setiap manusia diciptakan Tuhan dengan berbagai perasaan, entah berawal dari kesenangan dahulu atau kesedihan. mudah dan sulit tentu tidak selalu menetap dipihak kehidupan, pastinya Tuhan merencanakan ini semua karena ada maksudnya. mana tahu jika masa depan kita lebih tidak terduga, yang pasti berdo'a meminta kebahagiaan tidaklah bermasalah. rasa kecewa pun pasti pernah muncul setelah apa yang kita tahu tidak sesuai dengan diri kita rencana kan. yakin dan percaya rencana Tuhan lebih indah. tetapi dengan kecewa kita bisa belajar dari pengalaman kehidupan sebelumnya, memperbaiki agar kita tidak dapat mengulangnya.
takdir orang berbeda-beda sudah dibentuk oleh Tuhan. zea ialah remaja perempuan yang mencari ibu kandungnya semenjak tahu bahwa selama ia tinggal bersama ibu tiri yang tidak memberitahu apapun soal ibunya kepada anaknya, zea. dikamar yang ia tempati ditemukannya buku diary yang sudah berdebu tersempil di kolong ranjang tidurnya.
dihilangkan debu itu dengan tiupan kecil dan diusap hati-hati, sudah jelas buku itu bukanlah buku catatan biasa melainkan buku yang baru ia temui selama bertahun-tahun. dibuka buku itu perhalaman banyaknya catatan, lebih tepatnya riwayat pemilik buku itu. setiap tulisan itu ada maknanya, ia semakin bingung apa maksud dari semua ini. buku itu sudah penuh hingga halaman terakhir, belum sempat ia baca satu persatu. ibu tiri itu masuk ke dalam kamar zea untuk mengantarkan sarapannya. ibunya langsung menaruh makanan di atas meja dan menghampiri zea. dengan refleks, ibunya mengambil buku diary itu dan langsung menyuruh zea untuk sarapan, buku itu dibawanya keluar kamar.
zea merasa heran mengapa dengan cara itu ibunya mengambil bukunya. belum selesai sampai disini, zea mengambil makanan dan memakannya. usai sarapan dan merapihkan piring yang habis dicuci tadi, zea berpura-pura mengambil air minum sambil mencari dimana buku itu disimpannya. lalu ibunya keluar dari kamar.
"bu, dimana buku tadi? zea belum sempat baca buku itu" masih memegang gelas yang berisi air putih.
"tidak penting isinya apa, habis ini kamu mandi dan berangkat sekolah, nanti keburu telat" tahu begitu jawabannya zea tidak banyak tanya lagi, langsung ia mengiyakan perintah ibunya dan pergi berangkat sekolah.
diperjalanan sekolah pun zea masih mencari tahu tentang isi buku itu, nanti pun ia akan melacaknya dan segera mendapatkan buku itu dari ibunya.
hubungan antara zea dan zoe sudah berkembang baik, ia akan menjaga hubungan mereka sampai Tuhan mengizinkan mereka untuk bersatu, walaupun umur mereka sama, tapi mereka yakin adalah sepasang kekasih yang akan melewati pernikahan dan berakhir dengan kematian.
dikelas zea menceritakan kejadian tadi pagi dikamarnya, yang menemukan suatu kejanggalan dari buku itu. kalau buku itu hanya buku biasa, ibunya bisa mengambil buku itu dengan biasa dan tidak akan melarang zea untuk melihat dan membacanya, tapi itu sebaliknya. maka zea akan mencari tahu sendiri.
"cepat atau lambat aku pasti tahu semuanya"
beberapa hari zea dan zoe memiliki rencana, pada hari minggu saat liburan sekolah tiba. zoe mengunjungi rumah zea dan disambut oleh ibunya. mereka bertiga berbincang seperti biasanya, zoe membuat ibunya menjawab banyak pertanyaan agar obrolan mereka tidak terputus.
