Prolog

8 1 0
                                        

Kalauta :
Ambang Kepunahan Manusia.

.
.

Apakah ini akhir dari dunia?

Kalau bukan, apakah ini upaya pemusnahan manusia?

Apa yang kami lihat sudah tidak lagi sama. Ketenangan, tawa, serta keamanan tidak lagi dalam genggaman tangan. Bahkan dalam tidur pun, yang namanya kedamaian itu sudah tiada. Kami kini berdiri di benang tipis yang bisa putus kapan saja.

Kini lihatlah ....

Teriakan penuh ketakutan memenuhi area kota. Kekacauan dimana-mana. Kota ini hancur .... Sebentar lagi, negara ini juga akan runtuh. Kami terjebak dalam neraka dunia, berbekal pengetahuan yang terbatas dan keberanian yang hampir padam.

Malam ke delapan belas, kami berhasil keluar dari sekolah. Esoknya berkelana tanpa arah menuju Utara, dengan dua anggota yang terluka. Dua kali kami berhenti dan hendak kembali, namun pada akhirnya kami tetap berjalan di tengah-tengah teror.

Tidak ada yang namanya tempat aman. Semua area sudah jatuh, bersama dengan seluruh harapan terakhir kami. Yang tersisa hanyalah keberadaan dan ikatan kami. Ikatan yang menjaga kewasaran kami, di dunia yang sedang menggila.

Ikatan kami putus hanya ketika dunia ini hancur.

.
.

Penutup prolog

Kalauta : Ambang Kepunahan ManusiaStories to obsess over. Discover now