiks selingkuh." Aku membawa Revin kepangkuanku dengan duduk menghadapku. "Nggak sayang. Mas nggak selingkuh. Tolong dengerin mas dulu oke. " Revin masih menangis dipelukanku.
"Tadi Orlando datang ke ruanganku, lalu memintaku untuk diajarkan materi olahraga. Jadi aku mengajarkannya. Terus tadi waktu aku mau jalan aku tersandung matras dan jatuh mengenai Orlando sayang. " Revin menatapku dan mengelus perutku. "Mas gapapa? Anak kita gapapa kan?" Aku mengangguk dan mencium Revin. "Mas baik baik aja sayang. Jangan khawatir ya..." Revin mengangguk. "Mas jangan pernah tinggalin aku. Aku takut mas lebih milih orang lain. Mas kan ganteng..." Aku tersenyum dan mengelus rambut Revin. "Mas hanya mencintaimu Love. Oh iyaa kenapa kamu bawa tas mu juga. " Revin langsung cemberut.
"Iiih tadi aku niatnya habis anterin buku soal mau habisin waktu di ruangannya mas. Tapi aku malah lihat mas sama yang lain." Aku mencium bibirnya. "Yaudah ayoo keruangannya mas." Aku langsung menggendong Revin. "Mas aku jalan aja mas. " Aku menggeleng. "Nggak mas mau gendong bayi besarnya mas." Aku menggendongnya dan membawanya keruanganku.
Begitu tiba diruanganku aku langsung menutup pintu dan kami langsung berciuman. Kemudian aku membuka baju milik Revin dan menciumi tubuhnya dan memberi tanda di tubuhnya. Di ruanganku hanya terdengar suara desahan Revin kemudian aku membuka celanaku dan Revin lalu aku memasukkan juniorku ke lubang Revin. Setelah aku sampai klimaks gantian Revin yang membuka bajuku dan menciumi tubuhnya bahkan Revin menyesap putingku dan tangannya memainkan juniorku. "Aaah Revin nggh aaah menyusulah love aaah Revin aaah." Aku mendesah keenakan walaupun perutku terasa semakin mulas tapi aku mengabaikannya.
Hingga saat Revin mulai akan memasukkan Juniornya ke lubangku. "Mas astaga mas sudah bukaan 7 lho mas.. Kita berhenti disini aja yaa..." Aku menggeleng. "No love pecahkan ketubanku dengan juniormu. Ayoo lah aku ingin juniormu di lubangku. " Revin menciumku dan memepetku ke tembok. "Baiklah kalau itu maunya mas. Bersiaplah. " Revin memasukkan Juniornya ke lubangku. Kami bermain hingga beberapa ronde hingga. Aku mendesah antara nikmat dan sakit. Hingga bukaanku lengkap tepat setelah Revin dan aku mencapai klimaks. Revin mengeluarkan juniornya dari lubangku.
"Kenapa ngggh berhenti love? Nggh uuh bukaanku sudah lengkap tinggal menunggu ketubanku pecah." Tanyaku. Revin membawaku duduk baru Revin duduk dipangkuanku. "Mas 20 menit lagi kita latihan sepakbola. Mas aku mau menyusu boleh?" Aku mengelus rambut Revin yang sedang menyusu padaku. "Oh iyaa nanti kita main sepakbola. Menyusulah love. " Baru beberapa lama Revin sudah tertidur.
Singkat cerita sekarang waktunya untuk latihan sepakbola. Disini aku ikut bermain karena salah satu muridku ada yang tidak masuk latihan. Kami membuat perjanjian yang kalah akan menggendong yang menang. Kamipun bermain 2 babak sialnya timku kalah melawan tim Revin.
Akupun menggendong Revin sambil bermain sepakbola meskipun Revin beberapa kali menanyakan keadaanku dan aku menjawab bahwa aku baik baik saja. Hingga akhirnya kami bermain hingga 2 babak. Setelah selesai bermain aku duduk di lapangan sambil memangku Revin dan bisa kulihat anak tim ku yang kalah tadi duduk sambil memangku partner gendongnya termasuk Orlando yang duduk memangku Nico. Aku mengelus perutku yang terasa semakin mulas.
Aku sangat terkejut ketika tiba-tiba dari paha Orlando merembes air apalagi aku lihat tim ku yang lain juga mengalami hal yang sama. "Astaga apa itu air ketuban? Apa kalian hamil?" Aku lihat pasangannya mengelus perut besar mereka. "Eeenggh iya pak ngggh eeenggh Nico nggh sepertinya bayi kita akan lahir ngggh. " Kata Orlando. "Astaga yasudah ayoo segera pulang kalian. Apa kalian semua adalah pasangan?" Semua mengangguk. "Eeenggh iya pak ngggh aku adalah kekasih ngggh Hardian. " Kata Leo sambil menggenggam tangan Hardian.
"Yasudah lebih baik kalian segera pulang biar aku dan Henry yang membereskan ini semua. " Kataku. "Eeenggh pak ngggh sepertinya ngggh aku akan melahirkan disini ngggh ngggh kepala bayiku sudah keluar dari lubangku pak ngggh. Nico ngggh eeenggh uuugh sakit sekali love ngggh. " Nico segera membantu Orlando untuk melepaskan celananya.
Aku melihat sekelilingku dan ternyata 10 orang timku semuanya mulai melepas celana mereka dibantu pasangannya karena kepala bayi mereka sudah menyembul keluar. "Eeeengggh pak ngggh apa kami boleh melahirkan disini pak?" Kata Dian. " Tentu boleh. Ayoo kalian masing masing membantu pasangan kalian. Aku dan Revin akan membawa air dari kamar mandi kemari. Ayoo Revin ikut mas ke kamar mandi. " Aku menggandeng tangan Revi. "Revin ngggh aku tau kamu kekasih pak Bintang ngggh eeenggh tadi di ruang pak Bintang ngggh sungguh salah faham ngggh eeenggh aku ini ngggh eeenggh kekasih Nico ngggh eeenggh. "Revin mengangguk. "Iya Orlando maafkan aku. " Aku mengelus rambut Revin. "Ngggh eeenggh tidak apa-apa. Ngggh eeenggh Nico ngggh sakit sekali. " Aku dan Revin segera pergi.
Dijalan Revin memegang tanganku. "Mas kalau bisa waktu lahiran jangan bareng mereka yaa... Soalnya aku nggak mau ada yang lihat badan dan terutama lubangnya mas selain aku...." Aku mencium bibir Revin. "Iya mas janji sama kamu. Aku akan melahirkan berdua saja denganmu. " Saat tiba di kamar mandi untuk mengambil air aku langsung ke bilik sambil membawa beberapa ember yang aku bawa dari ruang kebersihan.
Aku masuk kesalah satu bilik kamar mandi dan mengisi 3 ember sekaligus namun tiba-tiba pyar pecahlah air ketubanku. "Sabar ya sayang Daddy belum bisa melahirkanmu sekarang, Daddy sudah berjanji pada papamu nak. " Aku mengelus perutku.
TBC
YOU ARE READING
Mpreg birth stories
FantasyKumpulan cerita mpreg melahirkan bersama pasangan cerita 18+ 100% imajinasi ku jelas sekali cuma fiktif dan jauh dari kenyataan overdue dan banyak anak if you like read it if not just go away
