Hallo, Selamat malam karena aku nulis ini malem hehe. Oh iya ini awal judul nya Should? artinya "haruskah?" tapi setelah beberapa hari aku kepikiran ada satu judul yang cocok buat cerita ini nantinya jadi aku ubah jadi Let me die yang artinya "biarkan aku mati" . Kenapa aku ubah? karena aku kepikiran sama salah satu playlist spotify ku, so here we go, happy reading guys.
______________________________
"Tidak semua hal memang bisa dibayar dengan uang"
- Naya Prasthanika
______________________________
Langkah kaki nya perlahan semakin memelan, lalu berhenti diatas rerumputan, di sebuah taman yang luas tapi sepi, melihat hamparan malam tidak ada bintang atau bulan, hanya langit malam yang gelap semakin terlihat gelap karena tidak ada penerangan yang biasanya terpancar dari bulan yang ditemani bintang.
Mendongakkan kepala melihat langit, apakah akan turun hujan? tapi tidak apa, dia suka hujan meskipun takut dengan petir.
"Dadaku sedikit sesak, aku belum makan tapi sudah minum kopi tiga kali hehehe" gumamnya dengan kekehan pelan.
"Sebenarnya aku ingin makan, lapar, hanya saja malas sekali berada di rumah" lanjut remaja itu seraya memilih duduk pada salah satu kursi kosong.
Dia tidak merasa takut pada hantu atau apapun sejenisnya, dia hanya takut ada orang yang melihatnya. Dan mengira dirinya aneh karena berbicara sendiri ditengah taman yang sepi.
Setelah berjam-jam hanya duduk dan melamun, akhirnya dirinya memilih pulang karena kini sudah tengah malam, jam menunjukkan pukul 10:15, memilih segera pulang agar tidak dimarahi mama nya yang pasti khawatir anak gadisnya belum pulang padahal sudah larut malam.
Memilih jalan kaki untuk sampai di rumah, melewati jalanan yang sepi tapi ada beberapa kendaraan motor yang lewat.
brug.
"Ssshh bodoh siapa yang mengebut dijalanan komplek seperti ini, sakit sekali" melihat tangan nya yang ternyata tergores motor yang ditumpangi seorang laki-laki yang kini sudah turun dan berdiri diharapan nya.
"Lu gapapa? sorry gua buru-buru. lagian lu kenapa jalan ditengah gitu si" ucap laki-laki itu
"Dihh kamu buta, aku jalan dipinggir jalan, mana ada ditengah jalan, bukannya minta maaf malah nyalahin orang lain gimana sih" gerutu remaja perempuan itu sambil berdiri dan membersihkan pasir yang menempel pada tubuhnya.
"Gua udah minta maaf ya anjir, tadi kan bilang sorry, lu ga denger apa gimana" menatap gadis itu tajam "lu keliatan baik-baik aja, gua buru-buru, nih uang buat beli obat kalau ada luka" menarik tangan gadis itu paksa lalu meberikan beberapa lembar uang ditelapak tangan nya.
Gadis itu mendelik, menatap tajam balik laki-laki yang tidak tahu cara meminta maaf dengan baik itu "aku gabutuh uang kamu, aku cuma mau kamu minta maaf dengan baik" seraya membalikan uang nya pada sang pemilik
"Gua buru-buru tolol, gua juga udah minta maaf, bodo amat, gadis sombong dikasih uang malah nolak" ucap nya sambil berlalu lalu menaiki motor nya kembali lalu pergi begitu saja.
"HEH KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB DULU" teriak gadis itu, menghela nafas karena percuma berteriak lagi, laki-laki tidak tahu malu itu sudah tidak terlihat.
"Tcih awas saja kalau bertemu lagi, tapi untuk apa aku bertemunya lagi, ogah bertemu wajah menyebalkan nya itu" berjalan kembali dengan menggerutu "tapi kenapa aku tadi tidak menerima uang nya saja ya" hmm tapi kan harusnya laki-laki itu meminta maaf dulu baru memberikan nya uang, ya kalau begitu mungkin dia akan mengambil uang nya.
YOU ARE READING
Let me die
Teen Fiction"Bagian mana yang bisa membuat aku merasa kalau semuanya akan baik-baik saja?" - Naya Prasthanika - Hidup akan terus berjalan bukan?! mau serumit apapun masalah nya waktu tidak akan pernah berhenti untuk memihak pada kita. - Start | 24 Feb 2023 |
