01

5 1 0
                                        


-WELCOME-


Pagi yang cerah, matahari kembali muncul menyapa seluruh isi bumi dengan memancarkan sinar hangatnya. Seseorang wanita dengan rambut yang terurai ditemani oleh celana pendek harian berwarna abu-abu dan kaos putih bergambar beruang kecil, cewe itu menggeliat kecil. Dia terpaksa terbangun dari tidurnya dikala suara bising dari kedua orangtuanya.

"Beli sarapan, mas! Anak kita masuk sekolah kasian kalo ga sarapan"

"Ga bisa masak kamu?"

"Ya ga lah! Uang aja pas-pasan gimana mau masak"

"Mana uangnya?! Uang aku habis!"

"Ya pikir sendiri lah, anaknya suruh makan pake uang tetangga apa? Sebenernya waras ga sih."

"Uang tinggal segini suruh beli sarapan lagi. Habis lah uangku!"

"Tinggal nyekolahin anak satu doang, mas! Astaghfirullah.."

"Iya-iya!"

Keributan kedua orangtuanya sudah menjadi sarapan tersendiri untuknya di setiap pagi dan setiap hari. Wanita dengan rambut acak-acakan itu duduk diatas kasurnya, "Brisik banget" dumel cewe itu seraya mengusap telinganya kasar.

"Elea! Bang-"

Cewe bernama RAMANIYA ELEA PUTRI, yang kerap dipanggil Elea -- menatap datar mengarah pintu saat seorang ibunya berdiri disana dan hampir berteriak untuk membangunkannya.

"Bangun, mandi! Udah jam 6 tuh" suruh ibunya, setelahnya wanita itu pergi kembali ke dapur.

Elea memutar bola matanya malas, bibirnya mencibik kesal. "Bingin, mindi! Orang udah bangun di suruh bangun lagi" cibirnya pelan.

"Eleaa!"

"Iyaaa"

Dengan langkah yang bisa dikatakan sangat lambat, cewe itu melangkah melewati dapur menuju samping rumahnya. Tangannya menarik sebuah handuk berwarna oranye dan melilitkan di lehernya. Matanya masih sedikit sipit karena memang semalam dia begadang sampai dini hari.

Sebelum mendapatkan teriakan dari ibunya lagi, Elea buru-buru menggelengkan kepalanya. Dia menyadarkan dirinya dan langsung berlari kecil memasuki kamar mandi.

Sekedar info, rumah Elea bisa terbilang sederhana. Hanya ada dua kamar, satu kamar mandi, dan dapur. Di bagian samping rumahnya ada sebuah bangunan yang dibangun sendiri oleh kayu dan atap besi untuk pakaian yang belum kering saat sedang hujan.

Keluarganya mengontrak selama 5 tahun lebih di rumah itu. Mereka tak memiliki rumah sendiri, bapaknya berkerja menjual nugget keliling dengan sebuah box coklat yang ditangkringkan diatas sepeda motor, ibunya menganggur setelah Elea mulai memasuki SMK, kakak pertamanya bekerja di restoran makanan, sedangkan kakaknya yang kedua sudah lulus tapi masih belum mendapat perkerjaan yang pasti. Dan ya, Elea adalah anggota terakhir di keluarga kecilnya.

"Kalo mandi jangan kaya berendam, sekolah!" Elea memang dasarnya suka bermain dengan air. Entah itu menggunakan gayung, atau langsung bermain dengan tangannya. Itu sebabnya saat Elea mandi pasti akan memakan waktu yang lama.

Elea berdesis pelan. "Ish, orang pake gentong gimana mau berendamnya ibu!"

"Ya udah buruan"

......

Selesai dengan mandinya, Elea berjalan santai dengan handuk yang sudah terlilit menutupi tubuhnya. Dia memasuki kamarnya dan langsung mengunci pintu. Di dalam kamarnya sudah tersedia sepiring nasi putih ditemani oleh lauk sayur buncis dan segelas susu. Cewe itu menghela nafas panjang, jujur dia bosan dengan sarapan pagi yang terus-menerus dengan sayur buncis.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 29, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Tentang Aku dan Kamu Where stories live. Discover now