Anak pungut kali ya

101 3 0
                                        

Diusia tujuh tahun gadis kecil bernama athea, hanya bisa melihat dari jauh kakak kembarnya dipeluk dan dicium oleh ayah dan bunda mereka, sedangkan dirinya hanya digendong oleh  bibi pengasuh,

Soal mengurus mereka pun, yang kakak diurus oleh  bundanya mereka sedangkan athea di Urus oleh pembantu.

Neng"* sambil menyodorkan boneka barbie kepada gadis kecil yang ia anggap seperti anak sendiri

Ya Bu"* mata athea langsung berbinar melihat bonekah tersebut "Terimakasih untuk Boneka Barbie nya" athea memeluk kuat bonekah tersebut seperti bonekah tersebut adalah harta berharga yang dia punya didunia ini

"Sama-sama sayang"* lalu rosi mengecup kepala anak malang itu, yang lahir dari sendok emas namunn nasip berkata lainn.

Tak lama kakak kembarnya  mendekat, diikuti ayah dan bunda mereka dari  dibelakang. "Aku mau boneka kamu"

Untuk sejenak athea nampak terdiam sebelum bersuarah "Ayana punya banyak boneka kenapa mau athea punya?"

"Paa ayanna mau punya Athea" ayana menetap penuh memohon pada ayah mereka, agar ayah mereka bertindak untuk mengambil boneka Barbie KEPUNYAAN athea

"Kasi ke kakakmu sekarang" tanpa menunggu waktu yang lama ayah mereka langsung bersuarah yang membuat kekecewaan kembali menyeruak dari dalam hati athea.

"Tapikan ini pemberian ibu" kata athea sambil memeluk erat boneka Barbie tersebut.

Kasi kalo nggak kamu tidur digudang"* sebuah alarm bahaya yang selalu ingin athea hindari, Athea tau bagaimana lembab dan gelapnya gudang itu belum lagi banyak tikus, bibi hanya bisa diam to dia hanya pembantu.

"Malah mengong lagi"* kata ibu kandung kedua anak kembar yang diperlakukan berbeda tersebut, sambill menepuk agak sedikit kasar pipi anak kembarnya yang bernama athea .

Athea dengan helaan nafas nya, tanda bahwa ia harus mengikhlaskan bonekah tersebu "Ini kak ambil"

"Tulus?"

Athea tersenyu tulus pada kakak kembarnya dan mengangguk sambil berkata  "iya"

Setela boneka Barbie milik athea sudah berada digenggaman ayanah "ambil"* lalu ayanna memberikan Barbienya yang sudah tak memiliki kepala kepada athea, menyiratkan bahwa bonekah barunya ditukar dengan boneka jelek rusak dan hanya akan berakhir ditempat sampah setelah ini. "Terimakasih kak" tanpa rasa marah athea hanya bisa tersenyum dan berkata terimakasih karna ia tau betul ayana karna mereka kembar.

"Ayo pergi dari sini entar ketularan sial lagi" setelah mendengar kata-kata tajam dan menyakitkan dari ibunya athea hanya menatap senduh kepergian ayah, bunda dan kakak kembarnya. Mereka pergi tanpa mau mengajak anak itu.

"Athea nggak disayang ya Bu?" Untuk sejenak bi rosi terdiam dengan pertanyaan anak 7 tahun tersebut, namun ia harus cepat mencari jawaban tanpa membuat anak malang itu kecewa
"Athea disayang kok, buktinya ayah dan bunda ngasi bibi buat jaga Athea"

Dengan mata berkaca kaca anak itu berkata "Tapi Bu athea pengen bunda ,bukanya athea nggak bersyukur Athea pengen peluk pengen dimanja pengen kayak kakak"

"Mau es krim?" Bujukan kembali bi rosi lemparkan pada anak malang itu, agar ia tidak terlalu memikirkan pelakukan orang tuanya itu.

