Menjadi Orang Yang Bukan Orang

2 1 0
                                        

Setiap malam, aku menyentuh kasur ku dengan lembut, aku tidak ingin menekannya dengan tubuhku yang lelah.

Tetapi setelah aku pikir kembali, itu memang tugasnya, sudah nasibnya bila harus merasa tertekan karenaku.

Apakah orang lain berfikir demikian tentang ku? Seolah-olah memang sudah tugasku sebagai seorang yang aktif di berbagai komunitas, untuk memikirkan banyak hal yang belum tentu tugasku untuk memikirkannya.

Jika memang itu tugas ku di duniaku, mengapa aku memilih untuk melakukannya? Aku tahu proses setiap orang berbeda-beda, ujiannya berbeda-beda pula. Tetapi bagaimana jika aku memilih untuk menjalani hidup normal yang biasa dijalani oleh orang-orang pada umumnya?

Aku bisa bersekolah di sekolah yang berkualitas, dengan orang-orang di sekelilingmu yang baik hati, bertengkar dengan teman hanya karena masalah sepele seperti seorang anak remaja yang sedang pubertas pada umumnya dan itu saja diulang-ulangi lagi.

Mungkin memang membosankan, tapi tidakah menarik bisa merasakan kehidupan orang lain yang terlihat baik-baik saja, bahkan nyatanya begitu.

Mungkin kalian akan segera berfikir bahwa aku kurang bersyukur dengan kehidupan yang sudah diberikan tuhan kepadaku.

Aku bersyukur, jujur aku sempat juga merasakan bahagia, aku juga tahu bahwa hidup tidak bisa seterusnya bahagia. Aku hanya lelah, tidak pernah merasakan istirahat yang berkualitas, merasa segar di pagi hari? Mungkin itu hanya mimpi indahku sebelum aku terbangun dan menyadari bahwa aku terbangun kembali ke dunia yang penuh tantangan yang menarik, unik, udik.

Hal terbaik di pagi hari ku adalah, membunyikan punggung dan jari-jari ku, rasanya seperti semua masalahku lenyap.

Pernahkah kalian mencobanya? Aku sungguh merekomendasikaannya!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 26, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Keluh KeluhWhere stories live. Discover now