in a dream: O1

88 14 0
                                        

Suasana malam yang gelap menambah kesan seram di tiap langkah yang ku tuju. Semilir angin yang berhembus menerpa rambut, menghalangi pandangan, segera aku membenahinya. Lirikan kesana kemari tak bisa ku hentikan, mengirim sinyal bahaya pada otak agar tetap siaga apapun yang terjadi. Tapi untungnya tak lama, langit kini memihak ku, bertaburan cahaya rembulan di atas sana, setidaknya aku akan baik-baik saja untuk saat ini.

Tak tahu tujuan yang akan aku datangi, aku terus berjalan, dan berjalan. Tubuhku tak bisa ku kendalikan, otakku juga tak bisa memproses apakah ini mimpi atau kenyataan. Jika ini mimpi, tolong sadarkanlah aku untuk segera bangun dari tidur ku yang nyenyak ini. Karena sejujurnya, aku takut sendirian.

Kaki ku berhenti, menapakan kepada sebuah tanah didekat pohon yang menjulang tinggi. Menatap heran laki-laki yang sedang meringkuk di bawah sana, aku berjongkok, menyingkirkan helaian poni yang menghalangi wajahnya, agar bisa melihat siapakah sosok itu.

Menyadari ada yang membelai rambutnya, sosok itu menoleh padaku. Tak butuh waktu lama juga untuk ia memelukku, mencari kehangatan di tengah hutan antah berantah ini. Namun sangat disayangkan, aku tak mengetahui siapa dia, siapa laki-laki yang memelukku kini. Aku hanya diam tanpa reaksi apapun yang ingin ku berikan.

Hingga di mana kalimat yang keluar dari mulut laki-laki itu mengejutkanku,

"Aku mencintaimu."

Suara yang sangat ku kenali, yang tak lain adalah teman sekelasku sendiri.

Kim Sunwoo.

- - -

Evelyn.

Tracing A Dream, sunhakHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin