BAB 01

255 10 0
                                        

Giselle Lovanila Handoko, gadis berusia delapan belas tahun yang saat ini sedang berdiri dikerumunan kolega-kolega yang dimiliki oleh Handoko Corp. Chairman dari Handoko Corp. sekarang adalah Papanya, Daniel Gantama Handoko. Giselle melihat keselilingnya, tidak ada satupun orang yang ia kenal selain keluarganya. Pandangannya terkunci pada Ishana yang asyik berbincang dengan orang-orang di dalam Hall ini. Giselle selalu cemburu dengan sikap Ishana yang sangat terbuka dan mudah bergaul.

Hal pertama yang Giselle pikirkan sebelum berbicara dengan orang lain adalah, apa yang akan ia bicarakan dan selain menanyakan identitas masing-masing, apa lagi yang harus dibahas. Ia benar-benar tidak mudah bergaul seperti Ishana, Kakaknya.

Karena merasa bosan, Giselle memilih untuk mendekati dan duduk disamping Kyle, sekretaris Daniel. Giselle melirik Kyle dan membuang mukanya lagi setelah pria itu menoleh padanya juga, "Kenapa Giselle? Ada yang mau kamu sampaikan pada saya?" Tanya Kyle saat Giselle meliriknya sekilas tadi.

Giselle menoleh lagi kearah Kyle dan berkata, "Enggak ada. Kenapa kamu duduk disini? Harusnya Papa yang duduk disini, Kyle. Dan malah seharusnya kamu yang menyapa para kolega yang datang." ujar Giselle ketus. Jujur saja, Giselle tidak begitu menyukai Kyle.

Kyle adalah sekretaris Daniel dan juga adik dari mendiang Jenina. Wanita yang tidak ia sukai.

"Pak Daniel lebih suka menyapa koleganya sendiri tanpa perantara dariku. Kamu tidak tahu, ya? Seharusnya kamu tahu lho, Giselle." Kyle berujar dengan ketus dan menatap Giselle sinis, "Coba kamu lihat Ishana, dia sangat pintar berinteraksi dengan para penerus perusahaan dari keluarga mereka masing-masing." Kyle berucap semakin sinis pada Giselle.

Giselle mendongak untuk menatap Kyle yang lebih tinggi darinya walaupun mereka sedang duduk, ia menatap tanpa rasa takut sedikitpun. "Untuk apa melakukan hal seperti itu? Tanpa harus berinteraksi dengan mereka, begitu aku selesai dengan pendidikanku, perusahaan Papa akan diberikan padaku. Aku adalah pewaris sah untuk Handoko Group, bukan Kak Ishana." ujar Giselle tanpa keraguan sedikitpun disetiap katanya.

Kyle terkekeh dan berucap, "Benarkah? Saat Pak Immanuel masih menjadi Chairman, beliau selalu meminta Pak Daniel untuk menjalin hubungan baik dengan pewaris dari perusahaan mereka masing-masing. Terbukti dari banyaknya kolega yang datang hari ini. Pak Daniel bisa mewujudkan keinginan Pak Immanuel dengan sempurna, bahkan kemajuan perusahaan berkembang dengan pesat saat Pak Daniel menjadi chairman. Pewaris dari perusahaan tidak harus anak sah, anak haram seperti Ishana juga bisa menjadi pewaris jika memiliki potensi yang besar." Ucapan Kyle berhasil membuat Giselle kesal. Gadis itu mengepalkan tangannya dan meredam emosi agar tidak meledak diacara penting ini.

Kyle merasa sangat senang melihat Giselle yang kesal dan marah padanya. Sekali-kali, ia harus memebrikan pelajaran pada Giselle yang menurutnya sangat menyebalkan, "Giselle, apa kamu sudah tahu tentang Ferdjakusuma & Co? Katanya perusahaan mereka mengalami krisis yang sangat besar. Perusahaan Ferdjakusuma & Co. diprediksi akan bangkrut dalam tiga tahun ini. Andiko Ferdjakusuma pasti akan memanfaatkan kamu untuk mendapatkan dana dari Pak Daniel."

Giselle terdiam.

Ia tidak tahu apapun tentnag Ferdjakusuma & Co. Ia tidak pernah bertanya pada Kakek dan Neneknya tentang perusahaan dan lagi, Andiko tidak begitu menyukai dirinya. Andiko selalu saja marah saat melihat dirinya, oleh karena itu Giselle jarang sekali berkunjung ke rumah orang tua dari mendiang Ibunya.

