Tidak berakhir

23 1 0
                                        

time travel
"kenapa si kamu masih belum nerima lamarannya fadil? apa ada masalah dengannya?" tanya indah penasaran.
"dia tak ada masalah, dia baik. aku masih belum bisa buka hati aja untuk orang lain. aku udah mencoba" jawabku bimbang dengan air minumku.
"apa karena randi ya? kamu belum bisa move on dari dia? kamu ni gila ya! tiga tahun sar, tiga tahun kamu masih belum move on dari tuh orang. pelet darimana si dia gila asli kamu" seru indah kesal dengan jawabanku.
"bukan, aku udah move on kok" kilahku.
"palalu move on! dah ah bosen aku bahas ini mulu" gerutu indah sambil ngaduk minumannya dengan kesal.
"maaf, hahaha yu ganti topik kita. menikah bukan tujuanku. kan kamu tau" kataku berusaha tersenyum.
"iyaaaa, iyaaa serah mu dah. bodo amat" kesal indah.

setelah pulang dari hangout dengan indah di kafe malam itu. aku merebahkan tubuh ku ke kasur. aku menghela nafas. mencoba memikirkan kembali pembicaraan ku dengan indah.
ini bukan hal rumit, aku hanya berusaha untuk menjadikan pernikahan bukan tujuan utamaku saat ini. aku hidup nyaman sekarang. aku belum memikirkan apakah aku benar2 butuh pasangan. untuk apa aku dengan pasangan. aku masih belum siap dengan orang lain. aku juga masih belum yakin apakah nanti bisa berbeda pendapat dengan orang lain. aku hanya takut mungkin akan berakhir hal yang sama seperti sebelumnya.
aku bukan belum bisa move on. aku hanya memikirkan kembali saja. apakah aku benar2 membutuhkan pasangan.  tapi apa benar aku belum bisa move on ya?. aku mencoba mengingat kembali masa ku dulu.
-----
saat itu aku baru lulus SMA, dan sedang mencari perguruan tinggi untuk melanjutkan studi kuliah.
aku sudah mencoba banyak universitas dengan pilihan pertama kedokteran tapi satupun tidak ada yang menerimaku. Hingga takdir berkata lain. aku yang berawal dari iseng mendaftar mandiri di universitas lambung mangkurat dengan pilihan 2 yaitu arsitektur. Hasilnya di Terima. Alhamdulillah akhirnya bisa kuliah.
Tapi orang tua ku berpendapat lain. Orang tua ku tetap ingin aku kuliah kedokteran alih2 sambil menunggu tahun depan. aku diperbolehkan kuliah Arsitektur. aku terima saja karena orang tua ku yang bayar kuliah ku.

aku berangkat ke kalimantan selatan dengan ayahku. kami tiba setelah maghrib, saat tiba kami mencari hotel untuk menginap. Dengan perjalanan darat 10 jam membuat badan kami lelah.
Keesokan harinya aku diantar ayah untuk mencari kos2an untuk aku tinggal. kami berkeliling sampai dapat dekat kampusku. Setelah bertanya2 dan sudah merasa cocok ayahku menyuruhku langsung meninggalkan ku di kos tersebut dan balik ke hotel.
"haaaa bosan, aku ngapain ya bagusnya, aku belum bisa bahasa daerah sini" kataku bosan setelah beres2 kos untuk aku tinggalin.
pada akhirnya aku hanya bermain hp dan tidur. besoknya aku harus mendaftar ulang, karena masih belum ada jawaban dari ayahku untuk menemaniku daftar ulang apakah bisa atau ngga. aku berinisiatif untuk jalan kaki sendiri sambil olahraga.
"tapi ini baru jam 6, dan aku ngga tau kampus nya dimana. apa pake gmap? tapi aku gaterlalu paham bacanya gimana" kataku dalam hati.
Dengan modal nekat aku tetap keluar dari kosan dan berangkat mencari kampusku untuk mendaftar ulang. selama 1 jam setengah aku keliling akhirnya menemukan kampus yang aku cari. sambil menahan lapar karena emang belum sarapan atau pun minum. aku tetap mengikuti alur pendaftaran ulang.
awalnya aku bingung karena mereka menggunakan logat dan bahasa yang menurutku masih asing. padahal di kotaku yang provinsi nya tetanggaan aja banyak orang daerah itu tetap membuatku tidak terlalu memahami apa pembicaraan mereka.
apa karena mereka ngomong terlalu cepat ya, makanya aku tidak terlalu mengerti. aduh harusnya aku belajar bahasa mereka. tapi dengan siapa? aku belum dapat teman sampe sekarang.
aku merenung sedih di antara lalu lalang orang yang sibuk daftar ulang sepertiku. ada yang bersama teman mereka. ada yang dengan orang tua mereka. aku terlalu iri dengan kesendirian ku. tapi aku kesal juga kapan ayahku datang menemaniku. ini masih pukul 10 dan belum selesai. aku kesepian

