bab pendek

2 1 0
                                        

Disuatu hari yang cerah saya terbangun oleh suara bibi saya yang minta ditemani kerumah kerabat jauh untuk ikut acara tahlilan.
Bibi berkata hari ini adalah hari ketujuh kerabatnya wafat, beliau berencana mengajak saya untuk berangkat disore hari sekitar jam 5 petang.
Setelah mendengarkan saya merenung sejenak, hari ini ada pengajian di TPQ.
Setelah berdiam diri selama beberapa detik saya menjawab dengan malas, dikarenakan masih mengantuk juga jadi tidak ada niat untuk mendengar lagi.

"saya ada pengajian sore ini" ucap saya.

Lalu bibi menawarkan kepada saya untuk tidak usah berangkat mengaji sore ini. Dengan nada malas saya menjawab lagi, " saya sudah tidak berangkat mengaji kemarin, jika hari ini tidak berangkat saya akan dilaporkan ke bapak "

Saya memberi jeda untuk berpikir sejak, lalu saya dengan malas menyetujuinya. Setelah itu dengan mata setengah terpejam saya lihat bibi pergi meninggalkan kamar saya.
Beberapa saat setelahnya nenek masuk kekamar dan bertanya kepada saya tentang apa yang membuat bibi datang kemari. Saya menjawab semua dan nenek berkata "katanya kamu menolaknya?"

Saya terdiam, "saya tidak menolak" ucap saya terjeda sembari menerawang kejadian tadi " lihat nanti saja" lanjut saya.

Nenek mengangguk lalu meminta saya untuk bangun dan mengerjakan pekerjaan rumah. Saya bergegas bangun dan kekamar mandi untuk menyegarkan diri. Setelahnya saya mulai mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari menyapu, ngepel lantai, mencuci pakaian, dan lain sebagainya.

Tak terasa waktu sudah siang, saya lanjut mandi lalu makan dan mengerjakan sholat.
Setelahnya semua selesai waktu saya digunakan untuk menonton film/Drakor.

Tak terasa sudah hampir waktunya untuk berangkat mengaji, saya bimbang setelahnya. Haruskah saya berangkat atau tidak?

Setelah berpikir cukup lama saya memutuskan untuk mandi lagi dan berangkat ngaji, akan tetapi saat saya selesai mengerjakan sholat hujan turun dengan derasnya. Saya yang bertekad untuk mengaji mendadak melas dan langsung merebahkan diri kekasur lalu berpikir nanti kalo sudah terang saya pergi tahlilan saja. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, bibi datang kerumah menghampiri saya.

" Sebentar bi, saya siap-siap dulu!" Kataku pada bibi.

" Kamu pakai pakaian lengan pendek dan celana yang tidak terlalu panjang saja, nanti kita ganti disana. Hujan soalnya, nanti basah semua bajumu" katanya.

" Iya, ayo bi berangkat" kataku lagi setelah selesai mengemasi pakaian.

Setelahnya saya dan bibi berangkat meski cuaca sedang hujan, dengan berbekal jas hujan dan mental kami nekat menerobos.

Perjalanan kami semulanya baik, saat tiba-tiba ada kubangan besar kami terjatuh kedalamnya. Pakaian kami kotor, luka-luka lecet menghiasi tangan dan kakiku. Kulihat bibi juga mengecek ke adaannya dan meringis ketika kakinya digerakkan. Dalam benakku apakah beliau tidak apa? Lalu beliau bangun dan bertanya kepada saya, " apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang luka? "

Dengan senyum aku menjawab, " tidak apa, saya baik-baik. Bibi gimana? " Tanya ku balik.

" Cuma luka kecil, gores-gores dikitlah tidak apa-apa" ucapnya sambil tersenyum menahan sakit. " Lubang nya bener-bener, untung gak sampai luka parah" lanjutkan.

Aku merapikan mantelku, membersihkan lumpur yang ada sembari menahan rasa perih yang disebabkan oleh air dan angin yang menerpa. " Ayo bi, kali ini biar aku yang didepan" kataku yang melihat bibi terus menerus meringis melihat keadaan kakinya.

" Gak usah, bibi tambah was-was kalau kamu yang mengendarai motornya " ucapnya sambil tersenyum.

" Bibi yakin tidak apa-apa?" Tanyaku lagi.

" Iya, ayo berangkat keburu malem!" Ajaknya meyakinkanku.

Lalu kami melanjutkan perjalanan kami yang tertunda, sesampainya di sana hari sudah gelap kami mengganti baju lalu sedikit membantu didapur untuk menyiapkan jamuan. Saat sudah waktunya kami bergabung dengan yang lain. Setelah semuanya selesai kami memutuskan untuk pulang, dan jam menunjukkan pukul 10 malam.

Kami pulang keadaan gerimis, dengan hati-hati bibi mengendarai motornya. Mungkin takut terjatuh lagi xixixi. Dan alhasil perjalan pulang kami lebih lama dari perjalanan berangkat kami dari rumah. Selepas sampai dirumah aku memutuskan menginap dirumah bibi karena hari juga sudah malam.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 03, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Hati-hati Where stories live. Discover now