Pertemuan Pertama

20 0 0
                                        

Gemerlap lampu menghiasi salah satu club malam kota jakarta, terlihat muda mudi berjoget ria dengan dentum musik yang memekakan telinga, tak luput para paruh baya ikut berjoget ditengah lantai dansa...
"hei, balik kemana pulang ini" seorang lelaki paruh baya mendekati seorang gadis yg asik berjoget dengan segelas minuman ditangannya, pria itu mendekatinya seolah ingin merengkuh gadis itu dari belakang ia berjoget tepat dibelakangnya. Gadis itu nampak risih ia tidak menggubris pria itu dan hanya memberikan tatapan sinis, ia menjauh dan tetap melanjutkan tariannya tadi. Namun pria itu tampak tak menyerah, ia kembali mendekati gadis itu sambil tangannya perlahan menggerayangi tubuh si gadis , tak ayal membuat gadis itu bereaksi.
"anjing kamu ya, kamu kira aku wanita murahan" teriaknya tepat didepan pria paruh baya tadi, tak berselang detik ia menyiram minuman yang ia pegang tepat kewajah pria itu. Hal itu tentu membuat pria itu berang dan memancing para tamu melihat kearah mereka.
"sialan kamu jalang, gausah jual mahal ya, kamu mau berapa, sebut saja aku beli kamu malam ini" pria itu tak mau kalah, ia berteriak didepan gadis tadi sambil tangannya menunjuk wajah si gadis. Gadis itu menggertak kan giginya mengambil ancang2 ingin memberi pukulan kearah pria paruh baya didepannya. namun dari arah berlawanan datang seorang laki-laki tinggi, menahan tangannya lalu memeluk gadis itu dan berbisik.
"aku sarankan kamu untuk ikut aku saja, dia bukan orang sembarangan disini, kamu perhatikan 3 pria hitam disana" pria itu berbisik tangannya menunjuk kearah 3 pria yang sedari tadi menatap gadis itu tajam. gadis itu melihat kearah yang ditunjuk laki-laki itu. sontak amarahnya padam, ia yang tadi seperti akan memakan mentah-mentah pria paruh baya tadi sekarang menjadi ciut seperti kapas yang terkena air.
"baby, makanya aku bilang kalau minum jangan jauh-jauh dari aku. tuh kan bikin onar" ucap laki-laki tadi sambil menutupi tubuh si gadis dengan kemeja yang tadi ia kenakan.
"maaf Pak, pacar ku kalau mabuk suka hilang kendali dan kasar kayak ini, pasti dia kesal karena kami sempat ribut tadi, aku minta maaf banget aduh, gimana ya ini bentar lagi pasti dia colapse, aku mau ngambil jatah ni" laki-laki tadi berbicara pada pria paruh baya sembari memberi kode kepadanya bahwa dia benar pacar gadis yang sempat digoda oleh pria ini. mimik wajah pria tadi berubah, kemudian ia membersihkan wajahnya dengan sapu tangan yang disodorkan oleh salah seorang pria yang berbaju hitam barusan.
"oh, dia pacarmu, aku kira dia penghibur disini, lihatlah pakaiannya. lain kali jangan jauh-jauh dari pacarmu, sana uruslah dia jangan sampai dia cari gara-gara lagi dengan yang lain" pria paruh baya tadi meredam emosinya dan membiarkan mereka pergi, lalu si gadis dan laki-laki itu keluar bersama dari Club Angel Night.
.
.
.

"kenapa kamu menolongku?, apa kita pernah bertemu? oh iya aku Aurel Anastasya. Panggil saja Aurel" ucap gadis tadi memperkenalkan diri pada laki-laki yang barusan menyelamatkan hidupnya, ia melepaskan highheels yang ia kenakan, dan berjalan disamping laki-laki itu.
"Fiqran" sahut laki-laki tadi kepada Aurel singkat, ia melihat kesekeliling.
"aku memperhatikan kalian dari tadi, pria itu memang tidak tahu diri, aku beberapa kali melihat dia menggoda gadis-gadis muda di club sana, dan dia selalu berhasil membungkus gadis-gadis itu" Lanjut Fiqran, sambil terus melangkah kearah parkiran mobil. sekarang Aurel tertinggal selangkah dibelakangnya.
"Tadi aku perhatikan sepertinya kamu risih dengan kelakuan dia yang mencoba mendekatimu dan juga tangannya sempat mencoba menyentuhmu, ku lihat kamu sudah menjauh, tapi dia masih tidak tahu diri, dan ya, aku tidak suka saja melihat hal itu didepanku" lanjut Fiqran lagi, kali ini ia menghentikan langkahnya membuat Aurel menghantuk punggungnya yang lebar, ia melihat kearah Aurel yang memegang keningnya, Aurel balik memandangnya namun dengan pandangan yang berbeda.
"beberapa kali, hmmm, sepertinya kamu pengunjung tetap tempat ini" Ucap Aurel mencibir fiqran dengan senyuman mengejek.
"oh, begini cara berterimakasihmu... baik terimakasih kembali" fiqran balas mencibir, ia tersenyum dengan menaikan salah satu sudut bibirnya smirk. melihat ekspresi itu Aurel tertegun.
"Tampan sekali laki-laki ini" batinnya, sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya dan menunduk.
"maaf aku tidak bermaksud begi.." sambungnya lagi, namun dengan cepat Fiqran memotong.
"tidak apa, kamu pulang kemana biar aku antarkan, aku tidak yakin pria tadi akan melepaskanmu begitu saja" Fiqran membukakan pintu penumpang Civic Type R miliknya, mempersilahkan Aurel masuk.
"aku bersama temanku kesini, namun saat asik berjoget aku tidak sadar sudah berpisah dari mereka, tidak apa kalau aku langsung pulang begini?. bukankah sekarang baru pukul 1 malam, mereka pasti baru akan memulai pestanya" sahut Aurel bimbang sebelum memasuki mobil Fiqran, namun sebenarnya ia belum percaya dengan laki-laki yang ada dihadapannya ini.
"Ya sudah, cepat masuk" Dikte Fiqran, matanya memberi kode bahwa mereka sedang diikuti oleh beberapa pria yang berada didalam Club tadi, melihat itu dengan tanggap Aurel mengikuti perintah Fiqran, ia segera memasuki Mobil.
fiqran memacu kendaraanya sesaat setelah Aurel memasuki mobilnya, ia memacu civicnya keluar dari parkiran Club Angel Night.

