_inisiatif mahasiswa gerakan kampus_

31 2 0
                                        

Ketika kita membicarakan gerakan momentum yang terbaru sensasi yang berbeda dengan goresan kesadaran. saya bisa katakan ejakulasi dini maka  dari itu gerakan seksama kita perluh kita mengoreksi bagaimana aksi, jika demokrasi itu ada dengan semangat kita bisa melawan melalui intelektual bahkan seni-seni dan membakar semangat dengan suatu karya kita karena gerakan ini harus selalu disisi dengan banyak-Nya pengetahuan yang harus diperhatikan karena Penindasan perlu adanya pengetahuan yang lebih untuk memutuskan rantai-rantai penindasan.

Untuk mengetahui gerakan kita bisa menentukan nasib-nya terhadap kawan-kawan yang tidak kepikiran untuk melahirkan pergerakan sebabnya apa yang dilakukan tidak semua-nya harus aksi, tetapi pastikan ada kawan-kawan lain yang menyiapkan segala bentuk karyanya melalui tulisan, dan menemukan alat-alat baru sehingga saya katakan tidak semua orang/ mahasiswa itu apatisme tetapi perlu adanya mentorisasi seksama mahasiswa dan api-api pergerakan terus diaktifkan dari mahasiswa itu sendiri.

Saya sering nongkrong di kantin yang ada di kampus kantin buk anti. melihat setiap mahasiswa yang berbondong-bondong ke kantin sambil nikmati secakir kopi dan segala bentuk makanan di kantin  dan adapula yang susun meja di pingir jalan keluar kampus untuk membuka open stand , buka pendaftaran tidak tahu entah apa itu kegiatannya formal di ruang-ruang gedung yang tertutup atau kah untuk formalistik sekedar menampilkan pakaian anak lembaga di hadapan mahasiswa lain sehingga mahasiswa disibukkan dengan kegiatan kampus.  semestinya mahasiswa itu hati rakyat, lidah rakyat dan mata rakyat sesibuk-sibuk-nya mahasiswa namun untuk membela kebenaran dan keadilan kepada rakyat yang kebingungan mencari jalan yang benar.
mahasiswa tidak harus melupakan rakyat karena kamu mahasiswa harapan besar rakyat ada pada mahasiswa.  Dan kembali lagi mengajak kawan-kawan mahasiswa bahwa inisiatif untuk membangun pergerakan kampus tentunya mahasiswa hari ini lebih memilih kuliah dibandingkan dengan membela rakyat maka tentunya pemahaman dan pengetahuan mahasiswa fokus pada kebiasaan hidup apatisme dalam kampus. Jika ada mahasiswa lain yang menyampaikan aspirasi, turun aksi berkali-kali kesadaran mahasiswa itu terlahir dari sifat keistimewaan tersendiri dalam konteks pemahaman logika hingga sampai idealisme .

Konteks ini berkaitan dengan posisi mahasiswa yang disebut sebagai ‘agent of change’ di masyarakat. Rintangan besar dan represifitas yang kuat dari Negara melalui Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kampus serta serangkaian aksi penculikan oleh militer dihadapi Gerakan Mahasiswa pada masa masa Sekarang. Kemudian, adanya upaya proses penyadaran yang dilaksanakan secara terselubung melalui forum-forum diskusi dan live in pada daerah konflik. Tentunya metode ini menekankan pada dua hal, yakni teori dan praktik. Perdebatan-perdebatan di ruang diskusi dimanifestasikan ke dalam peleburan elemen mahasiswa ke dalam perjuangan rakyat. Namun pada hari ini, pola dan metode gerakan pun berubah. 


Isu-isu struktural seperti hak-hak buruh, perampasan lahan petani, penindasan rakyat sektoral tenggelam dengan isu-isu fungsional yang digemborkan oleh elit politik untuk menggiring opini dengan kepentingan politis. Pertarungan elit politik di pusat kekuasaan seakan-akan membutakan mahasiswa untuk melihat lebih jauh ke struktur masyarakat proletariat. Gerakan Mahasiswa juga pada hari ini bersekongkol dengan kepentingan-kepentingan elit politik, sehingga mereka dibentuk sebagai tokoh politik yang hanya mengandalkan retorika belaka.

Mahasiswa seakan-akan lupa bahwa posisinya dalam struktur sosial tidak lebih tinggi dari kekuasaan rakyat. Mahasiswa berdasarkan historisnya berada di bawah kepentingan rakyat, bukan sebagai pemimpin dari perubahan melainkan peran pendukung dari perubahan yang dilakukan oleh rakyat. Agen perubahan (Agent of change )tidak dapat disematkan kepada mahasiswa, karena mereka hanya sebagai pendorong perubahan. Apabila teori agent of change ini kian hari kian digencarkan akan terjadi miss antara mahasiswa dengan rakyat dalam hal perjuangan rakyat.

