One

4 0 0
                                        

Disetiap perjalanan pasti akan ada sebuah rintangan dan kita dituntut untuk bisa melewatinya. Sejatinya hidup hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Kisah ini bermula saat aku lulus dari SMA. Namaku Alam Putri Rikafa, mereka akrab memanggilku Putri ada juga yang memanggil Alam.

Hari ini hari Ahad tepat dimana abangku libur dari pekerjaannya kami memutuskan untuk joging mengelilingi komplek. Langkah kami terhenti di sebuah taman.
Ia memberiku sebotol air mineral lalu duduk disamping kananku.

"Udahlah dek, gak usah dipikirin. Muka kamu dari dua bulan yang lalu gak berubah masih aja kusut jelek tau, dek." Ujarnya

"Apaan sih bang, apanya yang jangan dipikirin orang gak mikirin apa-apa." Balasku mengelak, ia mengusap wajahku.

"Alah, wajahmu noh, gak bisa bohong. Lagian ya dek ngapain sih mikirin manusia yang gak mikirin kamu, unfaedah banget kali dek." Tambahnya, aku menghela nafas.

"Terserah Abang aja mau ngira gimana, ayoh ah lari lagi masih jauh, masa segini aja cape, lemah Lu bang." Ledekku lalu berlari meneruskan langkah.

"Yeh, situ yang minta berhenti juga, dasar ya awas aja dek, Abang kejar loh awas kalo nangis." Teriaknya

"Bodo amat" tembalku

Kaki terus melangkah tanpa henti, yah, ku akui pikiranku dipenuhi hal yang tak penting saat ini entah apa tapi luka itu masih ada, masih gak percaya aja kenapa dia melakukan hal ini, memalukan sekali.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 27, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Waktu dan TemuStories to obsess over. Discover now