warning!
disini saya buat cerita ini tidak ada tujuan menjelek jelekkan nama pemain yang menjadi peran antagonis.
words : 1.242
Happy Reading!
"Jeno! Tomorrow is your birthday, what gift do you want?" Renjun bertanya pada Jeno. Biasanya kekasihnya selalu meminta cookies!
"Lo pasti nurutin kan?"
"Kalau aku bisa, aku bakal kasih buat kamu." Renjun sedikit heran. Tumben Jeno bertanya dulu, biasanya dia langsung meminta.
"Gue mau lo mati. Cukup dengan itu gue bahagia, gue tenang." Balas Jeno. Jeno memandang Renjun seperti tatapan merendahkan.
"Ta—" ucapannya terpotong karna tiba tiba dua orang datang dan langsung memeluk Jeno.
"SAYANG!" Haechan berlari mendekati Jeno dan langsung memeluknya, dengan segera Jeno membalas ucapan Haechan dan mencium kening Haechan.
Namun ada satu orang lagi.
"HEY HAECHAN! JANGAN MEREBUT KEKASIHKU!!" Jaemin tiba tiba datang dan memberi deadly deadly gaze pada Haechan dan dibalas dengan uluran lidah mengejek.
Jaemin juga langsung memeluk Jeno sama dengan Haechan.
Renjun sakit hati. Sangat sangat. Dia tidak punya siapapun di dunia ini, dia hanya punya Jeno.
Selama ini dia tinggal di panti asuhan, dia diurus dengan baik namun hanya dua orang yang mau menjadi sahabatnya.
Orang tuanya membuangnya.
Hingga dia bertemu Jeno di SMA NCY. Dulu Jeno pernah mengatakan.
"Renjun, gue ga bakalan ninggalin lo. Gue bakal selalu ada buat lo, lo bisa jadiin gue rumah."
Jeno berbohong.
Dan perlu diketahui lagi, Haechan dan Jaemin adalah sahabatnya dulu ketika di Panti asuhan.
Renjun sudah mengatakannya pada Haechan dan Jaemin. Namun, kedua pria manis itu tidak percaya dan malah mengejek juga tak jarang memukulnya.
Ada dua alasan mengapa kedua pria manis itu selalu memukulnya.
1. Dia selalu berdekatan dengan Jeno.
2. Karna Haechan dan Jaemin bosan jadi mereka membully Renjun sampai puas.
Haechan yang melihat Renjun diam saja. Dia pun diam diam tersenyum miring.
"Nono sayang? Kenapa Renjun selalu deketin kamu sih?! Aku sama Jaemin ga suka ya!" Haechan mendusel pada lengan Jeno sambil menggerutu tak jelas.
"Dia jalang kamu ya no?! Ih gila banget. GUYS GUYS! TERNYATA RENJUN JALANG LOH!" Jaemin berteriak keras memberi tahu pada semua orang yang ada di kantin.
anyway mereka semua ada di kantin ya.
Renjun hanya diam saja dan menunduk. Matanya sudah berkaca kaca siap menumpahkan air mata, namun sebisa mungkin ia tahan.
'HAH?! wahh ternyata anak pintar di sekolah ini jadi jalang ya!'
'ih jijik banget di sekolah kita ada jalang!'
'eww murahan banget!'
Begitulah bisik bisik para siswa/i.
Jeno hanya diam memerhatikan Renjun. Dia tidak terlalu fokus mendengarkan ucapan Haechan dan Jaemin.
YOU ARE READING
smile please. . .
Short Story"Je-nooo! a-ayo tersenyum! kenapa menangis?" "Renjun, kumohon maafkan aku hiks." NOREN! A LITTLE NOHYUCK N NOMIN! WARN! — ONESHOOT — BXB — BULLYING
