Seorang penyair tentu memiliki kiblat puisinya masing-masing, ada yang mudah dipahami dan ada pula yang agak susah untuk dipahami. Namun, sejatinya puisi tetaplah karya yang dihasilkan dari komparasi antara perasaan dan kenyataan.
Puisi ini tidak ditunjukkan secara spesifik untuk seseorang, melainkan beberapa orang yang pernah singgah dan ikut mewarnai hari-hari yang penuh arti.
Terimakasih, untuk yang sekedar hadir. Rencana Tuhan memang yang terbaik, kita tidak dapat memaksakan kehendaknya. Apa yang kita miliki adalah apa yang telah digariskan kepada kita. Dan apa yang tidak kita miliki adalah takdir milik orang lain yang mungkin bersinggungan dengan garis pada takdir kita.
Dengan perasaan ikhlas, mungkin kita akan bisa merelakan setiap kehilangan dan dengan puisi kita akan bisa menikmati setiap kehilangan dengan diksi-diksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kita di balik kata-kata
PoetryKumpulan puisi yang ditulis berdasarkan penggambaran antara wujud dari perasaan yang mungkin tidak sampai pada titik yang diinginkan. Menjalani hari-hari yang sulit merupakan hal yang tidak mudah, lelah dan tak ada seorangpun yang mampu memahami. Mu...
