Inara kalea lathifah sedang berjalan di koridor sekolah, saat itu keadaan sekolah lumayan ramai, tiba-tiba ada yang menarik nya menuju halaman belakang sekolah.
"Apa sih kak, lepasin"ucap Inara.
"Ingat ya ra kamu jangan macem-macem disini"ucap kakak Inara mengancam.
"Emang aku ngpain macem-macem, aneh"ucap Inara.
"Apa tadi? aneh? gue cuma peringatin doang kok"ucap kakak Inara.
"Oh ya, dan satu lagi, Lo Jangan bilang ke siapa-siapa kalo gue ini kakak Lo ya, karna gue gak Sudi aja punya adik kaya Lo"ucap kakak Inara sinis.
Setelah mengatakan itu, kakak Inara pergi.
Inara menghela nafas.
"Woi ra, ayo masuk kelas udah bel, masa Lo gk denger sih?"ucap Meisya.
"Hehehe maap mei"ucap Inara cengengesan.
"Yehh yaudah ayo buruan, nanti guru takut nya dah masuk"ucap Meisya menarik tangan Inara.
Jam pelajaran sedang berlangsung tetapi Inara bengong, seperti ada yang dipikirkan?
Oh ya, dan satu lagi lo jangan bilang ke siapa-siapa kalo gue ini kakak Lo ya, karna gue gak Sudi punya adik kaya lo.
Mengapa kakak nya berucap seperti itu? padahal dulu mereka sangat akrab dan selalu bersama-sama.
"Gue kangen kak masa-masa dimana kita selalu bersama-sama"ucap Inara dalam hati.
"Inara kenapa kamu diam? kamu sakit?"ucap bu Siti guru Inara.
"Eumm ngga Bu, hehe"ucap Inara.
"Yasudah kalau begitu, kerjakan tugas nya"ucap bu Siti.
"Lo kenapa sih ra, daritadi bengong terus?"ucap Meisya penasaran.
"Gpp Mei santai aja"ucap Inara meyakinkan.
"Oke kalo ada apa-apa bilang aja sama gue, anggap gue saudara Lo ya"ucap Meisya.
"Temen sendiri di anggap saudara, sedangkan kakak gue sendiri? gak mau mengakui gue sebagai saudara nya, miris banget hidup gue"ucap Inara dalam hati.
Bel istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, sedangkan Inara menatap ke arah depan, mungkin masih memikirkan masalah nya?
"Ra ayo ah ke kantin gue laper, dari tadi Lo melamun terus"ucap Meisya.
"Ah yaudh ayo"ucap Inara tersadar dari lamunannya.
Sesampainya dikantin, biasa nya Meisya yg memesan kan makanan mereka, dan Inara yang mencari tempat.
"Lo mesenin makanan gih, gue cari tempat dulu"ucap Inara mencari tempat.
"Lo mau makan dan minum apa?"tanya Meisya.
"Kaya biasa nya aja mei"ucap inara.
"Oke deh"
Inara memainkan ponsel nya, ada notif dari kakak nya, perasaan nya jadi tidak enak, Inara buru-buru membuka chat dari kakak nya itu.
Chat
Kak Linda
Ra nnti dtg ke rmh skt, ada yg mau gua bcrain
Anda
Ok, tpi mau bicara apa kak?
Kak Linda
Dh gsh byk tnya dtg aj
Rbt bgt Lo!!
Inara menghela nafas kakak nya memang kebiasaan kalo chat sama dia pasti bwaan nya marah-marah mna bales nya singkat padat dan jelas.
VOCÊ ESTÁ LENDO
bitter life
Ficção AdolescenteHidup itu memang rumit, tapi kita gak boleh nyerah sama keadaan.kita harus menerima takdir,memang menjalani hidup itu gak sepenuhnya berjalan dengan lurus, bisakah seorang Inara kalea lathifah menghadapi nya? "GUE BAKAL PASTIIN HIDUP LO,GK BAKAL TEN...
