Aksa Renaldi Pradipta atau yang biasa kerap dipanggil dengan Aksa.
Aksa pria berumur 25 tahun dengan segala kesuksesan yang diraihnya, Aksa harus menerima takdir saat dia di pertemukan dengan seorang bayi kecil berjenis kelamin laki-laki berumur sekitar 2 minggu itu didekat rumahnya.
Aksa seorang pria mapan sukses dan juga wajah tampannya yang membuat semua wanita melihatnya akan jatuh cinta secara langsung.
Aksa di hadapan orang lain adalah sosok yang datar, cuek, ketus, arogan, dingin, dan juga tatapan tajamnya membuat siapapun yang melihatnya langsung bergidik ngeri.
Akan tetapi Aksa yang dikenal oleh orang terdekatnya adalah sosok yang ramah, baik, penyayang, dan hangat.
°•°
Hari Minggu dimana hari yang dinanti-nantikan semua orang.
Di sebuah kamar terdapat seorang pria yang sedang bersiap-siap akan melakukan jogging di taman dekat dengan rumahnya.
Aksa, pria itu adalah Aksa Renaldi Pradipta.
Setelah selesai bersiap-siap, Aksa segera turun ke bawah agar tidak memakan waktu yang lama karena ia bangun sedikit terlambat.
Aksa segera keluar dari rumahnya dan mulai berlari menuju taman terdekat.
Saat sedang berlari, Aksa tidak sengaja mendengar suara tangisan bayi.
Seketika Aksa berhenti dan melihat sekelilingnya. Ia tidak menemukan siapa-siapa di sekitarnya. Rasa penasaran membuatnya ingin tahu dimana suara tangisan bayi itu berada.
Aksa mulai mencari asal dari tangisan bayi itu.
Saat di dekat suara itu, Aksa mulai mencari dan menemukan sebuah kardus sedikit besar.
Kardus itu membuat Aksa mati penasaran dan segera berjalan ke kardus itu dengan perlahan-lahan seakan-akan ia akan terciduk melakukan sesuatu.
Sesampainya di kardus itu, Aksa segera membuka kardus itu dengan pelan hingga ia membelalakkan matanya saat melihat bayi dengan sehelai kain yang membungkus tubuh bayi itu.
Aksa membawa bayi itu ke dalam gendongannya dengan lembut.
Ia panik dengan keadaan ini.
Tanpa pikir panjang, Aksa segera membawa bayi itu ke rumahnya. Sebelum pergi, Aksa mencari sesuatu di kardus itu tetapi ia tidak menemukan apa-apa.
°•°
Bayi itu menangis terus-menerus tanpa henti hingga membuat Aksa panik bukan main.
Saat sampai di rumahnya, Aksa segera membawa bayi itu ke dalam kamarnya dan segera memberitahu mamanya.
Setelah memberitahu mamanya, Aksa bingung bagaimana cara menenangkan bayi itu agar tidak menangis lagi.
Aksa ingin meminta bantuan kepada pembantunya tetapi ia lupa jika pembantu di rumahnya ia liburkan setiap hari Minggu, jadi hanya Aksa seoranglah yang ada di rumah ini.
Selang beberapa menit kemudian, Mama Aksa yang datang dengan wajah paniknya langsung menuju ke kamar anaknya dengan peralatan bayi. Sebelum pergi ke rumah anaknya, Zahra sang Mama membelikan perlengkapan bayi terlebih dahulu. Untung saja tokonya dibuka setiap jam 06:30 jadi Zahra tidak kerepotan lagi mencari toko yang lain.
YOU ARE READING
Daddy aksa
Teen Fiction[SEBELUM BACA HARAP FOLLOW AKUN INI DULU] _________ Bagaimana jika seorang pria yang terkenal dingin berumur 25 tahun menemukan seorang bayi kecil yang masih berumur 2 minggu itu di sekitar pekarangan rumahnya? Apakah pria dingin tersebut akan kemba...
