Tahun 1992 Sungai Han
Byurr
.
.
Tolong!!
Tolong . . .
Paru paru anak laki laki itu rasanya seperti dipenuhi air,dia tidak kuat untuk bernapas lagi. Dia menutup mata, pasrah dengan keadaan. Berharap ada seseorang yang menolongnya.
Beberapa menit kemudian ada seorang anak perempuan yang memegang tangannya dengan erat. Dia berusaha mengeluarkan anak laki laki itu ke permukaan.
Setelah sampai di permukaan yang datar, Dia melepaskan ikat tali yang ada dikaki dan tangannya lalu gadis itu berusaha melakukan pertolongan pertama pada anak laki laki itu dengan memberikan napas buatan. Wajahnya sangat khawatir, takut jika dia tidak selamat.
Dengan usahanya, anak laki laki itu akhirnya terbangun dengan mengeluarkan air dalam paru parunya.
"kamu tidak apa apa?" Tanya gadis itu memasang wajah panik.
Anak laki laki itu hanya mengangguk.
" kenapa kamu bisa ada disini?" Dia hanya terdiam tak mau menjawab pertanyaan itu.
"baiklah, kamu harus pakai jaket ini biar kamu tidak kedinginan. Aku harus pergi, nanti ibu dan ayahku akan khawatir." ujar gadis itu lalu pergi meninggalkannya. Ia juga memberikan topi kesayangannya untuk anak laki laki itu.
"Terimakasih, siapa namamu?! " Teriak anak laki laki itu
"Panggil saja aku berang-berang, selamat tinggal" sambil melambaikan tangannya dan tersenyum
KAMU SEDANG MEMBACA
Love destiny
Fiksi RemajaTidak mudah memang rasanya jika kita membunuh perasaan sendiri. Kita butuh waktu dan butuh proses yang membuat kita bisa mengikis, setidaknya rasa cinta tersebut pelan-pelan hilang meskipun sulit. Tapi yang tersulit jika kita terus mencintainya seme...