"Nggak Bu athea pengen bobo siang "

Bibi anter?"*

"Bibi Mulu bibi itu ibu athea "

Bi rosi nampak kaget, namun ia mengerti anak itu butuh ibunya, butuh kasi sayang, butuh segalah sesuatu yang anak inginkan dari ibunya "Oke ,ibu anter?" Sambil mengelus pucuk kepala gadis malang tersebut

"Bisa sendiri Bu , athea udah besar"* lalu melangkah pergi kekamar kecil , yang ia bagi dengan bi rosi,ia ibaratkan anak dari  pembantu dikeluarga itu..

Athea menatap langit-langit kamarnya,"Anak pungut kali ya" Ia lalu melihat digenggamannya boneka Barbie tanpa kepala "Sisa lagi , kayaknya kali ini nggak ada kejutan " ia sedikit kecewa

Namun kekecewaannya sirna setelah melihat ada kertas terselip di baju Barbie itu,  "B Tamba e be L Tamba a la bela B + a ba +,r bar+b+i Barbie "

Ia mengambil kater didalam laci lemari dikamar itu dan mulai membelahnya. Ia mendapatkan uang 50 ribu dalamnya,ia tersenyum "Thanks kak,tea sayang Kakak"

Prangkk .......

1 Pring pecah saat athea ingin mengatur nya dirak piring ia terbiasa mencuci piring pada saat pagi walaupun usianya baru tujuh tahun itu perintah dari ayahnya Arga,

Bibi rosi mendekati Athea "Nggak apa" neng" nampak bi rosi kawatir , takut anak itu terluka dan takut anak itu akan dapat hukuman setelah memecakan piring.

Belum juga sang athea bicara

Adelin datang,,

"Piring itu lebih mahal dari harga diri kamu " kata adelin sambil menarik kuat telinga athea.

Akkkkkkk bunda sakit,lepas hiks tea nggak sengaja" anak malang itu hanya menjerit kesakitan namun terlihat dengan jelas tidak ada rasa ibah sama sekali dari adelin ibu dari anak itu.

"Nyonya neng te nggak sengaja " bibi rosi dengan wajah kawatiirnya, ia tak bisa berfikir jerni apa yang akan terjadi padah anak malang itu.

"Nggak sengaja,dia banyak ngelamun nggak fokus liat barang mahal saya pecah"*ucap Adelin lalu mepaskan tangannya dari telinga anak itu dengan kasar , athea hampir saja terhuyung jatuh untung bi rosi menahan badan anak itu.

Bunda maaf  hiksss"*ucap athea dengan air mata yang tidak bisa ia bendung

Maaf kamu bilang?"*ucap Adelin dan mencengkram dagu anak itu

Hari ini tidak ada makanan untuk mu"*ucap Adelin dan menendang betis anak itu  lalu pergi begitu saja

Anak itu terdorong menabrak dinding belakang nya sangat sakit belum juga betisnya,ini akan bermasalah saat ia kesekolah,

Neng nggak apa"*ucap sang bibi

Baik Bu athea baik"*ucap athea
Semua itu tidak lepas dari penglihatan ares abang dari si kembar .

Ayanna Ares ayo berangkat " mendengar kalimat itu athea yang berdiri tidak jauh dari ruang makan, merasakan nyerih kembali menyerang hatinya, tidakkah? Ayahnya juga memanggil dirinya?.

"Ibu anter ya" bi rosi bersuarah untuk meredahkan kekecewaan athea.

Tidak perlu ibu, athea bisa pergi sendiri," setelah mengatakan itu athea berbalik belakang, ia biasa berjalan dari pintu belakang untuk kesekolah, namun belum juga ia melangkah ia kembali menatap bi rosi "Athea kan uda besar "*ucap gadis itu dan tertawa  pelan sebelum kembali berjalan menuju pintu belakang

sama tapi beda(End)(revisi Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin