Rena mengambil secarik surat bewarna hijau dari box lalu mengambil pulpen berwarna merah dan kuning.
Itu adalah kegiatan rutin Rena di pagi hari maupun malam hari, ia menulis sampai tak ingat waktu. Dan itu hanya untuk orang yang ia sayangi.
Arjuna. Pria tampan yang menjadi anak baru di sekolah Rena, sudah 1 bulan Arjuna singgah di sekolah itu.
Tapi yang membuat Rena bingung, mengapa semua murid di sekolah terlihat tidak suka? Apa karna Arjuna yang terlalu introvert? Ia bingung dengan semua ini.
Ia membuat amplop dengan telaten, dan memasukan secarik surat tadi kedalam nya. Ia menulis lagi di depan amplop itu menggunakan pulpen berwarna hitam.
Setelah semuanya selesai, ia membuka HandPhone nya lalu mencari kontak bernama, Arjuna.
Ia mengirim pesan bertuliskan "hari ini kertas hijau dan tulisan merah kuning!" belum semenit ia mengirim, Arjuna membalas "ya".
Setidak nya tidak papa ia menjawab 'ya' saja, karna jika ia mengirim pesan seperti di atas, akan di baca saja.
Ia bergegas memasukan amplop yang berisikan secarik kertas itu kedalam tas nya, dan berlari ke arah halte.
.
.
.
Rena menaruh amplop itu di loker Arjuna, paling pojok!
Ia menaruh beberapa permen dan camilan yang Arjuna suka, dan menutup pintu loker nya.
Sebenarnya ia juga tidak terlalu tau kepribadian Arjuna, mengapa ia begitu pendiam? Tapi yasudah lah.
Ia berlari kencang ke arah kelas nya, dan benar saja guru sudah ada di depan papan tulis. Sial ia telat.
"Rena? Oh, tumben terlambat?"
"I-itu pak, saya terlambat kar-"
Belum sempat Rena menyelsaikan ucapan nya "Keliling 30 putaran, lapangan dekat kolam renang"
"B-baik pak"
Rena berbalik lalu berlari lagi dan masuk kedalam lapangan.
"Arjuna? Kamu terlambat juga?"
Ia mengangguk dan tersenyum tipis, Rena yang melihat itu tertegun.
"Kamu sudah keliling berapa putaran?"
Ia membuat jari berbentuk dua empat, dan tersenyum lagi.
"Baiklah, tolong temani aku keliling ya?" ia hanya menjawab dengan anggukan.
Selang 15 menit, ia dan Arjuna sudah menyelesaikan hukuman yang di beri guru.
"Arjuna, loker ya!" Rena berlari dengan pipi yang bersemu, dan meninggalkan Arjuna yang tersenyum terus menerus.
"Rena, lucu"
.
.
.
Arjuna membuka loker nya, dan mendapati amplop yang lumayan besar dan beberapa camilan.
"Rena, lucu" ia mengulangi perkataan nya lagi saat di lapangan tadi.
Ia berjalan ke arah gudang sekolah sambil menggenggam erat amplop itu.
12.08.17
Arjuna, ini surat yang ke 120 yang kamu baca! Harapan ku, kita selalu bersama sampai akhir hayat. Kamu mau kan terus bersama ku? Harus mau ya! Cita cita ku ingin sekali menjadi ibu yang menjaga anak dengan baik. Semoga, harapan dan cita cita ku tercapai ya? Oh ya, harapan dan cita cita mu apa Juna?
Tertanda: Rena
Ia memandang kosong ke arah amplop itu, dan memasukan ke kantong nya
-
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arjuna
Cerita Pendek" Arjuna Nanta, sang pria kuat yang pernah aku temukan. semua yang ia punya, aku selalu di buat kagum. tetapi kekaguman itu berhenti sekerang. mengapa engkau begitu cepat ke rumah baru mu, Arjuna? "