Inisiatif untuk membangun gerakan sosial maupun gerakan dalam kampus turunkan kekuasaan diktatoran kampus semua nya serba salah seakan-akan tidak ada urusan penting untuk melangkah melihat realita kehidupan kampus Sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk turut serta dalam perjuangan melawan penindasan dan mewujudkan perubahan sosial secara revolusioner.

mengambil gagasan dari rakyat yang masih abstrak dan tidak tersistematis, lalu dikonsentrasikan melalui penelitian dan pendalaman secara akademis sehingga berbentuk sebagai strategi. Setelahnya, pergi kepada rakyat untuk mengembangkan apa yang mereka pahami dan rasakan, sehingga dapat diaktualisasikan ke dalam bentuk gerakan. Situasi ini melalui pendidikan dan propaganda masif, sehingga berwujud pada gerakan rakyat yang sadar akan keadaannya. Perbedaan mahasiswa dengan rakyat hanya tipis, mahasiswa memiliki modal lebih untuk mengenyam bangku perguruan tinggi yang mendapat ganjaran berupa gelar.

Hal ini juga dikuatkan dengan perkataan Tan Malaka dalam bukunya Materialisme Dialektika Logika (Madilog), “Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.” Mahasiswa juga dapat dikatakan sebagai ‘kaum konjungtur’ atau ‘penyambung lidah rakyat’. Keadaan ini bermaksud pada seluruh tindakan politik dan gerakan mahasiswa haruslah didasarkan pada apa yang dirasakan oleh rakyat khususnya kaum proletariat. Perlu adanya kolaborasi metode gerakan sehingga pola gerakan pun berkembang seiring dengan perkembangan metode penindasan. Dalam hal ini, perubahan terhadap metode propaganda yang merupakan elemen dasar dari sebuah isu.

Kesadaran dalam inisiatif mahasiswa perlu dilakukan oleh mahasiswa untuk membangun gerakan di kampus melalui intelektual yang dimiliki mampu menciptakan sebuah perubahan dan menanggapi pengulas situasi kekuasaan pemerintah yang menginjak, merampas,dan menindas rakyat melalui kekuatan militerisme.

Adanya kesadaran inisiatif mahasiswa tentunya akan lebih kritis dalam gerakan sehingga pola pikir dan perilaku oligarki politik dapat dikendalikan oleh mahasiswa dan tetap eksis dalam gerakan tentunya pergerakan mahasiswa lebih aktif dalam menanggapi sebuah isu-isu yang berkembang dari kekuasaan pemerintah.dan seharusnya mahasiswa harus sadar kemenangan -kemenagan kecil yang di capai untuk menggagalkan rencana penguasa oligarki tentunya gerakan yang dibangun pun akan lebih baik untuk menciptakan perlawanan -perlawan dan terus menerus aktif. Setiap aksi yang dilakukan itu sendiri kemenangan pasti ada sesuatu hal yang mencapai oleh mahasiswa  sebenarnya kekuatan mahasiswa untuk pergerakan mahasiswa kedepan-nya semakin aktif. Perjuangan tentunya tidak akan pernah berakhir jika masih ada kekuasaan diktatoran menginjak manusia lain tanpa berpikir panjang pergerakan untuk melawan ketidakadilan sadar dari inisiatif mahasiswa terus mengalir untuk mengontrol situasi yang diciptakan oleh otoritas jasa dan modal kekuasaan penguasa ( oligarki).

Maka sama-sama memiliki inisiatif untuk menciptakan gerakan kampus jika tidak maka tentunya gerakan mahasiswa selamanya akan dilemahkan oleh sistem dan kekuasaan diktatoran kampus akan menjalin hubungan dengan penguasa sehingga lemahnya gerakan mahasiswa akan membawah dampak buruk bagi masyarakat terutama buruh dan rakyat proletariat.

Saya berharap mahasiswa ejakulasi dini perluh adanya kesadaran inisiatif untuk mengembangkan propaganda setiap isu yang disoroti oleh penguasa, kenapa saya katakan mahasiswa sekarang ejakulasi dini perluh dipertanyakan lagi gerakan-gerakan mahasiswa dauluh dan sekarang sangat minim nya gerakan diera sekarang sehingga saya sampaikan bahwa mahasiswa sekarang ejakulasi dini.Karena saya sendiri merasakan dampak dari ejakulasi dini sehingga kata ini muncul untuk dituliskan dalam bangsa mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 16, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

- GERAKAN MAHASISWA PAPUA YANG LEMAH-Stories to obsess over. Discover now