(1) 21+

351 2 6
                                        

Brak!

Lidya memutar bola matanya jengah. Siapa lagi kalau bukan kakak laki-lakinya yang kelebihan hormon itu. Menyelinap masuk ke kamarnya disaat kedua orang tua mereka tidak ada di rumah lalu melakukan prot prot kepada adik bungsunya.

Kita sebut saja, Seno. Lelaki bertubuh besar itu mengangkat tubuhnya lalu di dudukannya ke pangkuannya. Tidak ada perlawanan yang dilakukan oleh Lidya, percuma saja melakukan perlawanan jika tangannya diikat oleh tali yang dibawa Seno.

"Apaan sih lo, bang." Seno mengecup bibir tebal Lidya. "Diem atau gue perkosa lo." Lidya memberontak ketika merasakan sesuatu yang berdiri disana.

"Cih, emang lo berani?" Lidya menyeringai.

"Huh, nantangin nih ceritanya?" Seno terkekeh pelan, ia membelai sayang surai hitam Lidya. "Kalo lo mau gue bisa perkosa lo sekarang juga." Bisik Seno.

"Lepasin anjing! Gue aduin lo ke bokap tau rasa lo bang." Lidya membenturkan kepalanya ke kepala Seno. "Akh!"

Seno menyatukan kedua belah bibir mereka dengan paksa, "Mmph! Nghh."

Tangan Seno meremas pentil Lidya
dengan kasar, ia melepas ciuman panas itu lalu merobek kaos yang dikenakan Lidya dan membuangnya ke segala arah. Yang ia inginkan sekarang hanyalah menyusu hingga keluar asi dari payudara gembul itu.

"Akhh, jangan di gigit bego!" Lidya menjambak surai lebat milik Seno.

Seno tidak memperdulikan Lidya yang menjambak rambutnya, ia tetap menyusu sambil memilin puting payudaranya yang sebelah kiri.

"nghh..sakittkhh"desah lidya lolos dari mulut mungilnya itu yang membuat sang kakak makin bernafsu.

Tangan Seno terulur mengusap pelan bagian bawah Lidya. Ia mulai fokus pada bagian bawah Lidya, ia memasukkan tiga jarinya ke dalam vagina Lidya.

Lidya mendesah keenakan, "ahh hnghh mmhh." Lidya mencengkram kuat sprei kasurnya. Matanya terpejam, demi apapun ini sangat nikmat! Bolehkah ia berharap jika cacing besar milik abangnya yang mengisi lubangnya.

"Nghh.. sakithh." Desah Lidya lolos dari mulut mungilnya itu yang membuat kakaknya semakin bernafsu untuk memasukinya.

Seno tersenyum menyeringai, ia mempercepat tempo jarinya, "mmhh ahh ahh fasterhh nghh." Cairan kental keluar dari dalam vagina Lidya.

Seno menjilat cairan kental itu lalu mengarahkan juniornya ke vagina Lidya, "ahh masukinhh banhh." Lidya menatap sayu abangnya, "Oh shit!" Tanpa aba-aba Seno memasukkan juniornya dengan sekali hentakkan.

JLEB!

"ARGGHHHH!!" Seno mendiamkan juniornya di dalam vagina agar Lidya terbiasa lebih dahulu. "Ahh... Gerakin banhh." ujar Lidya.

"Ahhh nghh nikmathh babyhh."Desah Seno sembari menggerakkan pinggulnya.

Keduanya melakukan hubungan intim dari jam 20.00 hingga 02.00 pagi. Dan sekarang kedua insan itu sedang tertidur pulas tanpa melepaskan penyatuan mereka.


.


.



.


part 2 nya besok ya!!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 11, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Touch me (21+) Stories to obsess over. Discover now