"jadi kamu tinggal didaerah mana" fiqran mengulang pertanyaan yang tadi sempat ia tanyakan.
"aku tinggal di apartemen Sunrise daerah Lemang" sahut Aurel canggung. ia diam namun tatapannya nampak khawatir, sesekali ia melirik fiqran yang juga sedari tadi curi-curi pandang kearahnya.
10 menit mereka berada diperjalanan, tanpa sepatah katapun, sesaat Fiqran melirik Aurel.
"ehem" fiqran berdehem memecah kesunyian.
"wajahmu tampak asing di Angel Night, biasanya kamu clubing dimana?" tanya fiqran berbasa basi, mendengar itu membuat Aurel tertawa kecil, lalu ia melihat kearah fiqran.
"apakah kamu percaya jika ku katakan sebenarnya ini kali pertamaku ke tempat seperti itu?" ucap Aurel setengah tertawa, mendengar itu kembali Fiqran memerkan Smirk nya yang tampan, dan hal itu kembali membuat aurel menarik nafas panjang.
"Aku sedang mendapat masalah kerja, lingkungan kerjaku semakin toxic membuatku jenuh, untung teman-temanku masih setia mendukungku walaupun kami berbeda divisi. Dan hari ini ulang tahun Sisi, ia mengajak kami semua berpesta untuk melupakan masalah pekerjaan kami, namun aku malah terkena masalah seperti tadi" sambung Aurel, Fiqran nampak serius mendengarkan. Tiba-tiba handphone yang berada disaku celananya bergetar, segera ia meminggirkan kendaraannya dan berhenti, tangannya meraih hp yang berada disaku celananya, sesaat ia melihat nama yang tertera dilayar seperti enggan menjawab, namun karena ia tidak ingin terlihat tidak sopan didepan Aurel, mau tidak mau ia menjawab panggilan itu.
" Iya ada apa, aku nggak pulang malam ini. sudah ku katakan berhenti menggangguku. yasudah kamu tunggu aja disana, aku tidak pulang. aku malas mengganti password apartemenku. terserah, iya terserah" fiqran mematikan ponselnya wajahnya terlihat kesal. Aurel enggan bertanya, namun pandangan matanya seperti ingin tahu.
"barusan mantan pacarku, kami berpacaran hampir 3 tahun. namun dia sering membuat masalah, terakhir dia selingkuh dengan temanku dan tertangkap basah sedang tidur bersama di apartemenku saat aku kembali dari kampung halamanku, kamu bayangkan saja, bagaimana berada diposisiku. teman baikmu berselingkuh dengan pacarmu" fiqran bercerita, sembari kembali melanjutkan perjalanan, Aurel nampak mendengarkan, matanya menunjukan tatapan kasihan.
"dan kamu tahu, betapa tak tahu malunya ia? dia sekarang malah mengejarku setelah dibuang oleh Reyhan dan kini ia memaksaku untuk kembali bersamanya. Bahkan sekarang ia berada diapartmentku, aku tidak akan pulang" sambungnya lagi. tak terasa mereka telah sampai. Fiqran memarkirkan Civicnya.
"kamu mau kemana?" tanya Aurel melihat Fiqran keluar dari kendaraan hendak mengikutinya.
"Mengantarmu sampai pintu, lalu apalagi" sahut Fiqran santai sambil membukakan pintu mobil penumpang, mendengar itu Aurel agak terkejut.
"tidak perlu, sampai sini saja" Tolak Aurel, namun Fiqran memberi isyarat meletakan jari telunjuk didepan bibirnya, menyuruh Aurel untuk diam, kembali matanya menuju kearah mobil alphard hitam yang berhenti tak jauh dari mereka. Fiqran mendekati Aurel.
"Sudah ku katakan, orang tadi bukan orang sembarangan. Lihatlah sudah pasti kamu diikuti" bisik Fiqran, Aurel keluar dari mobil. Tanpa aba-aba tangan Fiqran merangkul pinggang Aurel, ia sengaja menunjukan kemesraan mereka berdua di Parkiran Apartmen Sunrise.
Aurel nampak terkejut namun dia tak melepas rangkulan itu, ia sama sekali tidak menyangka bahwa malam ini akan menjadi malam yang akan merubah hidupnya.

Why him?Stories to obsess over. Discover now