Happy reading🍃
"Kana... "
Mina, dia adalah keponakan sekaligus sahabatku. Dia memiliki sifat yang sulit dimengerti oleh orang orang, apalagi aku.
Jika kalian bertemu dengan nya pertama kali, dia akan membuat tingkah. Tertawa sendiri, berbicara omong kosong, dan banyak hal lain.
Gila.
Tidak.
Dia bukan orang gila, dia tidak gila seperti yang kalian pikirkan, tapi dia hanya mencari perhatian orang orang.
Tapi aku suka karna memang itu diri nya, artinya dia mencintai dirinya sendiri.
Tidak seperti ku.
Mina melepaskan helm nya, dan meletakkan nya di kaca spion. Dia melihatku dengan tatapan yang agak kurang dimengerti oleh ku.
Marah?
Kesal?
Apa?
Aku bertanya pada diriku sendiri.
"Hey! Kenapa kamu menatapku begitu? Ada apa? " tanya ku
Mina berjalan kearahku dengan tatapannya yang... menusuk.
"Kana apa kamu tidak melihat tanggal hari ini? Hari apa ini?"
"Tanggal 17, hari senin, kenapa? "
Aku bingung.
Diam beberapa saat. Sampai akhir nya aku mendengar helaan napas berat nya.
"Ada apa katakan! Jangan membuat ku penasaran! "
Aku malah kesal sendiri melihat mina tidak menjawab pertanyaanku.
"Kamu.. Gak mau sekolah lgi emang nya? "
Aku mengerjap. Yaampun!
Aku memukul jidatku sendiri, aku baru ingat kalau hari ini ada pendaftaran disekolah yang ingin dituju.
Tapi aku juga ingat, tujuan sekolah ku tidak sama dengan mina.
Aku sudah mengatakan pada nya, kalau aku tidak ingin sekolah di SMA luar, tepat nya dikota.
Pesantren.
Itu prinsip ku, bukan karena pergaulan yang tidak jelas atau apapun. Ini hanya kemauan ku sendiri, karena aku senang berada ditempat yang banyak teman.
Aku bisa saja sekolah yang ada di dekat rumahku, hanya membutuhkan 10 menit perjalanan dengan motor dari rumah ku.
Tapi aku malas.
Aku hanya membutuhkan teman agar aku rajin dalam segala hal.
"Na... Aku sudah bilang ke kamu kan? Kalo aku gak mau sekolah disini!"
Suara ku yang dilembutkan. Geli sih!!
"Aku mau jauh dari sini, aku nggak mau lagi melihat suasana yang membosankan disini"
Mina menundukkan pandangan nya.
Aku melihat raut wajah nya yang sedih.
Mina.
Kemarin, saat dia mengatakan ingin bersekolah di SMA Gladi, dia benar benar sangat antusias. Menceritakan kehebatan sekolah yang ingin dia masuk.
Tapi kebahagian nya musnah begitu mendengar kalau aku tidak mengikuti kemauannya untuk bersekolah disekolah yang dia ceritakan.
Aku benar benar bukan untuk membuat nya sedih, tapi aku bosan berada disini terus, bahkan aku juga malas ibu ku selalu menyuruh ku menyapu, mengepel, cuci piring dan lain lain.
Ada lagi, adik dan itu akan selalu menjadi kewanjibanku untuk mengurus nya. Mungkin.
Benar benar lelah dan membosankan.
"Kamu tega ka" dia sedikit memanyunkan bibir bawah nya.
Sial, imut sekali.
Hampir saja. Tolong jangan sekarang please.
"Ninggalin sahabat sendiri! "
Mina memalingkan wajah nya dan bersedekap.
"Udah lah, dibujuk berapa kali pun tetap gak mau"
Aku mengernyit mendengar ucapan nya.
"Mina.. Kalau kamu aku ajak ke tempat yang aku inginkan, apa kamu mau??"
Mina mengangguk an kepala nya.
"Mau"
"Ya udah ke pesantren aja kita!"
Skali lagi mina menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya mau kamu apa sih mina!!!
"Bunda ku gak izin!"
Huh!.. Seharus nya aku tau keadaan nya sekarang. Ibu nya tentu saja tidak mengizinkan dia kepesantren, jika bukan karena ekonomi apa lagi.
Bodoh kana!!
"Emm.. Maaf na, tapi gimana ya"
Gundah.
Aku menggigit bibir bawah ku dengan perasaan yang tak karuan.
Aku sudah membuat mina sedih.
Saat aku sedang memikirkan kata apa yang harus membuat nya kembali tidak bersedih, tiba tiba mina mengatakan hal yang membuat perasaan ku makin tak karuan.
"Yaudah ka, itu pilihan kamu, kalau nanti kamu mau berangkat ke pesantren jangan lupa kabarin aku ya? Oh ya kamu daftar kepesantren Darul Jannah kan? Pesantren yang kamu inginkan! Kalau ada apa apa kabarin ya, aku pulang dulu bay👋"
Aku terkejut dengan penyataan nya barusan. Dia melepaskanku begitu saja?
Keterlaluan kamu kana.
Aku menarik napas berat seberat nya. Bahkan aku ingin berteriak sekarang juga!
Akhhhhhhh!!!!!!!...... hatiku bahkan berteriak.
"Bodoh amat!"
🍃🍃🍃
Hy.. Ini cerita pertama ku.
Gak tau gak jelas banget.
😭😭😭
Sampai jumpa lagi..
VOCÊ ESTÁ LENDO
KANA
Não FicçãoHai.. Aku kana, ini kisahku. Kisah 6 tahun silam sebelum aku akhir nya menikah dengan seorang guru B.Indonesia disekolahku. Ia adalah guru terfavorit semua siswa siswi disekolah, termasuk diriku. Pernikahan ku yang dijalankan secara diam diam, da...
