Sebuah Impian

7 1 0
                                        

Sewaktu kecil Kasumi, Kazuma, Razeluxe, Betty dan Akashi dibawa ayahnya pergi menonton pertandingan basket.

Akashi kagum melihat permainan basket itu dan ingin mencoba permainan bola basket tersebut.

Akashi di sekolah dasar nya dia melihat anak-anak bermain bola basket. Akashi mencoba bergabung tetapi anak-anak itu takut karena dia adalah adik dari kazuma si pentolan petarung di sekolahnya. Akashi belum menyerah dengan hobinya itu.

Di sekolah menengah pertama(SMP)

Akashi mencoba bergabung di klub basket di sekolah itu tetapi sama aja mereka tidak ingin akashi bermain dengannya karena reputasi buruk dari nama Arata tersebut.selama 3 tahun di SMP akashi jarang bermain meski punya skill keterampilan tetap saja mereka tidak mau bekerjasama dengan.

Akashi tampak murung

"Kamu kenapa cemberut begitu akashi?" tanya Betty menepuk pundak kiri akashi.

Akashi menghela nafas dengan pelan.
"Aku rasa.... Orang-orang membenciku ikut di klub basket kak"

Betty merasa bingung dengan perkataan akashi.
"Perasaan di klub basket tidak ada membenci mu kok..." Jawab Betty dengan semangat

"Benar kak mereka membenciku dan menjauhi dariku bahkan mereka tidak ingin berbicara denganku" jawab Akashi

"Ih, ga mungkin! Mereka tidak membenci mu mereka cuman takut sama kamu karena kita adalah keluarga Arata. Karena ulah kakak kazuma yang suka ngajak berantem anak-anak sekolah yang macam-macam dengannya hingga kita di cap berandalan kecuali kak kasumi sih...."

"Kenapa aku di cap berandalan sih padahal aku cewe juga" jawab Betty dengan suara berbisik.

"Jangan salahin kak kazuma dia itu hebat karena bisa melawan para berandalan sekolah itu kak. Aku merasa bangga punya kakak seperti dia"

"Iya aku tau, tapi kita terkena dampak nya juga. Intinya kamu jangan merasa cemas akashi mungkin di SMP belum waktunya tunggu di SMA aja apa mereka akan membiarkan mu bermain basket bersama."

"Iya deh kak" jawab Akashi dengan ragu-ragu.

Pas SMA

Awal masuknya udah ada reputasi buruk tentang nama keluarga Arata karena kelakuan kakaknya tetapi di sekolah ini beda mereka tidak terlalu memikirkan hal itu sehingga Akashi bisa masuk klub basket.

Masuk di klub di tes dulu pelatih melihat potensi bermain basket akashi sehingga dia berhasil masuk tim inti klub basket tersebut.

Akashi senang dan bersemangat karena akhirnya bisa bermain di tim inti.

Sepulang sekolah Betty pergi menengok akashi di lapangan basket.

"Akashi....!" Jawab Betty meneriaki akashi dari jauh.

"Kak Betty?"

Betty mendatangi Akashi.

"Gimana, kamu udah di terima belum?" Tanya Betty

Akashi terlihat bersemangat dan senang.
"Iya dong aku kan punya skill bermain...."

"Wah baguslah. Bagaimana dengan timmu mereka mengobrol denganmu tidak?"

"Tidak kak, rata-rata di tim inti senior semua yaitu kelas 11 dan 12. Mungkin hanya aku yang kelas 10 di tim ini" jawab Akashi agak kecewa karena tidak mempunyai rekan tim seangkatan dengannya

"Udahlah, yang penting kamu dah masuk lagipula reputasi buruk kita mulai memudar karena kak kazuma udah lulus dan hanya aku dan Raze disini."jawab betty Sambil menepuk punggung berkali-kali

Basketball StoryStories to obsess over. Discover now