Disebuah desa dekat persimpangan jalan menuju kota tinggal lah seorang gadis remaja bernama Aurora setiap harinya ia bekerja menjual roti di toko miliknya sendiri, toko roti tersebut bernama morning happy.
la selalu bahagia ketika membuat roti, mendengar suara burung, hentakan pejalan kaki yg pergi bekerja dan aroma panggang rotinya yg menggugah selera.
Toko rotinya selalu ramai dengan pembeli karena rasa dari rotinya begitu enak tentunya karena aurora menggunakan bahan yg alami dalam setiap adonananya.
Hari ini adalah perayaan panen desa mereka semua penduduk berkumpul untuk saling menyapa dan merayakan keberhasilan panen tebu, karena aurora adalah gadis yg baik hati ia menghabiskan semua bahan bahan di tokonya untuk dibuatkan roti dan diberi kepada penduduk desa yg berkumpul.
Setelah keceriaan dan tawa riang perayaan tersebut semua orang terkejud ketika melihat air yg besar mengalir begitu cepat ke arah desa mereka dan menghanyutkan semua tebu hasil panen mereka, ada sebagian yg tersisa namun rusak. Para petani mengalami kerugiaan,tak hanya itu auora seorang pembuat roti pun kebingungan dan begitu sedih ia berkata "bagaimana aku membuat roti jika tidak ada tebu untuk pemanisnya" ia menutup toko rotinya selama berhari hari dan mencoba membuat roti yg manis tanpa tebu namun ia gagal, hingga terdengar suara dari luar jendela "aurora yg baik hati, gunakanlah aku untuk pemanis rotimu" ia pun bingung dari manakah suara itu berasal dan ternyata itu adalah suara buah anggur yg tumbuh merambat di dekat pekerangan tokonya, akhimya aurora pun mencoba membuat roti dengan 200 tambahan dari sari anggur tersebut namun masih gagal, hingga ia pun mencoba untuk memasak sari anggur tersebut hingga mengental dan mengisi nya kedalam adonan roti tersebut dan ternyata rasanya sangat enak roti hambar berpadu dengan manisnya selai anggur adalah roti terbaik yg pernah ia makan. Roti tersebut diberi nama welcome bread.
