"Katanya jika obat ini disuntikkan ke tubuh manusia maka mereka akan bahagia apapun yang terjadi. Kira kira kalau diubah menjadi uap masih bisa nggak ya?...." Mata Jack berbinar-binar. Hal buruk sepertinya akan terjadi.
Ia membuka setiap botol obat di dalam kotak kardus itu, kemudian menuangkannya kedalam beberapa alat yang mirip mesin rokok elektrik. Melemparkan kotaknya keluar jendela, kearah tempat sampah belakang milik restoran sebelah, bersama dengan botol-botol kosongnya juga.
Ia kemudian menyalakan salah satu alat itu, dan menghirup asapnya pelan-pelan.
"Uhuk, uhuk. Aha ha ha ha ha..., Ini berhasil, aha ha ha ha ha...., Aku berhasil ha ha ha ha..., Ini berfungsi ha ha ha. Sisi diriku yang manusia bisa merasakannya, ha ha ha" Jack tidak bisa berhenti tertawa, obat itu membuatnya terus merasa berharga dan kegelian.
Jack kemudian mengganti sisi dirinya. Tawanya akhirnya bisa terhenti.
"Hah... Hah...."
Mata Jack dipenuhi semangat. Ia berdiri tegak, lensanya melihat ke arah keluar jendela dan senyuman gila terukir di wajahnya. Benar-benar buruk. Sebuah pertanda yang sangat buruk bagi kota itu.
Psikopat itu mengambil setiap persediannya. Menyembunyikannya seaman mungkin dengan cara yang tidak manusiawi.
Jubah setebal jaket berkibar menutup cahaya bulan, seperti Van Hellsing. Seorang wanita dengan badan mungil, baby face, psycho smile, killer eye, Surai pirang, merah marun, lensa biru, melompat dari gedung ke gedung, melewati daerah-daerah berbahaya seperti pagar besi tombak tajam, dinding dengan kawat berduri, dan bak-bak sampah kaca pecah.
Teng!.. Teng!.. Teng!..
Jam besar kota telah berbunyi pada tengah malam. Kabut malam tiba. Semua keanehan telah dimulai
"Ah waktunya telah tiba. Mari memperkosa malam gila ini!" Lensa birunya berubah merah. Kuku jarinya menajam. Senyumannya semakin lebar.dan taring tajamnya semakin terlihat.
Joker face terukir diwajahnya saat bulan terlihat puncaknya. Berdiri di atas salib gereja, menutupi sinar rembulan yang turun ke depan halaman gereja, membuat bayangannya terlihat seperti pangeran sombong neraka yang berusaha menggoda ketahanan iman para pastur.
Seorang pastur yang melihat bayangannya itu sontak melihat keatas kearah Jack berada, namun tepat sebelum lensa kecamatannya yang tebal itu mencapai tubuh Jack, Jack sudah menghilang ditelan kabut. Menyisakan kebingungan yang mendalam setelah kembali lagi melihat kebawah, ke arah bayangannya sebelumnya ada.
Pastur itu kemudian melihat kesana kemari seperti pak tua yang kehilangan kacamatanya. Mengecek kembali hal membingungkan yang baru saja menimpa dirinya itu. Kemudian mengakhirinya dengan mengangkat kedua bahunya seolah berkata "mungkin hanya perasaanku saja". Selayaknya para tua bangka lainnya.
—🕯️✝️⛪🛐🕯️—
Pintu Greja terbuka, pastur memasuki ruangan. Seseorang berdiri menghentikan doanya, membalikan badan, menatap dengan penasaran.
"Ah Bapa Agust, anda belum tidur?" Tanya sang biarawati dengan suara lembutnya.
"Anda sendiri kenapa masih juga belum tidur wahai Sister Amanda?" Tanya balik si pastur tua Agust.
"Seperti biasa saya hanya sekedar memberikan doa, meminta kepada Tuhan yang maha kuasa untuk memberikan berkahnya kepada kita semua" jawab Sister Amanda.
"Ah aku bisa melihatnya. Anda benar-benar sangat baik ya" puji Pastur Agust
"Ah tidak juga. Saya masih belum bisa dikatakan sebagai orang yang berjasa. Masih banyak hal yang belum bisa saya lakukan" Sister Amanda mengepalkan tangannya. Perasaan ragu dan sedih terukir dengan jelas di wajah yang sangat jujur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Demon. Hell Hunter/ Pemburu neraka
Misteri / ThrillerSeries dari Demon Series yang bercerita tentang: Apakah ia pahlawan?, ia memusnahkan semua monster mengerikan, iblis dan hantu. Bukan!. Dia memang melakukannya tapi bukan untuk melindungi manusia!. Lalu untuk apa?... mengapa ia mau melawan setiap ha...
