00. Prologue

7 0 0
                                        

Kebaya putih melilit indah tubuh kecilnya. Riasan tipis pun sudah mewarnai wajah mungil dengan pipi gembil tersebut. Senyum manis terpatri tanpa ragu dibilah tipis dengan pewarna alami. Cantik sekali. Siapapun akan terpaku menatap se-sempurna apa sosok gadis tersebut.

"Sekarang hadap serong kiri ya."

Gadis itu mengangguk. Sorot cahaya kamera bersamaan suara 'cekrek' menjadi tanda jika dirinya yang sempurna kembali diabadikan melalui sebuah lembaran foto.

"Perfect! Kamu cantik sekali Bening!"

Seruan sang fotografer membuat senyum Bening semakin terpatri. Akhirnya sesi fotonya telah berakhir dengan lancar dan tanpa kendala.

Segera gadis itu menghampiri sang menejer yang bertepuk tangan dengan bangga. Wanita yang jauh lebih dewasa itu melangkah cepat dan segera memeluk artisnya.

"Setelah tiga tahun kamu berhenti, nyatanya hal itu sama sekali nggak mengganggu kecantikan kamu!" cerocos sang menejer bangga sekali.

"Jadwalku hari ini selesai kan? Aku mau minta izin dulu." lirih Bening mematri senyuman manis.

"Oke sayangku. Hati-hati di jalan ya cinta!" ujar menejernya.

"Apalah Anda ini? Geli sekali!" jingkat Bening.

Didalam mobil, Bening segera meraih gawainya yang terus berdering sejam tadi. Tersenyum manis kala melihat siapa yang menghubunginya.

"Terimakasih."

lirihnya nyaris tak bersuara. Kebahagiaan nampak jelas di manik indah tersebut. Melirihkan ribuan terimakasih pada orang yang selalu sabar disamping dirinya.

"Iya Sayang. Aku on the way. Sabar ya!"

Time HealsWhere stories live. Discover now