Ups Ups

5 1 0
                                        

Hai!! Kenalin aku Nia, nah disini aku punya teman namanya itu Haikal. Mari kita lihat apa yang sedang dilakukan oleh Haikal.

Karna kemarin dia menelfonku berulang kali tapi tidak mengirimkan pesan. Aku tidak mengangkat nya karna tertidur. Salah sendiri dia menelpon diatas jam 9, aku kan sudah tertidur.

Aku berjalan ke arah kos kos an nya, deket kok samping tempat tinggal ku ehehe

"tok tok" suara mengetuk pintu

"cklik" pintu terbuka menampilkan wajah temanku yang.. um kau tau? sangat tidak enak dipandang.

Oh ayolah aku tau ini hari Sabtu, mungkin ia belum mandi. Namun seharusnya dia bisa mencuci muka atau menyisir rambut nya itu.

"Hei.. Ada apa denganmu?" Tanyaku sedikit terkejut.

Bukan menjawab tapi dia malah menangis di depanku, oke aku panik.

"H-hei, Haikal kau kenapa?" Aku memegang kedua pundak nya.

"Kau baik baik saja? Kau bisa bercerita padaku." aku mencoba untuk membuat nya menjawab, karna aku kawatir.

Dia menarik pergelangan tangan ku memasuki kos kos an nya, dan menyuruh aku duduk dan aku turuti saja.

Aku duduk di ruang tamu, menatap nya yang masih menunduk kepala, saat aku ingin bertanya lagi dia tiba tiba mengangkat kepala dan bebicara..

"Nia!! Bagaimana ini hiks huhuhu" Haikal menangis, ingus nya bahkan sampai keluar.

"Hei tenanglah! Ada apa?" Aku mencoba untuk tidak tertawa, karna wajah nya itu sangat lucu.

"A-aku abis diputuskan oleh Renna" dia mengatakan dengan nada sedih.

"TUH!! Aku sudah bilang padamu! Renna itu bukan cewek yang baik!" Aku berhenti sejenak.

"Eh tapi kenapa kalian putus?" Aku bertanya ke Haikal.

"Dia bilang aku miskin, aku tidak sekeren yang dulu" Haikal terlihat kasian. Renna harusnya tidak berbicara seperti itu, itukan tidak baik.

Aku mendekat dan menepuk pundak Haikal.

"Move on" ucapku

"Tidak!!" Haikal meninggikan suaranya, oh ayolah aku juga bisa!

"HEI!! Dia tidak baik! Lupakan dia!! Masih banyak orang yang menyukaimu!" Aku ikut meninggikan suara.

"Tidak mau.. hatiku sakit, ini sangat sakit Ni. Lebih sakit dari pada sakit Gigi hiks." Balasnya

"Haish.. terserah mu, aku lapar aku pergi dulu ya. Jaga diri, jangan lakukan hal aneh. Kau lelaki kan? Masa cengeng sih" aku sedikit menjahilinya.

"Aku tidak cengeng!! Sana sana pergi" Aku lari keluar meninggalkan nya.

Malamnya..

Haikal menangis dikamar, dia masih belum melupakan Renna.

"Renna.. padahal aku sangat menyukai mu. Kamu tega!!" Dia berhenti sejenak.

"Tapi aku tidak bisa membencimu.."

"Kruuk.. kruk" bunyi perut Haikal yang sedang lapar. Jadilah Haikal turun dan membuat makan.

Dia mencari bahan makanan tapi apa yang ditemukannya?

"Apa ini? Hanya ada mie rebus? Haish aku lupa berbelanja"

Haikal akhirnya hanya merebus mie dan memakannya, dia belum kenyang tapi tidak apa. Setelah makan dia kembali kekamar.

Menangis lagi, ahaha dasar Haikal cengeng.

Ditempatku

"Haikal itu benar benar! Pasti sekarang dia masih menagis." Aku baru saja selesai makan dan sedang mencuci alat makan yang tadi ku gunakan.

"Aku sudah dari awal bilang Renna itu tidak baik, dia tidak benar benar menyukai Haikal. Haikal hanya dimanfaatkan oleh Renna." Setelah mencuci alat makan, aku kekamar mandi untuk mencuci muka ku.

Setelah itu aku masuk kekamar, tidur tengkurap sambil membalas chat dari grup sekolah atau bahkan teman.

Saat itu ada pesan masuk dia bilang bahwa Renna baru saja berpacaran dengan Jendra.

"HEH!! Apa ini!!" Aku langsung terduduk.

"Cepat sekali dia dapat peganti, ketua OSIS lagi.. parah si Renna ini. Tapi.. lupakan, aku sudah tidak peduli." Aku rebahan lagi kali ini terlentang bukan tengkurap lagi.

Beberapa menit kemudian aku melirik jam di HP ku, dan aku terkejut.

"Eh udh jam sembilan aja, waktu tidur ini mah" Aku pun mengecas HP ku dan kemudian pergi tidur.

Aku tidak sabar melihat wajah Haikal yang akan menjadi panda. Ehehe akan ku foto dan ku post saat ulang tahunnya.

Pagi hari.

Aku terbangun dari tidur ku, oh iya ini hari Minggu! Yang artinya masih libur sekolah yuhuu..

Aku bergegas mandi dan bersiap siap. Oh!! Aku tidak lupa sarapan ya, gini gini aku tetep sarapan.

Setelah semua sudah ku lakukan termasuk membersihkan rumah, tinggal sapu sana sini sama merapikan kamar saja kok. Tidak sulit, kalo tempat bersih kita yang make pasti nyaman.

Aku segera menuju ke kost Haikal.

"Haikal!!"

"dok dok" aku mengetuk pintu kost nya. "Hei pemalas! Ayo bangun!!" Setelah beberapa saat akhirnya pintu terbuka.

"kriiek.." Dia keluar dengan memegang pipi kanan nya. Aku melihat, seperti nya itu bengkak.

"Hei.. kau tidak apa?" Aku menatap kawatir, sementara dia? Dia diam.

..

"Gigi ku sakit, sakit sekali! Jangan berteriak! Ini semakin sakit.." Akhirnya pun dia bersuara, aku sampai jamuran menunggu jawabannya.

Tapi.. aku tersenyum jahil saat tau dia sakit gigi. "APA?! Kau sakit!!" Aku sengaja berteriak ehehe.

Tanpa bilang apapun dia langsung menutup pintu dengan kencang. "Brak!!" Aku terkejut, tapi yah tidak masalah salahku karna menjahilinya.

Sementara didalam kost, Haikal kembali ke kamarnya. Dia belum makan atau minum, gusinya sakit sungguh.

"Hiks.. ini sakit! Gigi ku lebih sakit dari pada hatiku!!" Haikal marah marah sendiri. Tapi ia tetap mengusap pipi nya yang bengkak. Dia sudah minum obat buat sakit gigi kok.

"Sakit gigi tidak enak! Menyebalkan!!" Haikal yang malang, kemarin dia habis sakit hati lalu sekarang dia sakit gigi.

Tapi sekarang dia tau kan, kalau lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi. Biar dia rasakan lebih sakit mana.

Tamat!!

Selesai ceritaku, jika ada penulisan yang salah tolong ingatkan aku ya!!
Terima kasih telah membaca, dan jangan lupa beri aku bintang 🌟

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 29, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Lebih baik sakit Gigi dari pada sakit HatiStories to obsess over. Discover now