setelah kau memutuskan untuk pergi meninggalkanku, aku menjadi orang yang sulit untuk menerima kenyataan, aku selalu memerangi diriku sendiri, hampir setiap mlm pikiranku bertengkar melawan hati, ingin rasanya aku melupakanmu menjalani hidup baru, melewati hari tapa air mata. Tapi bagaimana aku bisa lupa sedangkan bayangmu masih menghantuiku di setiap waktu, dan jujur itu sangat menyiksa.
Perpisahan ini membuatku mati rasa, dan kamu masih jadi alasan kenapa aku nangis setiap hari, nahan rindu yg berat, pura-pura baik-baik aja padahal lagi capek banget.
Kamu harus tau, bahwa kamu itu sebelumnya pernah menjadi salah satu alasan buat aku kuat setiap harinya, tapi ternyata skrg kita udah ga sama-sama lagi. Tapi aku sungguh bersyukur Tuhan mempertemukan kita. terimakasih sudah menemani dan memahami luka, duka, kelam, dan rumitnya aku.
Terimakasih untuk waktu, kesempatan, kebahagiaan, cerita, argumen, dan juga sudah sempat mau menjadi "Rumah" untukku...
Aku berusaha ikhlas utk keputusanmu, walau jujur sebenarnya aku tidak sanggup sama skli.. Sekali lagi terima kasih utk segalanya.
YOU ARE READING
Rinai Lara
Poetryuntuk kamu yang sedang sendu,jatuh cinta, sedang binggung dalam percintaan mungkin kalimat kalimat ini bisa menenangkan hatimu. karena sejatinya Ruang sendu bukan hanya bercerita tentang patah hati/ percintaan saja tetapi ruang sendu hadir untuk mem...
