Piko

3.6K 279 87
                                        

🚫WARNING🚫

We ship the Fictional Characters from Mencuri Raden Saleh, not the Real Person / Actors.

Every pictures, names, places are referring to the characters in the movie. We NEVER ship the real person.

This fanfiction contains BxB / MxM (Male x Male) relationships. If you're a homophobe, you better stay away from this story, and leave us alone.

___________________


Lo lupa iket rambut lagi ya,Pik?”

Ucup menghampiri Piko yang sedang serius melukis diatas kanvas besar, torehan warna mulai membentuk sebuah rupa meski belum sempurna. Yang dipanggil terlampau serius sampai tak mendengar kata-kata lelaki berambut lurus itu. Ucup menggeleng pelan, lalu menghampiri sang pelukis dengan ikat rambut di pergelangan tangan, perlahan menyisir surai ikal Piko, begitu pelan agar tak mengagetkannya.

“Eh, Cup. Udah pulang?”

Meskipun Piko tetap sedikit kaget tiba-tiba ada jemari yang menyusuri rambutnya.

“Tadi gue panggil lo ngga nyaut, serius amat. Ini rambut di iket dulu, biar ngga risih kena muka.”

Ucup masih dengan cekatan mengikat rambut sang kekasih. Yang dibalas senyuman lucu juga semburat merah di wajah Piko.

“Thanks, tadi lupa iket rambut. Pas inget, tangan gue udah belepotan cat, jadi yaudah deh biarin aja. Hehe.”

“Ngga apa-apa, ada gue yang siap sedia ngiketin rambut lo.”

“Apa gue potong rambut aja ya? Udah kepanjangan. Masa lebih panjang rambut gue daripada Sarah.”

“Jangan. Jangan dipotong.”

Ucup mengelus rambut Piko yang dikuncir kuda. Elusan sedikit turun ke tengkuk yang lebih tua sampai ia merinding dibuatnya.

“Kenapa?”

“Gue suka. Kalo lo potong rambut, gue ga bisa iketin rambut lo lagi dong?”

Piko terkekeh kecil melihat reaksi Ucup. Ucup memang orang yang paling suka mengikat rambut Piko, rasanya gerah sekali melihat rambut Piko yabg tergerai saat sedang melukis.
“Iya deh, ngga usah potong. Biar gue jadi kaya Tarzan nanti.”

“Dih, kok Tarzan? Tarzan mah ngga pernah sampoan.”

Sekarang mereka berdua tertawa.
“Gue mandi dulu ya. Gerah banget seharian di luar panas.”

“Sana mandi. Jangan lupa sampoan biar ngga jadi Tarzan. Hahaha.”

Ledek Piko. Yang diledek justru mendekat lalu mencuri kecupan di pipi Piko.

“Biar kaya Tarzan juga lo pasti tetep cinta.”

“Idiiiih, apaan sih Ucuuuuupp. Lo bau matahari!”

Tentu saja membuat Piko salah tingkah dan marah-marah.
 
+++++++++
 
Gelap sudah mulai menyelimuti langit, bintang dan bulan mengintip malu-malu di balik awan. Piko memutuskan untuk menyudahi sesi melukisnya hari ini walaupun belum rampung. Apron dan tangannya sudah dipenuhi warna cat minyak yang tak seharusnya disana. Di ruangan yang sama, Ucup masih sibuk memantau website yang entah Piko tak tau isinya apa. Piko bangun meregangkan badan, punggungnya terasa kaku seperti papan tapi juga remuk tak beraturan disaat yang bersamaan. Sambil berjalan menuju Ucup yang masih menatap layar, ia berusaha membuka tali apronnya.

“Cup, tolong bukain dong. Tangan gue susah.”

Yang dipanggil langsung sigap berbalik memutar kursi gaming yang diduduki, menatap kaget Piko.

Cupiko / Hackforger  - Hair Ties 🔞Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang