Namanya Aily Anindita, seorang gadis berusia 17 tahun ini sangat suka sekali dengan seni. Ia sekarang sudah menginjak kelas 11, jurusan Ipa.
Pagi pagi sekali ia datang ke sekolah, gadis itu berjalan menelusuri lorong yang masih sepi. Sesampainya di kelas Aily langsung duduk di bangku paling belakang dan menelusupkan wajahnya ke lipatan tangan.
Beberapa saat kemudian murid murid pun mulai berdatangan ke kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing.
Pelajaran pun dimulai, dan seperti biasa Aily hanya duduk di bangkunya sendirian. Karena, orang orang tidak mau menemaninya sebab mereka mengira Aily sombong.
Namun nyatanya tidak seperti itu, Aily hanya saja tidak mau menjadi pusat perhatian.
Aily bisa dibilang gadis yang pintar disekolah dan selalu mengikuti olimpiade.
Beberapa hari yang lalu, gadis itu tidak sengaja melihat di sosial medianya bahwa ada pameran seni. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Aily pun memutuskan untuk pergi ke sana nanti.
***
Hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Hari ini, Aily sudah siap siap untuk pergi ke pameran seni itu. Ia pergi kesana menggunakan bis.
Tak lama kemudian gadis itu pun tiba. Ia masuk kesana, dan mulai melihat lihat sekelilingnya dan memotret lukisan lukisan tersebut. Dan tidak sengaja gadis itu menabrak seseorang yang ada dibelakangnya.
Brukk
"Aduh maaf." Ucap Aily kepada orang tersebut.
"Oh iya gapapa, santai aja." balas laki-laki tersebut sambil tersenyum.
Setelah minta maaf, Aily pun pergi dari sana dan memikirkan pemuda itu.
"Kok kaya kenal ya." batin Aily.
Gadis itu pun menggelengkan kepalanya dan menyudahi pemikirannya, ia pun mulai melihat lihat lagi lukisan yang ada disana.
Sesampainya dirumah, Aily pun tidak sengaja memikirkan lelaki yang tadi ia temuin di pameran seni itu. Dan ternyata gadis pun mengingatnya.
Ia adalah Zayyan seorang murid kelas 11 Ips. Laki-laki itu satu angkatan dengannya. namun, hanya berbeda jurusan saja.
Keesokan harinya...
Seperti biasa Aily selalu berangkat pagi ke sekolahnya, ia sangat suka situasi sekolah pagi hari yang masih sepi. Gadis itu berjalan dilorong sekolah dan nampak asik dengan earphonenya.
Tiba tiba, gadis itu di kagetkan dengan seseorang yang ada didepannya. Itu adalah Zayyan, laki-laki yang kemarin ia temuin di pameran seni. Pemuda itu tersenyum kepada Aily, dan berkata.
"Hai, lo yang kemarin bukan sih? Yang di pameran seni itu?." Ucap laki-laki yang ada di depan Aily itu.
"Hahh?, o-ooh i-yaaa." Jawab Aily gugup.
"Ohh, pantes kemarin gue ngga asing liat lo. Ternyata gue sering liat lo." Ucap kembali laki-laki itu.
"Sering liat dimana emang?." balas Aily.
"Ya di sekolah dong, emang dimana lagi. Lo kan sering ikut olimpiade." Ucap Zayyan lagi.
Aily pun hanya mengangguk dan menggerakkan mulutnya seperti huruf O.
"Oh iya, kenalin nama gue Arshaka Zayyan Narendra. Biasanya di panggil Zayyan. Gue anak kelas 11 ips 3. Nama lo Aily kan?." Pemuda itu mengulurkan tangannya ke depan Aily, sebagai tanda mengajak berkenalan.
"Iya, aku Aily." gadis itu membalas uluran tangan Zayyan.
Zayyan pun tersenyum sambil menatap Aily. Dan bel masuk pun berbunyi.
Kring... Kring... Kring...
Aily pun melepaskan uluran tangan itu, dan berpamitan kepada Zayyan. Dan akhirnya mereka berdua pun pergi ke kelas mereka masing-masing.
Sedikit cerita tentang Zayyan. Pemuda ini bisa dibilang famous di sekolahan, karena ia juga pintar, bukan hanya pintar di bidang akademik namun di bidang non akademik juga. Ia sering mengikuti beberapa lomba disekolahan, baru baru ini laki-laki itu memenangkan lomba bela diri yaitu karate. Dia memenangkan juara 1. Zayyan juga adalah salah satu anggota osis di sekolah, dan ia juga banyak digemari oleh para kaum hawa.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 wib, waktunya para murid untuk beristirahat.
Aily yang biasanya selalu membawa bekal ke sekolah. Namun, hari ini gadis itu tidak membawanya. Karena, nasi yang ia masak tadi dirumah belum matang. Alhasil, Aily pun pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.
Setibanya di kantin, Aily pun melihat lihat makanan yang ada disana. Tapi, belum ada yang membuatnya tertarik.
Situasi kantin pun mulai ramai dengan para murid, gadis itu sangat tidak menyukainya. Aily juga mempunyai penyakit yaitu anxiety (gangguan kecemasan).
Gadis itu pergi menuju salah satu pedagang yang cukup sepi, Aily langsung membelinya. Dan setelah makanan tersebut selesai dibuat ia langsung mencari tempat duduk yang kosong.
Tiba tiba, ada yang memanggil namanya.
"AILY." teriak orang itu.
Aily pun mencari dimana suara itu berasal, dan setelah itu ia tau siapa orang yang memanggilnya barusan. Itu adalah Zayyan. Iya, laki laki yang ia temuin tadi pagi dan mengajaknya berkenalan.
"Aily, sini." pemuda itu melambaikan tangannya dan mengajak Aily untuk duduk bersamanya.
Aily hanya menurut dan berjalan ke meja dimana laki-laki itu duduk. Gadis itu duduk di depannya.
"Ada apa?." tanya Aily kepada Zayyan.
"Gapapa, cuma pengen ngobrol aja." Ucap pemuda tersebut.
"Oh gitu ya." Ucap kembali Aily.
Hening beberapa saat, dan Zayyan pun memulai pembicara.
"Btw, kalau gue boleh tau, lo sering ke pameran seni?" Ucap pemuda yang ada di depan Aily.
"Iya sering banget." balas Aily.
"Ohh gituu." laki laki itu mengganguk paham.
Mereka pun terus berbincang bincang.
***
Waktu demi waktu terus berlalu, Aily dan Zayyan pun mulai dengan dekat. Mereka selalu pergi ke museum untuk melihat lukisan lukisan di sana, belajar bersama, menonton konser musik, Kebetulan selera musik mereka sama. Mereka juga selalu mengikuti perlombaan disekolah. Oh iya, mereka juga tidak hanya berdua saja. Tetapi ada 1 orang lagi, itu adalah Renjana sahabatnya Zayyan.
Aily pun sekarang sudah tidak lagi dikucilkan di kelasnya, itu semua berkat batuan dari Zayyan. Aily juga sudah bisa bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya.
YOU ARE READING
MELODY
Teen FictionSeorang gadis yang berjalan dilorong sekolah nampak asik dengan earphonenya. Aily, seorang gadis yang tidak menyukai keramaian dan selalu mencari kesempatan untuk menghilang dari kerumunan. Aily yang selalu menolak lelaki manapun yang mendekatinya...