"permisi sebentar! aku ke toilet dulu" ibu dan zoe mempersilahkannya.
zea kembali melihat ke arah ruang tamu, berpikir semuanya aman. zoe memberi isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja. kembali pada zea yang mencoba masuk ke dalam kamar ibunya dan, terkunci.
"sial! bagaimana aku tidak berpikir bahwa buku itu sangat penting, ibu seperti tidak sama sekali aku mencoba baca buku itu, ada apa sebenarnya?" ia terus bertanya dalam hati, tidak berputus asa disitu, zea memanggil kucingnya bernama clever yang sangat cerdas juga peka terhadap majikannya. clever menghampiri zea dengan suara lonceng dikalungkan dileher clever.
"clever tolong aku, aku sangat membutuhkanmu. tolong carikan buku berwarna cokelat dikamar ibu, oke?" clever menjawab,
"meoww.." kucing itu masuk ke dalam sela-sela celah ventilasi yang lobangnya begitu lumayan cukup dimasuki clever. zea membantunya untuk coba masuk ke lubang itu, akhirnya berhasil.
zea menunggu didepan pintu kamar ibunya, agar tidak curiga, ia mengambil segelas air putih untuk diminumnya agar tidak curiga.
tidak lama clever kembali dari atas ventilasi itu dan ditangkap oleh zea. clever mengatakan yang sebenarnya zea mengiyakan.
"thank you, clever" dan dia pergi.
di ruang tamu ibunya menanyakan kembali pada zoe.
"dimana zea? lama sekali ke toiletnya, padahal ada kamu datang berkunjung"
"tidak apa tante, sebentar lagi zea juga kembali" yang benar saja, zea kembali dengan senyumannya yang manis.
"sampai dimana obrolan kita tadi?" zea memulai topik dari awal, ibunya juga beranjak pergi.
"tante masuk duluan ya, kalian silahkan saja dulu"
"iya, bu" melihat ibunya masuk kamar, dipastikan tidak mendengar pembicaraan mereka.
"jadi bagaimana?"
"clever bilang, buku itu ada di atas lemarinya, tapi gimana cara ambilnya?"
"clever memang andalan kamu ya, good job clever" sambil mengelus pucuk kepala clever"
"salah satu agar kita bisa masuk ke kamar itu, memakai toiletnya dengan alasan toilet yang lain mampet tidak bisa digunakan, bagaimana?"
"tapi tadi baru aja kamu pakai toilet itu kan? apa ga curiga kalau kamu ke toilet lagi? apalagi toilet ibu kamu"
"bukan aku yang masuk, jelas nanti dia curiga, kamu aja yang masuk dan ambil buku itu, kan udah aku kasih tahu letaknya dimana tadi" sambil berpikir zoe mengiyakan.
"yasudah, ayuk mulai"
tok tok tok!
"tante!" lalu pintunya terbuka dari dalam.
"iya, ada apa zoe?"
"boleh pakai toiletnya sebentar? saya kebelet banget, toilet disana ga bisa dipakai, mampet"
"oh, bo-boleh, silahkan" akhirnya ibu zea mengizinkan zoe masuk ke dalam. zoe menutup pintu kamarnya dan mengunci dari dalam, ia mencari buku itu yang ada diatas lemari. zoe meraba dengan tangannya ke atas lemari yang penuh dengan debu. buku yang dimaksud zea itu dapat dan disembunyikan didalam baju zoe. dipastikan semuanya aman dan kembali keluar.
"terimakasih tante, saya pamit dulu ya"
"iya zoe, hati-hati dijalan"
zea memastikan semua baik-baik aja, dan zoe pergi ke rumahnya.
ESTÁS LEYENDO
Looking For True
Novela JuvenilSaat sedang membereskan kamarnya, Zea menemukan buku diary entah milik siapa, ia penasaran dengan pemilik buku itu yang membuat Zea ingin sekali menemuinya. Dibantu zoe untuk mencari orang tersebut hingga ke negara lain, bagaimanakah kisah selanjutn...
