Tuan Muda

3K 91 2
                                        

Disclaimer

Ini cerita pertamaku, dan aku pribadi gak suka Chenle yang terlalu lemah dan menye menye, jadi ku buat agak beda, hehe :v
Selamat membacaa ~
.
.
.
.
.
.

Gemerlap lampu dan gelapnya malam beradu dengan hingar bingar suasana di distrik paling terkenal di seluruh Seoul bahkan diseluruh Korea.

Distrik Gangnam

Dengan jajaran gedung gedung tinggi nan megah, meliputi restoran mewah hingga club' malam yang menyajikan berbagai hiburan dikala langit semakin menggelap disitulah pesona dari tempat ini semakin terlihat.

Kaki kaki itu melangkah pasti, menuju lurus ke arah pintu kaca yang terbuka lebar, seolah menarik perhatian siapapun yang lewat didepannya untuk memasuki lautan manusia yang sedang bersenang senang di dalam sana.

musik didalamnya seolah menghipnotis untuk segera memasuki tempat itu.

Tak terkecuali orang yang sedang menjadi topik utama saat ini, kaki dengan balutan celana kain abu abu dan sepatu kulit hitam mengkilap yang cocok dengan kaki rampingnya.

kemeja putih tulang itu sudah tergulung rapi sampai sikutnya, dasinya pun entah kemana dengan dua kancing baju yang sudah terbuka.

Jas abu-abu yang dibawanya asal pun menandakan bahwa empunya sudah sangat gerah. Rambut hitam pekat nya sangat cocok dengan penampilan nya saat ini.

Ia melihat sekilas jam rolex yang terpasang apik di pergelangan tangan kiri nya, waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, yang menandakan bahwa ia terlambat 1 jam, untuk janji yang ia buat pada malam ini.

"Sial.."

Pria itu berhasil masuk dengan menunjukan id cardnya sebagai salah satu tamu VVIP di tempat itu.

ia berjalan menuju lift yang langsung membawanya ke tempat yang ingin dia tuju. Lantai 4 ruangan nomor 133 ia berjanji menemui seorang teman disana.

Pintu lift terbuka dan dengan langkah tergesa ia menuju pintu kamar yang berada diujung ruangan,memasukan id card nya dan membuka pintu dengan kasar.

Brak!

Obsidanya bertemu dengan seseorang yang sedang duduk disofa dekat balkon, ruangan remang2 dengan hanya satu lampu kecil yang menyala di meja kecil dekat kasur king size itu, mata mereka lalu bertemu

"Kau sangat telambat Zhong.. "

Pria yang dipanggil Zhong itu tidak menjawab dan hanya berjalan menuju pria yang sedang menikmati wine ditanggannya itu,

" Diam Hyung..Aku tidak akan terlambat jika pak tua itu tidak menyuruhku untuk lembur !" ujarnya kesal.

Kalau kalian mengira mereka hanya berdua saja dikamar itu, kalian salah karena ada dua orang lainnya. Dilihat sekilas dari penampilannya dengan baju sangat minim bahan dan sibuk bermanja manja dengan pria yang sedang meminum wine itu, sudah sangat jelas mereka adalah wanita pendamping di tempat itu.

"Hey, sebutanmu sangat tidak sopan pada paman yang sudah merawatmu dari kecil itu"

Pria itu menaruh gelas wine nya yang berisi setegah itu di atas meja.

"Cepat berikan pesananku Mark hyung"

Tanpa repot menjawab pertanyaan dari Mark, pemuda Zhong itu langsung membicarakan inti dari pertemuan mereka malam ini.

"Sangat pemarah seperti biasa"

Mark mengeluarkan sesuatu dari laci meja kecil didekat sofa. Sebuah kantung kecil berwarna hitam. Tidak sebesar telapak tangan dan melemparnya di hadapan pemuda itu.

Dive into youOnde histórias criam vida. Descubra agora