"Pakek nanya laper.Ya jelas laper.kamu jadi anak perempuan gak ada guna ya.sana buatin saya sarapan"
"Tapi yah rayna udah telat sekolahnya."
"Saya nggak perduli.kamu buatin saya makan sekarang"
Ayah rayna menuntut agar rayna mendapat nilai terbaik tapi juga tidak memberi pengertian sama sekali.
Rayna segera beranjak kedapur melihat isi kulkas hanya ada telur dan sawi.Nasi goreng akan menjadi sarapan pagi ini .Rayna segera menyiapkan sarapannya dengan cekatan .Hanya 20 menit semua sudah siap dipiring .
Rayna segera beranjak memanggil ayahnya untuk makan.
Rayna berjalan kehalaman belakang rumah karena biasanya kalau pagi ayahnya suka dibelakang rumah .Itu adalah tempat favorit mamanya.
Mama rayna suka berkebun jadi kalau pagi pasti ada dikebun mengurus bunga-bunga nya.
Rayna menghela nafas kasar,jadi teringat dengan mamanya.
Ternyata ayah rayna sedang menyiram bunga-bunga di taman belakang.
"Yah makannya udah siap."
Ayah Rayna hanya melirik tanpa membalas.
"Ayah rindu mama ya.kok tumben nyiram bunga-bunga mama"
Tatapan ayah rayna langsung tertuju padanya.
Tatapan benci itu yang selalu mengusik hati rayna tidak ada lagi tatapan sayang seperti dulu saat mama nya masih ada.
Ayah rayna menaruh air yang tadi dibawa dan menghampiri Rayna
"Gak usah ikut campur urusan saya.Kamu bukan lagi anak saya."ucap ayah rayna dengan menunjuk wajahnya.segera berlalu meninggalkan Rayna termenung sendiri.
" Yah...Rayna itu anak ayah sama mama.nggak akan bisa mengubah itu karena ada darah ayah yang mengalir di tubuh Rayna."
Ayah rayna langsung berhenti melangkah,tersenyum miring tanpa berbalik dia berucap
"Status anak hanya formalitas.bagi saya kamu bukan anak saya.Kalau bukan karena istri saya meminta saya menjaga kamu.Mungkin kamu udah saya lantarkan dari dulu"
SAKIT itu yang dirasakan Rayna.Hampir tiap hari bertemu dengan ayahnya tapi tidak ada yang berubah.Perlakuan kasar dan cacian selalu ia dapatkan.
Dadanya sesak,Tenggorokannya tercekat untuk mengeluarkan suara
"Kenapa?"
Hanya itu yang mampu ia utarakan.
Ayah Rayna berbalik berjalan menghampiri Rayna yang mununduk.Memegang bahunya dengan keras.PERIH, itu yang dirasakannya mungkin karena kuku-kuku ayahnya menancap dibahunya.
Rayna mendongkak menatap ayahnya dengan tatapan sendu berbeda dengan ayah nya yang menatapnya dengan tajam,sorot kebencian itu sangat kentara.
"Karena kamu pembunuh Rayna.saya benci kamu.Kamu alasan istri saya pergi."
Kata kata itu seperti menembus jantungnya.Air mata yang sedari ia tahan merembes membasahi pipi mulusnya.
****
Tinggalkan jejak gys<3
Masih pemula jd maklumi ya:v
YOU ARE READING
Lentera
Romance"Jangan suka aku Al.Hidup aku terlalu hitam terlalu pekat." "Tapi aku suka hitam" ****** "Hidup itu ada hitam ada putih.Kamu terlalu tenggelam didalam hitam sehingga kamu buta untuk melihat putih.Biarin aku tun...