"Andiko Ferdjakusuma sudah tahu jika Pak Daniel akan memberikan saham sebanyak 5% kepada pewarisnya saat perayaan tahun baru beberapa bulan lagi. Andiko Ferdjakusuma pasti tanpa ragu mengira kamu yang akan mendapatkan saham 5% itu, Giselle. Tapi kita tidak ada yang tahu siapa pewaris Handoko Corp. setelah Pak Daniel. Kemungkinan terbesar adalah Ishana Handoko." Dengan tatapan yang meremehkan Giselle, Kyle terus memojokkan gadis delapan belas tahun itu dengan kata-katanya yang tajam, "Kamu tahu berapa harga 1% di Handoko Corp.? Pasti tidak tahu, bukan." Kyle menertawakan Giselle yang tidak tahu apapun tentang Handoko Corp. "1% sekitar 20 miliar, lho. Jika kamu mendapatkan 5% itu, Andiko Ferdjakusuma pasti akan mengambil semua sahamnya dan membangun ulang perusahaannya yang akan bangkrut itu."

"Kyle, tutup mulutmu. Kamu tidak harus mengatakan semuanya. Nona Giselle tidak perlu mengtahui semua yang tidak ingin dia ketahui." seorang pria datang dan berdiri tepat dibelakang Kyle. Pria itu menatap Giselle datar dan berkata, "Lebih baik kamu menemani Tuan untuk bertemu koleganya daripada bercerita pada gadis delapan belas tahun yang tidak tahu apapun tentang perusahaan." Pria bernama Rayen itu sama seperti Kyle, tidak menyukai Giselle.

Rayen dan Kyle adalah saudara. Ibu kandung mereka adalah kakak beradik. Kyle adalah adik dari mendiang Jenina, sedangka Rayen adalah sepupunya.

Jenina adalah ibu kandung Ishana Handoko. Giselle dan Ishana lahir dari Ibu yang berbeda dan satu Ayah. Jenina adalah kekasih Daniel sebelum pria itu dipaksa menikah dengan Vanila, Ibu dari Giselle. Dari awal, hubungan Daniel dan Jenina tidak direstui oleh orang tuanya Daniel. Walaupun tidak direstui, mereka terus berhubungan secara diam-diam sampai akhirnya Daniel dan Jenina memiliki Ishana.

Kedua orang tua Daniel sangat marah saat tahu Daniel memiliki anak diluar nikah dengan Jenina. Mereka melakukan berbagai cara untuk memisahkan Daniel dari Jenina, setelah Caitlin-Ibu Daniel. membawa Jenina pergi, Immanuel dan Caitlin merencanakan pernikahan Daniel dengan Vanila Ferdjakusuma. Sampai mereka berdua memiliki Giselle.

Rayen dan Kyle jelas tidak menyukai Giselle karena mereka berada disisi Ishana. Mereka akan mendukung Ishana sampai gadis itu menjadi pewaris sah dari Handoko Corp. Rayen dan Kyle diluar terlihat netral dalam bersikap pada Giselle dan Ishana, padahal sebenarnya mereka sangat memihak pada Ishana dan tidak akan membiarkan Giselle mendapatkan hak waris dari perusahaan.

Walaupun Ishana bukan anak sah dari pernikahan, tapi Ishana adalah putri sulung dari Daniel Handoko. Tidak ada istilah anak haram dan anak sah. Ishana dan Giselle sama-sama anak Daniel dan berhak mendapatkan hak sebagai pewaris dari Handoko Group.

"Aku memang ingin pergi, Rayen. Aku cukup bosan berbicara dengan Giselle yang tidak membalas semua ucapanku." Kyle berdiri dan menghampiri Daniel, pria itu menemani Daniel untuk berbincang dengan kolega-koleganya.

Giselle menatap kepergian Kyle. Dengan kepergian Kyle, membuatnya hanya berdua dengan Rayen disini. Giselle juga sangat malas dengan Rayen yang selalu menempel pada Daniel dimanapun dan kapanpun.

"Nona Giselle. Tuan Andiko Ferdjakusuma memanggil Anda. Tolong temui beliau di halaman belakang, sekarang."

...

Forget Me Not Where stories live. Discover now