Pagi itu hujan turun dengan begitu deras membasahi bumi. Seorang wanita yang masih tergulung di dalam ombak selimut pun terusik lantaran sang kakak memutar musik dengan volume yang full.
"Enghh" rengeknya dengan suara khas orang bangun tidur, sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. "Kak..." Panggilnya kepada kakak yang masih asik dengan musiknya.
"Kenapa" ucap kak cindri yang sering di panggil kacin oleh adeknya
"Berisik" sambil mengacungkan jari tengah kepada cindri
"Dih! Siapa suruh belum bangun udah jam segini?"
"Lagi hujan tuh,kalo tidur enak"
Ada benarnya juga yang dia ucapkan karna tidur pada waktu hujan itu sangat enak. Apalagi di tambah dengan hangatnya selimut hehe
_____________
"Kak jedai aku mana!!?" Teriak Pina dari dalam kamar sambil mengobrak-abrik lemari hias nya.
Pina Daria, seorang wanita yang sangat keras kepala tapi berhati kapas, tidak suka basa-basi dan bersifat emosional
"Lah emang lu pikir gua pemakan barang apa" jawab kakaknya ketus sembari meletakkan sepiring camilan di depan tv.
Cindri Madelta kakak dari Pina orangnya asik tapi nyebelin suka menolong tapi sangat pemalas anak pertama? Wajar saja kalau dia sangat tidak bisa dibantah dan lebih keras kepala daripada adiknya sendiri.
"Siap tau lu liat di-"
"Gak ada" langsung memotong ucapan adiknya
"Sewot lu!!" Dengan perasaan kesal dia langsung meninggalkan kamar dan berlalu ke dapur.
Sesampainya di dapur,Pina melihat ibunya yang sedang membaca majalah dengan serius. Tiba-tiba ide jahilnya muncul di otak dan berniat untuk mengejutkan sang mama
"Dor" ucapnya pelan tapi sangat dekat di telinga mamanya.
"Astaghfirullah!" Kaget mama "adek kok datang tiba-tiba sih mama kn jadi kaget" sambungnya sambil terus mengusap-usap dada.
"Hehe soalnya mama serius banget baca majalahnya" elaknya padahal sudah jelas-jelas dia emang sengaja, dasar Pina.
Tak lama kemudian "bapak kemana ma?" Tanya kakak yang tiba-tiba datang entah darimana
"E buset lu kayak jalangkung aja nongol tiba-tiba" kata Pina sambil menaik-turunkan alisnya yang tebal
"Apaan dah" sewot kakaknya yang sedikit tersulut emosi karena perkataan Pina tadi
"Tadi pergi ke ladang kak,emang kenapa nyariin bapak segala,kangen?" Tanya mama sambil senyum-senyum berniat menjahili cindri
"Dih siapa yang kangen, aneh aja gitu ma ga keliatan hehe"
"Kangen apa kangen" goda Pina pada kakaknya agar terjadi keributan
"Lu itu ga di ajak Jubaedah" kata cindri sambil mengangkat jari tengahnya ke depan wajah Pina yang membuat sang empu naik pitan karna di katakan Jubaedah. Dan sepertinya perang dunia keempat akan terjadi
"Sialan lu Maemunah!" Teriak Pina pada cindri yang sudah siap sedia memegang centong nasi di tangan untuk senjata
"Maju lu maju" katanya sambil memajukan centong nasi ke depan tubuh Pina. asal kalian tahu aja, padahal tinggi badan cindri kalah jauh dengan Pina mereka berbeda 9cm tetapi cindri tetap tidak ada takutnya. Ya gimana mau takut sedangkan bapak saja di lawan apalagi adik sendiri
