Orang baik itu banyak, Lo yang
belum nemuin.
~ Raksa Bumi Semesta
3 bulan yang lalu.
"Jangan sentuh jilbab gue TOLOL!"
Ucap seorang gadis ketika salah satu laki laki dari mereka berusaha untuk membukanya. Laki laki itu tersungkur kebawah ketika gadis itu berhasil memegang tangan sialan miliknya dan menendang perutnya dengan keras.
ketiga preman tersebut akhirnya tumbang ditangannya. Gadis berhijab itu menghampiri seorang gadis cantik yang bersembunyi dibalik pohon ditaman itu. Dengan wajah berkeringat dan nafas tak beraturan, tak sungkan-sungkan gadis berhijab itu langsung menarik kuncir kuda gadis yang sekarang sudah dihadapannya.
'Argh' gadis itu kesakitan karna tarikannya begitu kuat.
" Gue tau Lo disini. Gue tau ini ulah Lo. GUE TAU SEMUANYA RAA! gue udah terlalu terbiasa sama rencana-rencana busuk lo untuk bunuh gue."
"tapi parahnya- Lo selalu GA-GAL. Lo tau itu kan?" Dendamnya dengan senyuman penuh kepuasan.
''Arrghh..lepasin! Sa-kit''
gadis dihadapannya tidak berhenti merintih kesakitan, gadis berhijab itu semakin mengencangkan tarikannya.
"cehk. Sakit katamu ha?"
'Argh'
"LEBIH SAKIT DERITA GUE RAA-HARA!! LO PENGHANCUR HIDUP YANG SEBENARNYA " Teriak gadis berhijab itu dengan suara bergetar penuh perih. Yang seandainya ada orang-orang di sekitar taman itu merinding mendengar rintihan penuh perih itu.
SORRY TUHAN BELUM INGIN MANGGIL GUE KEALAM SANA hari ini. Gue ga akan bosen ngasih tau Lo bahwa LO TERLALU RINGAN DITERJANG DARIPADA KEHIDUPAN GUE RA" ucapnya dengan satu tetes air mata yang keluar dari mata kanannya.
"BELAKANG LO NAL!!!" Teriak seseorang.
Bugh'
Seketika mata gadis itu yang semula berair menjadi melebar dan menegang.
"Rak-raksa?" ucapnya tegang setelah melihat seorang laki laki tampan yang sudah tersungkur lemah tepat dibelakang tubuh Nala.
NALASYA OZORA menggigit bibir bawahnya ketakutan ketika mata cantik miliknya menangkap cairan berwarna merah kehitaman yang mengalir dari dahi kiri atas milik seorang laki-laki itu. Dengan gemetar Tangan kanan Nala bergerak menyentuh darah yang sekarang sudah memenuhi wajah sebelah kirinya. "Ke-ke-kenapa? Kenapa Lo ngelindungi gue, sa?" Mata Nala yang berkaca-kaca telah pecah dan membanjiri seluruh wajahnya. Nala tak menghiraukan gadis cantik itu dan tiga pelayanannya yang kini sedang lari terbirit-birit karena takut.
"Bangun sa! Gue mohon!" Terlihat Kedua mata Raksa masih tertutup sempurna di wajah teduh miliknya.
"Hiks hiks hiks. kenapa?" air matanya yang enggan untuk berhenti dan ringisan dari mulutnya menggambarkan seolah seorang laki-laki ini adalah orang yang spesial baginya.
"Hiks hiks kenapa Lo kesini? Lo lagi sakit sa! seharusnya Lo ada dirumah bukan disini, hiks. Kenapa Lo nggak bangun bangun HA? Hiks hiks hiks " Isak tangis Nala semakin terdengar didalam malam yang begitu hening dan sunyi.
tetes demi tetes air mata Nala jatuh tepat di salah satu mata Raksa, hal itu membuat remaja yang kini berbaring di depan Nala membuka lemah kedua matanya.
"Nal!" Ucap lelaki itu lemah dengan senyuman manis khas miliknya.
"Raksa" ekspresi wajah Nala seketika berubah bahagia karena mendengar suara yang sangat ingin ia dengarkan saat ini.
'Alhamdulillah, terimakasih ya Allah' syukurnya dalam hati.
ESTÁS LEYENDO
OZORA
Novela JuvenilNalasya Ozora adalah seorang gadis berhijab cantik dan manis yang selalu membawa botol minumnya setiap saat dan dimana pun. Ia selalu menebarkan senyum bahagia didepan orang lain dan teman-temannya. Tapi semenjak kejadian itu ia kehilangan senyuman...
