Aku, jiwa, dan hatiku

3 1 0
                                        

Hai diri,
Berat yaa tahun 2022 ini
Banyak keputusan besar kamu ambil, tak apa. Satu per satu yang membuatmu sesak perlahan telah kau lepaskan.

Terima kasih, karena sudah kembali ke 'diri', bertanya kembali pada diri sendiri tentang segalanya. Tak akan ada orang lain yang mampu memahami dirimu selain dirimu sendiri.

Terima kasih, karena telah berani menyelami diri lebih dalam. Memahami apa yang diinginkan jiwa. Jika sekarang kau ingin menangis, sungguh itu pun tak mengapa.
Menangislah sampai kau merasa lega, validasi perasaanmu dan jangan enyahkan, cukup terima dan resapilah kesedihan-kesedihanmu.

Mungkin di tahun ini, Tuhan menginginkan kamu untuk menguatkan akar dalam dirimu sebelum nantinya berbuah dan kau menikmati manis buahnya.
Larilah sejauh kau ingin, menepilah,
setidaknya jiwamu membutuhkan lebih sedikit tenang.

Mungkin saat ini kau merasa sendiri, tak memiliki banyak telinga untuk bisa mendengar. Tapi hei, bukankah kau lahir dan mati seorang diri? Tak perlu kau sesali kesendirianmu saat ini, kau masih memiliki hati dan jiwamu yang sungguh tak pernah lari dari apapun yang membelenggu. Yang justru akan memberikan jawaban-jawaban terbaiknya atas segala pertanyaan yang kau tujukan.

Aku tahu, mungkin di malam-malam ini kau akan merasakan cemas. Itu pun tak mengapa, lumrahnya manusia.
Berjuanglah diri, sampai bertemu di garis finish yang mempertemukanmu dengan Tuhanmu. Jangan pernah berhenti bertahan. Tuhan bersamamu

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 28, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Catatan Untuk DiriWhere stories live. Discover now