Hai namaku ali, kau mungkin sudah telah membaca kisahku kemarin. Hal yang kuceritakan sebelumnya hanyalah awal dari kisah panjang ini. Kalian semua tau, semua kisah ini berasal dari kandasnya hubunganku.
Surat untuk seseorang
Yang menjadi alasan lahirnya buku ini:
Iya, aku akui, aku masihlah seseorang yang terkadang diam-diam selalu ingin tahu tentang dirimu. Aku masihlah seseorang yang terkadang diam-diam selalu ingin mencari celah untuk melihatmu, memastikan apakah kau sedang sedih atau bahagia.
Walau aku tahu yang aku temui akan membawaku padah patah hati; Kau mungkin bahagia di sampingnya, kau sangat bahagia
Aku ikhlas bila kau dengannya, akan tetapi aku tidak ikhlas bila dia membuatmu menjatuhkan air mata. Aku ikhlas bila kau memilihnya, tetapi aku tidak ikhlas bila dia membuatmu terluka.
Ampuni aku yang berharap kau baik-baik saja, ampuni aku yang tanpa izin menyertakan namamu doa-doa. Aku sadar, tanganku tak lagi punya hak untuk menjaga, sebab itu kutadahkan pada pencipta.
Tapi tenanglah, aku tidak akan memohon kepada tuhan agar kau kembali padaku, justru aku akan memohon pada tuhan agar bersamanya kau kekal selamanya. Seperti kalimat pertama pada paragraf kedua; aku ikhlas bila kau dengannya.
Jika kau bertanya kenapa aku sedalam itu, kenapa aku setulus itu, atau kenapa aku sebodoh itu, jawabanya hanya satu; Aku menyanyangimu sampai akhir
Meski kita telah berakhir
Mungkin, ketika kau membaca setiap tulisan di buku ini kau menertawakanku, seseorang yang tidak bisa lepas dari masa lalu. Atau mungkin, ketika kau membaca tulisan ini kau sedih dengan keadaanku, seseorang yang tak bisa menemukan penggantimu.
Benar, aku memang pantas untuk ditertawakan, aku memang meyendihkan. Bahkan terpahitnya, saat buku ini kutulis; kau tetaplah seseorang yang kusayangi, dan aku tetaplah seseorang yang kau benci
Kali ini saya bercerita tentang seorang yang aku temui tanpa sengaja, seseorang yang memiliki mata yang sangat indah, senyuman yang seindah senja. Aku jatuh cinta dengan suara tawanya, aku sangat suka mendengar suaranya. Tak pernah terlintas dipikiranku untuk meninggalkan, apalagi sampai menyakitinya. Dengannya aku lupa dengan semua rasa lelah, suaranya, seolah olah menjadi penyebuh rasa trauma. Bagiku, dia adalah bukti bahwa cinta tak selamanya tentang luka, dan tanpa dia sadari, dia sangat sempurna dimataku. Tak perduli sehebat apapun masalah yang akan datang, aku yakin bersamanya aku tak akan cukup terkalahkan. Denganmu aku merasa cukup,tanpamu aku yakin semua akan redup, teruslah bersamaku sampai buku kehidupan ini tertutup.
Akhirnya cerita yang seharusnya masih berjalan
harus usai, setelah segala usaha yang kita perjuangkan tidak sesuai harapan masing-masing, mungkin benar, kita di pertemukan hanya untuk saling bertukar cerita, bukan untuk saling menjadi ingin, apalagi melanjutkan cerita ini selama mungkin. Mungkin dengan di pisahkanya kita, pasti akan banyak hal yang kita temui dan memperbaiki kehidupan ini.
jatuh cintalah ketika kamu siap, bukan ketika kamu kesepian
di suatu hari aku chatttingan kembali dengannya setelah beberapa bulan lost kontak. Chattinganya sebentar rasanya seperti pulang ke rumah :).
Di akhir 2020 aku berniat mendaki bersama ke 5 rekan sekolahku, kami menentukan jadwal dan semuanya setuju. perjalan di mulai ketika matahari sudah menyinari bumi cukup tinggi, diakibatkan oleh ngaretnya aku karena harus di panggil ke sekolah perihal nilaiku yang di bawah rata-rata.pikiranku runyam dikarenakan harus membawa orang tua,aku di ancam di pindahkan dari sekolah,tetapi aku diberi waktu 2 bulan untuk memperbaiki semua nilai. Sepulang dari sekolah aku langsung bergegas pergi ke rumah salah satu rekan, kami langsung packing dan bersiap' untuk memulai perjalanan. Hal yang tak kami sangka adalah naik gunung dimana saat musim hujan, baru beberapa menit perjalanan kami di sambut oleh hujan deras. butuh 6 jam perjalan untuk sampai di pos 1 dan kami bermalam di sana, keseokan harinya kami mulai mendaki lagi dan sampai di puncak sekitaran jam 7malam.saat aku terbangung di pagi hari dan merapatapi indahnya pemandangan terfikir olehku "kita harus berekspetasi yang realistis biar kalau gagal ga nangis". Semua perjalan ini kutujukan untuk berusaha move on darinya, ya walau rada sedikit lebay dan terlihat alay tapi aku menikmatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Story of Ali 2
Romancemungkin aku yang terlalu mecintai seseorang sampai sebodoh ini?
