"Kita resmi bercerai. Maafkan aku jika aku salah. Selamat tinggal." Ujar Megan berkaca-kaca. Sangat menyakitkan harus mengalami hal ini lagi. Di hianati dan di tinggal oleh orang yang ia cintai.
"Simpan air mata buayamu. Sekarang kamu senang kan? Bisa bersatu dengan Sean? Tapi sayang, kamu gagal dapatin uang dan hartanya." Cibir Brian sambil mendorong Megan dengan kasar, lalu meninggalkannya.
"Suatu saat kamu akan menyesal!" Teriak Sean sambil memeluk Megan yang sudah menangis dengan paraunya.
"Kenapa dia tega berkata seperti itu, Kenapa orang yang aku cintai selalu menyakitiku seperti ini?"
"Aku tahu ini menyakitkan."
"Sangat "
"Suatu saat dia akan menyesal telah melakukan ini. Lupakan segalanya. Tidak ada gunanya kamu memikirkannya. Yang ada hanya rasa sakit yang akan kamu dapatkan. Tersenyumlah mulai sekarang."
"Aku cinta sama dia." Isaknya, dan Sean mengangguk mengerti.
"Aku tahu."
"Aku sangat mencintainya Sean! Sama seperti aku mencintai Kennan. Tapi... kenapa rasa cintaku selalu berakhir menyakitkan?"
"Kisah cintamu belum berakhir. Aku akan membuat kisah menyakitkan itu menjadi kisah yang bahagia."
YOU ARE READING
DESTINY
Teen FictionTakdir memang selalu punya cara yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan.
