Disebuah bar kecil tengah kota yang ramai terdapat pemuda yang memakai seragam bartender tengah menuangkan wine kepada seorang pria muda "Pesanan anda Tuan ", ujarnya sambil tersenyum kepada seorang pemuda berjas putih mengenakan topi putih panama.
"Perfect'," komentarnya selesai menyesap wine ditangannya. Suasana kota yang kotor -tak sebersih dulu menjadi latar. Senyuman tipis penuh kepalsuan tersungging di bibir pemuda itu.
Selang beberapa waktu datang pemuda dengan tatapan tajam, dan badan yang berlumuran darah "Permisi bisakah aku memesan satu gelas whisky?", ujarnya pada bartender tak ingin basa-basi.
"Tentu," sang bartender segera
membuatkan pesanan pria asing itu.
"Perkenankan Saya untuk menanyakan anda ini siapa? Sepertinya anda baru disini, saya belum pernah melihat anda sebelumnya." ujar si bertender dengan senyum, sembari membawakan segelas whisky.
"Namaku Davide Emilo," jawab singkat pemuda itu .
"Perkenalkan namaku Alex Karlen Martha, anda bisa memanggilku Alex", ucap si bartender penuh ramah tamah.
Emilo adalah nama keluarga terkenal keji dan merupakan bebuyutan dari keluarga Martha, meskipun tidak pernah satu kalipun menang dalam perebutan aset dari kota lexis keluarga emilo menggunakan siasat apapun untuk menghancurkan kediaman Martha
Dan Alex sudah mengetahuinya sejak awal, jika Davide ada sangkut paut terhadapnya meskipun dengan badan dilumuri darah dia masih hidup, tidak mungkin jika dia hanya seorang pemuda biasa
seketika semua wajah orang disekitarnya mendadak pucat dan terhening kecuali pemuda bertopi putih yang tetap tenang dengan menikmati wine yang dipesanya,
Keluarga Martha adalah keluarga terpandang yang berpengaruh di kota lexis, dan hanya keluarga Martha lah yang mengatur seluruh informasi kota lexis tak sekecuali pun luput dari pengawasan keluarga Martha
"ha.??? seorang bartender rendahan di gubuk tua ini terlahir dari keluarga terpandang ? hahaha", dengan percaya diri Davide sambil meledek bartender "chuu" ludah si devide diarahkah tepat muka sang bertender,dengan wajah senyum sambil membersih kan wajah dari ludah Davide
"Mohon untuk menjaga sikap anda tuan Davide", kata bartender sambil senyuman tipis dan berlanjak kembali ke tempatnya untuk melayani pesanan.
Dan Davide memilih pergi dengan meletakan uang di atas meja, sambil memberi sapaan terakhir kalinya kepada alex "Hei Alex semoga ini bukan pertemuan kita yang terakhir kalinya, dan gua jabanin aset kota ini menjadi milikku seorang", sambil membuka pintu keluar.
YOU ARE READING
old city
Mystery / Thrillermenceritakan tentang kota tua yang bernama kota lexis, terdapat 5 organisasi di kota tua yang memliki tujuan memperbaiki kota dengan berbeda cara, di samping banyaknya masalah krisis ekonomi dan sulitnya menegakkan keadilan
