1. Pengenalan

5 1 1
                                        

Di pagi hari yang dingin, Nanta bergegas untuk mandi karena hari itu adalah hari pertama Nanta sekolah setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama.

"ah males banget sekolah" ucapnya sambil mengambil handuk dari jemuran. Nanta bergegas masuk kamar mandi dan mandi dengan dingin nya udara di pagi hari. Setelah itu Nanta juga menyiapkan alat-alat yang akan dibawa ketika MPLS.

Nanta berangkat nenuju sekolah, dan sesampainya disana Nanta sedikit terkejut karena tidak ada satu pun teman Sekolah Menengah Pertama nya yang masuk sekolah itu.

"anjir ini gua ajak ngobrol orang lain apa diem aja ya, masalahnya ga ada yang SMP nya ama gua." dalam hati Nanta sambil sedikit bingung.

Langit pagi pun berubah menjadi siang yang lebih cerah, acara dan permainan di MPLS sangat seru. Teman se kelompok Nanta, Axel namanya, orang pertama yang mengajak Nanta berbicara.

"Lu dari SMP mana dah?" ujar Axel
"Dari SMP Indera Citra" Jawabnya

Mereka pun berbicara mengenai diri mereka sambil mengenal satu sama lain.

Pembagian kelas pun dimulai, Sayang nya Nanta dan Axel tidak satu kelas saat itu.

"Yaudah lah, gapapa. ntar juga nemu temen baru" Ucap Nanta

Perkenalan di kelas dimulai, dengan malunya Nanta berbicara mengenalkan dirinya.

"Nama saya Nanta, Dari SMP Indera Citra"
Kata-kata yang pertama Nanta keluarkan untuk teman-teman sekelasnya.

Langit siang pun berubah menjadi sore, Nanta pulang dengan banyak sekali cerita menarik di sekolah barunya. Menulis adalah hobi Nanta, semua ceritanya selalu Nanta tulis di catatan.

"Aku seneng banget bisa sekolah disini, banyak yang mau aku ceritain ke kamu, za."
"Wkwkwk"

Zayen, teman Nanta dari Sekolah Dasar sampai sekarang. Dulu kisah pertemanan mereka sedekat jari telunjuk dan jari tengah, Namun setelah lulus dari Sekolah Dasar, Zayen mempunyai teman baru yang membuatnya lupa akan kehadiran Nanta.

Setiap kali Nanta bercerita, respon dari Zayen hanya sedikit, beda dengan zayen yang dulu Nanta kenal. Padahal dia selalu merespon panjang dan baik ke semua orang, tapi entah kenapa setelah lulus Sekolah Dasar sampai sekarang dia tidak pernah merespon sepanjang dulu.

Hidup Nanta begitu kesepian setelah Zayen pergi darinya, setelah kejadian itu Nanta memulai menulis semua ceritanya di catatan handphone miliknya. Kadang-kadang Nanta juga iri dengan semua orang yang memiliki sahabat untuk bercerita, tapi Nanta sadar bahwa yang terbaik bukan selamanya untuk kita.

Lamgit gelap pun mulai menunjukkan malam, Nanta yang kala itu sedang duduk di dekat jendela melihat ke langit dan terkagum.

"Bintang nya bagus juga ya"

Nanta berkata sambil melihat bintang di langit malam yang begitu cerah, seperti mata Shafina.

Part 1

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 09, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Aku, Kamu, Dan Cahaya Bintang.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang