Persahabatan Yang Dipisahkan Oleh keadaan

17 0 1
                                        

Pada suatu waktu hiduplah seorang anak yang bernama Moreno berusia 14 tahun, ia tinggal dengan kedua orang tua dan adiknya. Saat itu Moreno masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia bersekolah di SMP Diponegoro. Moreno adalah anak yang sangat pintar dan mudah bergaul, di sekolah dia memiliki tiga sahabat yang sangat dekat dengan Moreno, yang bernama Bryant dan Sena.

Bryant anak yang pemberani sedangkan Sena anak yang tangguh. Setiap jam istirahat mereka bertiga selalu pergi ke kantin untuk jajan.

Saat membeli jajan Moreno melihat perempuan cantik yang bernama Yovi, Moreno pun jatuh cinta pandangan pertama. Moreno ingin mencari tahu lebih dalam tentang yovita.

Setiap harinya Moreno selalu mengajak sahabatnya lewat di depan kelasnya Yovita. Moreno hingga bertanya kepada temannya
Yovita, "apa makanan kesukaan Yovita?"
Ucap Moreno bertanya kepada temannya Yovita yang bernama Jasmine. Jasmine pun menjawab,"Makanan kesukaannya Yovita itu soto Pak Abdul Somad".

Pada suatu hari ketika jam istirahat Moreno mengajak Yovita untuk makan soto Pak Abdul Somad. Saat ingin bertemu dengan Yovita, Moreno merasa canggung. Ketika bertemu dengan Yovita, Moreno mengajak Yovita untuk makan soto di kantin,"Yovita kamu mau makan soto di kantin dengan saya tidak?" Ucap Moreno."Boleh, dengan siapa saja?" Tanya Yovita." Kita berdua doang". Jawab Moreno.

Mereka pun makan soto berdua, hingga jam istirahat selesai. Sebelum Yovita kembali ke kelasnya Moreno memberikan satu lembar kertas yang berisi tentang perasaan Moreno kepada Yovita. Moreno menyuruh Yovita untuk membaca kertas saat pulang sekolah, yang di berikan oleh Moreno ketika sesudah mereka makan berdua.

"Kringggggg" bel waktu pulang sekolah berbunyi, Yovita pun langsung membuka kertas yang di berikan oleh Moreno. Betapa terkejutnya Yovita melihat isi surat dari Moreno. Yovita pun langsung bertanya kepada temannya untuk memberi saran.

"Jasmine, saya ingin bertanya, sebaiknya saya balas apa surat dari Moreno?" Tanya Yovita. "Sebaiknya kamu pikir-pikir dulu Yovita" Jawab Jasmine.

Saat di rumah Yovita selalu memikirkan tentang surat yang di berikan oleh Moreno.
"Apa sebaiknya saya menerima saja surat cinta dari Moreno?" Ucap Yovita dalam hati.

Keesokan harinya Yovita pergi ke sekolah, hingga saat jam istirahat pertama Yovita menemui Moreno yang sedang bermain dengan sahabatnya."Hai Moreno, bisakah kita berbicara empat mata?" Tanya Yovita.
"Tentu saja bisa" Jawab Moreno. "Moreno apakah benar kamu mencintai saya?" Tanya Yovita."iya, saya jatuh cinta pandangan pertama kepada kamu" Jawab Moreno.
Moreno pun bertanya "Yovita kamu mau jadi pacar saya tidak?". "Iya, saya mau" Jawab Yovita. Moreno pun sangat bahagia, dan Moreno pun mengantar Yovita pergi ke kelas
dan meninggalkan sahabatnya.

Saat jam istirahat Moreno pun selalu menemui Yovita dan mengajaknya pergi ke kantin. Semakin lama Moreno pun lupa dengan sahabatnya, ia selalu pulang terlambat karena mengantar Yovita pulang ke rumah.

Suatu hari Bryant menemui Moreno yang sedang berpacaran dengan Yovita di kantin.
"Moreno bisa kah kita berbicara empat mata?" Tanya Bryant kepada Moreno. "Apakah kamu tidak melihat saya sedang dengan Yovita!!". Jawab Moreno." Ternyata sekarang kamu sudah lupa dengan sahabatmu?!!" Tanya Bryant dengan tegas.
Moreno pun terdiam dan mengajak Yovita untuk pergi dari kantin ke kelas.
Bryant pun sangat marah terhadap Moreno.

Tingkah Moreno sekarang berbeda dengan yang dulu ketika belum pacaran. Moreno menjadi anak yang pasif dalam pembelajaran dan sering tidak mengerjakan tugas dari guru.

Suatu saat Moreno pulang tengah malam karena merayakan ulang tahun Yovita di sebuah cafe. Ketika pulang rumah Moreno pun langsung di pukul oleh ayahnya di karenakan pulang larut malam. Moreno pun langsung mengamuk kepada ayahnya dan membanting dan merusak semua barang yang ada di rumahnya. Moreno langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.

Keesokan harinya Moreno berangkat ke sekolah menggunakan motor, ketika di jalan dia mengebut hingga menerobos lampu merah. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan polisi yang sedang bertugas. Moreno pun di kejar oleh polisi hingga tertangkap, ia akhirnya di tilang oleh polisi dan motornya di sita. Moreno terlambat datang ke sekolah dan dia di larang masuk oleh satpam sekolah, karena menunggu izin dari kepala sekolah. Ketika kepala sekolah menemui Moreno, ia pun di marahin oleh kepala sekolah, setelah sekian lama ia pun di izinkan untuk masuk. Sebelum masuk ke kelas Moreno harus meminta izin di ruang BK.

Setelah meminta izin, Moreno langsung masuk kelas dan dia di tertawakan oleh temannya, hingga dia malu. Setiap di jelaskan wajah Moreno selalu jutek karena masih malu kejadian tadi pagi. Saat pulang sekolah Moreno mengantarkan Yovita pulang sekolah, setelah mengantarkan Yovita dia langsung pulang kerumah di tengah perjalanan dia masih kepikiran tentang kejadian tadi pagi. Moreno tidak fokus menyetir motornya hingga dia tidak sadar bahwa di depannya terdapat truk, Moreno pun menabrak truk, hingga ia terpental dan tidak sadarkan diri. Warga yang melihat langsung mengantar Moreno ke rumah sakit.

Saat di rumah sakit suster yang merawat Moreno pun menelfon ayah Moreno, dan keluarga Moreno langsung pergi ke rumah sakit. Kondisi Moreno tidak sadar diri dan sekarat, akhirnya dia meninggal di rumah sakit. Orang tua Moreno pun menangis dan ibunya Moreno jatuh pingsan.

Sahabat Moreno pun mendengar kabar, bahwa Moreno telah meninggal dunia. Sahabatnya pun langsung menangis, sedangkan Yovita tidak mengetahui kabar Moreno.

Keesokan harinya, Yovita tidak melihat Moreno di sekolah, dan ia pun bertanya kepada sahabatnya Moreno."Bryant apakah kamu melihat Moreno?" Tanya Yovita, "Kamu tidak mengetahui tentang kabar Moreno?" Tanya balik Bryant, "Tidak, memang Moreno kenapa?" Tanya Yovita,"Moreno telah meninggal dunia" jawab Bryant dengan hati yang hancur.
Yovita pun terkejut dia tidak percaya bahwa Moreno telah meninggal.

Saat pulang sekolah Bryant dan Sena pergi untuk melihat makam Moreno. Suasana di kuburan Moreno saat itu hujan deras, tetapi Bryant dan Sena memaksa untuk mengunjungi makam Moreno. Dalam Persahabatan tidak perlu saling mengerti. Karena sahabat yang baik akan menerimamu bahkan hingga hal-hal yang tak dapat dimengerti sekalipun.







You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 26, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Persahabatan Yang Dipisahkan Oleh keadaanStories to obsess over. Discover now