"Hey bangun bodoh! Mau sampai kapan kau tertidur?" Bisik di telinga ku. "Hah dimana aku? Sudah berapa lama aku tidur?" Ia terbangun, seorang remaja berparas cantik dihadapannya membuat ia tertegun kagum. "Entahlah, aku tidak tau pasti sudah berapa lama kau tertidur. Sudah, lupakan itu dan cepat perkenalkan dirimu di depan!" Jawab perempuan itu. "Hai semua, namaku Dito, umurku-" Dito terlihat bingung sambil melihat ke sekeliling. "Aku tidak tau berapa umur ku, tiba-tiba saja aku terbangun di kelas ini."
Semua orang di kelas itu tampak bingung melihat sikap Dito yang aneh. "Sudahlah, duduk kembali ke tempat mu!" Seorang guru laki-laki berkulit gelap, kurasa ia tidak begitu tua.
"RING DONG!" Suara lonceng pertanda jam istirahat. "Hey, ayo kita ke kafetaria!" Perempuan itu mengajak Dito ke kafetaria. "Kafetaria? Entahlah, aku sedang tidak nafsu makan."
"Baiklah kalau begitu. Oh iya, perkenalkan namaku Michelle, namun orang-orang bodoh itu memanggil ku Livi atau Liviana,"
"Sudah ku katakan kepada mereka, aku tidak suka di panggil dengan nama belakang ku, itu terdengar aneh."
Seketika suasana menjadi canggung, karena hanya ada mereka berdua di kelas itu. "Oh iya, maksudmu apa tadi?" "Bagaimana kau tidak tau umur mu sendiri? Dan bahkan tadi kau bertanya kepadaku dimana ini." Michelle bertanya kepada Dito, tentu dia terlihat bingung dengan sikap Dito yang aneh sejak tadi. "Entahlah, aku benar-benar tidak mengetahui apapun. Aku merasa seperti baru lahir ke dunia. Namun, anehnya aku tidak tau bagaimana aku bisa mengingat nama ku sendiri."
"DUGG!" Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang baru kembali dari kafetaria. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Michelle kepada orang itu. "Aduhh.." "Kaki ku mati rasa" Jawab orang itu. Michelle berteriak kepadanya "MAKANYA LAIN KALI HATI-HATI BODOH!"
Dito berbisik kepada Michelle "Siapa anak laki-laki itu?" "Oh, dia teman baik ku. Steve, orangnya memang agak ceroboh." "Hai, bolehkah aku duduk disini?" Ucap Steve. Dito terkejut, bagaimana Steve tiba-tiba berada di sampingnya?
"Duduklah, dan jangan menganggu." Ucap Michelle. "Huh, baiklah."
"Apa yang kamu bawa?" Tanya Steve"Oh, ini kentang goreng. Kau mau?" "Ibuku membuatkan ku ini setiap hari."
Michelle memotong pembicaraan mereka berdua "Tunggu, apakah kau ingat tentang keluarga-mu?" "Ya tentu saja, aku masih ingat dengan keluarga ku." Jawab Dito. Michelle bertanya lagi "Lalu mengapa kau bertanya-tanya tentang kami dan tempat ini?". "Aku hanya merasa asing dengan kalian dan tempat ini." Jawab Dito.
Setelah berbincang panjang, tanpa mereka sadari waktu istirahat telah selesai. Dan, jam sudah menunjukkan waktu pulang. "Hey Michelle, bolehkah aku meminta nomor telepon mu?" "Dan jika berkenan aku akan menelepon-mu nanti malam, banyak hal yang ingin ku tanyai." Tanya Dito sebelum mereka pulang.
"Tentu."
"Ini, silahkan lihat sendiri ya, aku terlalu malas untuk mendiktekannya." Jawab Michelle.
YOU ARE READING
Simulasi
Science Fiction"Bagaimana semua terjadi" "Bagaimana cara ku agar dapat kembali" 𝗦𝗶𝗺𝘂𝗹𝗮𝘀𝗶 adalah novel fiksi yang menceritakan seorang remaja bernama 𝗗𝗶𝘁𝗼 yang terjebak dalam ruang simulasi, awalnya tidak ada yang aneh. Namun, ia merasa bahwa setiap har...
