Part 10

88 3 0
                                        

Selama beberapa menit, kami semua terdiam. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Tiba-tiba, kami dikejutkan sebuah suara.

                " Kak Ilan ? Kau sudah sehat....??"

                Aku menoleh ka arah sumber suara. Yang kudapati seorang perempuan cantik, berkulit bersih dan.. sepertinya aku pernah melihat wajahnya entah dimana.

                Aku menoleh ke arah Ilan. Tapi, Ilan dan teman-temannya memandangi gadis itu dengan khawatir. Ilan juga memandangiku sekilas, lalu membalikkan pandangannya lagi ke yperempuan itu. Ilana membuka mulut.

                "Ya. Aku baik-baik saja. Sedang apa kau disini ?"

                Yeoja itu menghela napas lega. "Oh, syukurlah kakak baik-baik saja. Untuk apa ? Tentu saja untuk menjenguk kakak dan... untuk bertemu dengan Raka." Ucapnya sambil malu-malu dan melirik ke arah Raka.

                Aku terbelalak mendengarnya.. Bertemu Raka ? Jangan-jangan dia..

                Aku mengambil ponselku dan melihatnya. Ponselku masih terhubung dengan sebuah situs pencarian. Aku melihatnya. Aku melihat foto perempuan itu di ponselku. Aku memandanginya yang sedang ada di hadapanku ini sekilas dan beralih ke ponselku. Ternyata memang benar dia.. dialah.. dialah pacar Raka...!!


                Aku memandanginya dari atas ke bawah. Sepertinya.. ia memang seorang seleb juga seperti Raka. Terlihat dari cara berpakaiannya yang sederhana tetapi terlihat glamor dan mewah. Atau ia seorang yang kaya. Tiba-tiba saja aku merasa sesak. 

                Tiba-tiba ia memandangiku. Aku tersentak. Aku tidak dapat menoleh. Jadi, kupaksakan seulas senyum menghiasi wajahku. Ia membalas senyuman hangat.

                "Mmm, Tia.. Ini pacarku. Namanya Kirana. Kirana, kenalkan.. ini Tiana."

                Ia mengulurkan tangannya, "Kirana." Ucapnya sambil tersenyum ramah padaku. Aku membalas uluran tangannya.

                "Tiana." Sambil kembali memaksakan sebuah senyuman. Semoga ia tidak menyadari senyumanku ini adalah sebuah kepura-puraan.

                Aku memperhatikan dengan seksama. Apa ya nama girlbandnya ? Kalau tidak salah ia satu manajemen dengan Lorentz. Tapi.. apa ya namanya ?

                Ilan yang sepertinya menyadari aku memperhatikan Kirana, membuka mulutnya. "Dia ini anggota girlband GlowX. Mereka masih satu manajement dengan kami."

                Mataku melebar. OH ya !! Namanya GlowX.

                Ternyata benar, ia memang seorang seleb. Ia cantik, dan juga suaranya pun bisa dibilang lumayan. Pantas saja Raka menyukainya. Daripada aku.. Aku menunduk.

                Aku kembali murung. Sekarang, pacar Raka sudah ada di hadapanku ? Apa yang harus kulakukan ? Ekspresiku harus seperti apa ? Aku tidak ingin, raut wajahku ini diliat oleh semuanya dan juga.. perasaanku terhadap Raka.

                Aku melihat ke arah Raka. Ia juga sedang memandangiku. Aku tidak tau sejak kapan ia memandangiku. Aku memalingkan pandanganku darinya perlahan. Aku tidak mau, ia mengetahui perasaanku. Aku tidak ingin merusak hubungannya dengan Kirana.

                Suasana kaku terus selama beberapa menit. Aku harap ada yang mencairkan suasana seperti ini.      

                "Tia"

                Aku memandangi Ozan yang memanggilku barusan. Aku memandanginya dengan tatapan bertanya. Ia tersenyum padaku.

"Tak apa"

Aku menatap Kirana yang sedang tersenyum. Ia membungkukkan kepalanya. "Waahh, kalian begitu cantik-cantik. Pantas saja kakak-kakak begitu terpesona pada kalian. Kirana."

                Teman-temanku tersenyum padanya. Sepertinya mereka berkenalan. Sepertinya, Kirana orang yang baik. Tetapi, melihatnya membuat hatiku perih. Apalagi melihat ia tersenyum seperti itu. Menambah pesonanya semakin besar.

                Teman-temanku memisahkan diri untuk berbicara dengan pasangannya sendiri-sendiri. ah ya, mereka berpacaran sekarang. Teman-temanku dengan teman-teman Raka. Karel dengan Ilan. Niken dengan Joan. Reya dengan Ozan. dan Yura dengan Miko. Dan.. tentu saja Raka dengan... Kirana. Bukan.. Bukan denganku. 

 Aku kini sendiri lagi. Hanya sebuah ponsel dan dompet yang menemaniku.

                Aku menghela napas. Aku menoleh ke arah mereka. Terlihat mesra sekali. Ilan sedang tertawa-tawa dengan Karel. Ozan sedang merangkul pundak Reya. Miko sedang adu mulut lagi dengan Yura. Sedangkan Joan sedang mengobrol-ngobrol yang diselingi dengan godaan Joan pada Niken. 

Raka.. Raka sedang memegangi tangan Kirana. Entah apa yang mereka semua biacarakan.

                Aku meremas dadaku. Hatiku semakin perih melihatnya. Aku sedang apa disini ? Aku seperti pengganggu diantara mereka semua. Airmataku sudah menggenang di pelupuk mataku. Aku bangkit dan mulai berjalan cepat.

                "Tia, kau mau kemana ?"

                Aku tidak menghiraukan pertanyaan itu dan langsung berlari melesati angin yang dingin.. Aku tidak ingin melihat mereka berduaan mesra seperti itu..

                Aku tidak mau melihatnya..

Too Late To Say I Love YouOnde histórias criam vida. Descubra agora