Kata menyerah itu bukan kata-kata yang asing lagi, bukan? Betul banget. Ketika capek, lelah, pasti yang keluar dari mulut kita ialah "ah capek, mau nyerah aja, kenapa harus berat banget sih cobaan ini?"
Di SDN 482 Bekasi ada seorang anak, ia sangat pendiam dan tidak punya sedikit pun teman. Dia namanya Eirikho Putri Ansyah, panggil saja Eir, umur 10 tahun. Teman-temannya menghindar ketika Eir mendekatinya, alasannya pun tidak masuk akal. Alasan teman- temannya Eir tidak ingin berteman dengan Eir adalah karena Eir anaknya sangat pendiam, tidak ingin berbicara sama sekali, sekalinya ia berbicara nada suaranya pelan sekali. Alasan teman- temannya ini yang membuat Eir sakit hati. Terkadang Eir berbuat baik pun tidak dihiraukan oleh mereka, sungguh jahat sekali bukan?
Tapi, apa yang dilakukan Eir? la terus-menerus berdo'a kepada Allah agar dikuatkan hatinya untuk bersabar. Selain itu, la juga bercerita kepada Ibunya bahwa ia tidak punya teman di sekolahnya. SampaiEir melontarkan kata-kata yang membuat Ibunya kaget, bingung harus apa. Eir ini akrab sekali dengan Ibunya. Walaupun Eir akrab dengan Ibunya, Eir juga akrab dengan Ayahnya. Tapi, Ayahnya tidak. setiap hari dirumah, karena harus bekerja di luar kota.
"Ibu, aku gamau sekolah lagi, aku mau menyerah aja. Mereka tidak peduli denganku. Aku ingin homeschooling saja, Bu"
"Nak, kamu ingin menyerah nak? Kamu tidak kasihan dengan Ibu dan Ayah, Nak? Biarkan saja mereka tidak peduli denganmu, Ibu dan Ayah sangat peduli denganmu. Kamu gapunya teman di sekolah, Nak? Tidak apa-apa, itu bukan jadi alasan untukmu berhenti sekolah. Nak, ayo istighfar dulu, setan lagi bersamamu, ingin menghasutmu agar menyerah itu, Nak"
Mendengar nasihat dari Ibu, Eir langsung menangis sesegukan. Eir merasa bersalah sudah membentak Ibunya. Eir langsung meminta maaf kepada Ibunya.
"Ibu, Eir minta maaf ya. Eir sudah membentak Ibu. Eir janji akan sekolah lagi. Tapi, Eir ga janji kalau Eir bisa jadi orang hebat disekolah, Ibu"
"No problem, anakku. Jadi orang hebat itu tidak hanya di sekolah saja, InsyaAllah kamu akan jadi orang hebat kelak. Kamu harus berdo'a kepada Allah, Allah lah yang membantu mu nanti. Pesan Ibu, kamu jangan lupa untuk selalu berdo'a, berdo'a, dan terus berdo'a"
Esok harinya, Eir berangkat ke sekolah diantar dengan pamannya. Tetapi, ketika ia ingin masuk kelas, ada salah satu temannya yang menarik kerudung nya sampai terlihat aurat. Eir membalasnya. dengan menarik baju temannya itu. Tapi, ada yang aneh setelahnya. Apa itu?
Temannya langsung menangis untuk cari perhatian, menangis yang disengaja tanpa keluar air mata. Lalu, kepala sekolah menghampiri kelas itu dan bertanya ada kejadian apa. Eir menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Tapi, lagi-lagi temannya ini membuat fitnah- kepada Eir. Eir hanya bisa menahan tangisannya, ia tidak mau menangis didepan orang banyak. Namun, ia tak kuasa menahan air matanya itu, langsung menangis dengan sesegukan dan ternyata Eirlangsung dibawa ke ruang kepala sekolah.
"Pak, aku berani jujur pak. Bukan aku duluan pak yang mulai, dia duluan. Tadi dia narik kerudung aku pak, aku bales lah pak. Tapi, kenapa bapak gapercaya? Itu ga adil"
"Eir, tenang dulu yuk. Bapak ajak kamu kesini bukan buat menyidak kamu. Tapi, bapak mau kamu tenang, bapak tau kok apa yang sebenarnya terjadi"
Kepala sekolah langsung memberi selembar tisu untuk Eir. Eir langsung tenang, walaupun masih sesegukan..
"Cobaan apalagi YaAllah yang engkau berikan kepada hamba?"
kan
Allah tidak pernah tidur, Allah memberikan cobaan untuk hambanya karena hambanya mampu. Allah tidak akan menguji seorang hamba diluar kemampuannya,
"Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Jika Allah mencintai seorang hamba, maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar, maka Allah memilihnya dan jika dia ridho, maka Allah menjadikannya pilihan."
YOU ARE READING
Menyerah atau Berserah
Short StoryManusia sepertiku memang tidak lain yang punya hobi suka mengeluh. Mengeluh untuk menyerah. Capek? Pasti, ingin menyerah? Pasti. Lantas, apa yang membuatku bangkit lagi? Yaps.. Yang membuatku bangkit lagi adalah Allah. Mengapa? Karena tanpa-Nya aku...
