Seorang gadis melaju kencang di jalananan kota yang padat di pagi hari. Rupanya ia terlambat untuk datang ke sekolah di karenakan harua mengantar ketiga adiknya yang sekolahnya saling berjauhan.
Ia melaju dengan motor bebeknya yang telah mati pajak itu hingga ia sampai di depan gerbang sekolahnya.
Untungnya bel baru berbunyi dan anak-anak yang datang jam 7 pas berlarian masuk. Termasuk ia yang buru-buru memasukan motornya keparkiran di dalam sekolah.
Setelah itu, ia melepas helmnya merapihkan bajunya dan pergi masuk ke dalam kelas.
Gadis itu masuk ke kelas dengan aman karena belum ada guru yang masuk ke kelasnya.
Ia Citra Putri Angelicia. Anak pertama dari empat bersaudara dan anak perempuan satu-satunya dalam keluarganya.
Ia miliki tinggi badan sekitar 168 cm dan berat badanya yang sekitar 62kg. Lumayan tak terlalu ramping ataupun gemuk.
Ia tinggi karena kecipratan anugrah dari orang tuanya plus ia tak perlu menjalani serangkaian percobaan peninggi badan karena tuhan telah menakdirkannya menjadi orang yang tinggi.
Ia memiliki bola mata yang hitam tajam dan alis yang tebal. Hidungnya sedang tak pesek maupun mancung, bibir sedang berwarna peach. Kulitnya yang kuning langsat. Di bingkai rambut hitam lebat sebahunya yang di ikat half pony style kesukaannya dan membiarkan poni nya menjuntai menutupi pipinya.
Dengan karunia tuhan itu, Citra bisa menjadi gadis teratas di sekolahnya. Sudah cantik tinggi pula, siapa yang tak tertarik dengan Citra.
Belum lagi sifatnya yang dewasa, tegas, tenang dan lembut. Tatapannya yang teduh, membuat siapapun akan nyaman berada di dekatnya.
Namun sayangnya, Citra memiliki sifat yang cuek dan tertutup. Ia tak peduli apapun yang ada di sekitarnya.
Ditambah lagi salah satu sifatnya yang suka menyendiri, membuat siapa pun tak sadar akan kehadirannya.
....
●BTC ●
KAMU SEDANG MEMBACA
Citra
Teen FictionTak tahu harus mendeskripsikan apa karena tidak mahir dalam membuat deskripsi cerita.
