Alhasil Yeonjun ganti baju di kamar mandi dalam.
"monyet lu!" ujar Yeonjun setelah keluar dari kamar mandi.
"dih." ujar Xiaoting lalu keluar dengan senang hati.
Yeonjun pergi bersama Xiaoting mencari makan.
Di perjalanan sambil lihat-lihat sekitar ada tempat makan yang enak atau tidak. Mereka naik mobil.
"lo mau makan apa munyuk?" ujar Yeonjun.
"munyuk? terus lo apa?"
"kalau lo gak mau makan yang ada di pinggiran jalan mending turun dari mobil."
"kok gitu?"
"ya gitu lah, kalau lo maunya makan di restoran, pergi sendiri."
"siapa juga yang harus makan di restoran?"
"udah cepet mau makan apa?"
"lah lonya mau beli makan apa?"
"gak mood makan gue gara-gara lu."
"kok gara-gara gue?"
"iya, gara-gara lo ribet cari makan."
Xiaoting hanya diam mencari makan sekitar.
"ya udah, kita makan ramyeon aja." ujar Yeonjun.
"hah?"
"iya."
"nanti gue gemuk lagi."
"kan udah gemuk."
"monyet lu!"
Dan akhirnya mereka terpaksa makan di restoran. Lokasinya jauh dari villa mereka jadinya.
Yeonjun makan dengan nikmat sedangkan Xiaoting makannya pelan banget karena tiba-tiba perutnya sakit, Yeonjun sih bodo amat. Xiaoting juga gak bilang ke Yeonjun kalau perutnya sakit.
Punggung juga sakit.
"makan lo lama amat kaya siput."
"perut gue sakit."
"ya udah ke toilet."
"bukan sakit gara-gara mau ke toilet, kayanya gue mau datang bulan deh."
"jangan repotin gue."
"pulang aja, makanan gue dibungkus."
"dihabisin dulu aja Xiao."
"perut gue sakit banget, punggung gue juga sakit."
Yeonjun akhirnya menyuruh pegawai membungkus sisa makanan Xiaoting. Saat pulang, Xiaoting langsung ke kamar tamu dan tiduran.
"kok gue takut banget datang bulan di rumah Yeonjun ya? apalagi dia udah bilang jangan ngerepotin dia lagi." lirih Xiaoting lalu berdiri dan keluar.
"lo mau keluar lagi?" tanya Xiaoting yang melihat Yeonjun memakai jaket.
Yeonjun terdiam dan mau keluar tapi Xiaoting meminta tolong dia.
"gue boleh sekalian minta tolong gak?"
Yeonjun berhenti dari langkah kakinya dan menghela nafasnya kesal lalu berbalik menghadap Xiaoting.
"apa lagi?"
"hmmm... jangan ngamuk."
"apaan?"
"beliin gue pembalut dong?"
"gak punya malu banget ya lo!"
"kok ngegas?"
"masa nyuruh cowok yang baru di kenal beliin pembalut?"
"gue kan udah nganggep lo sebagai saudara gue." rayu Xiaoting.
"udah diem. Ntar dikira apaan lagi gue beli pembalut di toserba."
"pliss lahh..."
Yeonjun langsung pergi naik mobil. Yeonjun itu emang punya rumah di Busan. Dia bakal balapan sama anak-anak lain.
Xiaoting balik ke kamarnya lagi. Xiaoting ssbenarnya gak menyalahkan Yeonjun sih lalau gak mau bantuin dia. Tapi... perut punggung sakit semua oy.
Setelah 2 jam, Xiaoting terpaksa pergi sendiri ke torserba, kalau jalan kaki mungkin sekitar 10 menit? Ya gapapa sih kalau udah malam-malam gini.
Xiaoting ke kasir dan membayar pembalut yang dia beli lagi antri sih. Tiba-tiba aja, orang yang ada di toserba ngelihatin dia terus.
"nih orang-orang ngapa pada lihatin gue dah?" Batin Xiaoting yang nyadar orang-orang pada ngelihatin dia.
Xiaoting sambil ngantri ini, lama banget.
Tiba-tiba ada seseorang yang lilitin pinggangnya pakai jaket. Xiaoting langsung lihat ke orang itu.
"elo?"
D-2
Hayo? siapa yang bakal suka sama interaksi yeonjun sama xiaoting?
Minju bakal muncul di bab selanjutnya mungkin? Atau beberapa bab lagi mungkin?
YOU ARE READING
Plot Twist
Fantasy𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫 𝐦𝐢𝐫𝐢𝐩 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐑𝐞𝐢𝐧𝐤𝐚𝐫𝐧𝐚𝐬𝐢. 𝑺𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒈𝒂𝒅𝒊𝒔 𝒅𝒊𝒌𝒆𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒊𝒏 𝒚𝒂𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒎𝒂𝒕𝒊, 𝒕𝒂𝒑...