jarum sudah menunjukkan 12 dan aku udah hampir selesai tes terakhir, dan bertepatan itu ayahku datang memanggilku. akhirnya makan tiba setelah beberapa jam aku menahannya. setelah pendaftaran saat itu aku dan ayahku ke banjarmasin untuk melakukan pembayaran kuliah karena harus dilaksanakan disana.
Dengan perjalanan banjarbaru-banjarmasin yaitu 1 jam. aku meluangkan waktuku dengan istirahat sejenak di mobil. sesampainya disana aku mengikuti alur pembayaran dan selesai.
kembali di banjarbaru ayahku meninggalkan ku di kos dan kembali ke samarinda. aku sendirian lagi :)

sepanjang hari berlalu aku memikirkan gimana aku kedepannya. gimana dengan bahasa yang harus ku pelajari. apa aku akan baik baik saja. apalagi aku sendiri.

kebetulan karena aku mencari informasi sana sini hingga ketemu grup angkatan jurusanku aku jadi bisa sambil memahami bahasa mereka. selama kira2 seminggu aku berusaha memahami pembicaraan mereka. pas ketemuan jurusan pun aku masih diam karena mereka waktu itu ngomong terlalu cepat bagiku.
"sar kenapa kam behinip " tegur temanku karena aku bengong diam sendiri. aku masih berdiam karena belum paham dia ngomong apa.
"ay, jangan bahasa banjar. maksudnya mutia kenapa kamu diam aja sarah? ayo ngobrol kita" tegur temanku yang lain. mutia cengenges karena lupa aku berbeda daerah dengan mereka.
"ah, aku ngga paham kalian ngomong apa. ngga papa, kalian ngomong aja. aku berusaha memahami kalian. tapi kalian terlalu cepat ngomongnya hehe" balasku.
" ah, santai aja sarah. kamu tanya aja nda papa jangan malu2" kata temanku dan sekarang aku yang bingung mau ngomong apaan.
Dengan pembiasaan dengan lingkungan, bahasa, dan materi persiapan kuliah. aku udah cukup berusaha keras dengan semuanya. hingga tibalah saat ospek kampus. ospek kampus dimulai pagi tetapi harus datang sebelum waktunya. bahkan aku berangkat jam 5 pagi untuk berkumpul di gerbang kampus lari menuju fakultas teknik dengan lari kecil sambil membawa banyak barang2 yang disuruh sebelumnya. cukup banyak barangnya ini membuat lelah dan berlangsung selama 4 hari.

selama ospek cukup melelahkan, selain harus bangun pagi kami juga mendapat banyak tugas yang harus disiapkan tiap harinya. pas hari ke 3 aku bangun telat jam 6 lewat. aku cukup panik dan meminta tolong anak kos lain yang merupakan senior sedang libur mengantarku. karena tidak ada waktu aku untuk sampai ke gerbang hanya beberapa menit. aku butuh 30 menit lebih untuk jalan kaki. jadi aku minta tolong saat itu. kebetulan kk nya mau dan aku diantar. sesampai disana semua senior diam. beruntung aku saat itu lagi hari diam nya senior. pengecekan mereka apakah akan ada yang buat masalah kalau di diamkan. ternyata benar besok nya mereka semua marah-marah.

setiap pagi diteriakin ospek dari hari pertama pun membuatku pusing. "woy lari, baru pagi udah lemah aja!!! yang disana lari!!!! heh cowok kok lemah lari ga" teriak semua senior memenuhi lapangan. seketika kantuk mungkin hilang terganti tertekan akankah baik2 saja hari ini. hingga hari ke 4 pun aku masih belum terbiasa dengan teriakan mereka. aku benar2 pusing dan mencoba ijin karena berpikir mungkin emang ga kuat berdiri terus.
"heh kam! aku kada percaya kam garing. kada usah pura2 kam. kam garing apa?" tanya senior kepadaku. aku bingung diam karena senior ngomong bahasa banjar dan cukup cepat saat itu bersamaan otakku lagi pusing belum bisa mencerna jadi dengan polosnya aku balas " kk, garing itu apa ya ka?" tanya ku polos. seketika hening semua di ruangan itu menahan tawa terutama kknya diam sambil menahan malu.
"garing itu sakit ding ay, kamu sakit apa?" tanya kk nya dengan suara lebih lembut.
"oh, sakit ka kaki saya saraf kejepit jadi tidak bisa berdiri lama" jawabku. kk itu pergi setelah jawabku.
"aku harus belajar lebih banyak dan lebih cepat lagi bahasa daerah sini" pikirku tegas.
***********-----

Part of youStories to obsess over. Discover now